Perkembangan Peserta Didik Zaman Now

0
15

Perkembangan dapat didefinisikan sebagai perubahan yang progesif dan kontinyu (berkesinambungan) yang terjadi di dalam diri individu mulai dari lahir sampai mati, baik menyangkut fisik maupun psikis. Istilah perkembangan biasanya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan kematangan. Pertumbuhan lebih pada aspek fisik dan biologis, sementara kematangan merupakan puncak dari pencapaian dari proses pertumbuhan dan perkembangan.
Selanjutnya yang dimaksud peserta didik sebagaimana yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu. Menurut Arief (2014) peserta didik merupakan raw material (bahan mentah dalam proses transformasi pendidikan karena ia akan dididik sedemikian rupa sehingga menjadi manusia yang mempunyai intelektual tinggi dan akhlak yang mulia.
Psikologi Perkembangan Peserta Didik merupakan bidang kajian psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dasar dan menengah (Desmita, 2012). Proses perkembangan dengan proses belajar mengajar memiliki hubungan yang erat. Sebagaimana pendapat Syah (2003) bahwa keduanya memiliki benang merah yang erat sehingga hampir tidak ada proses perkembangan siswa baik jasmani maupun rohaninya yang sama sekali terlepas dari proses belajar mengajar sebagai pengejawantahan proses pendidikan. Apabila fisik dan mental sudah matang, panca indera sudah siap menerima stimulus-stimulus dari lingkungan, berarti kesanggupan siswa pun sudah tiba.
Menurut Djamarah (2002) bahwa salah satu penyebab utama kegagalan seorang guru dalam menjalankan tugas mengajar di depan kelas adalah kedangkalan pengetahuan guru terhadap siapa anak didiknya dan bagaimana cara belajarnya, sehingga setiap tindakan pembelajaran yang diprogramkan justru lebih banyak kesalahan daripada kebenaran dari kebijakan yang diambil. Winkel (2009) menyimpulkan kaitan antara belajar dan perkembangan bahwa belajar melandasi sebagian besar dari perkembangan. Yang sebagian besar meliputi perkembangan psikis/mental dalam berbagai aspeknya. Selain itu, adanya tahap perkembangan tertentu, berpengaruh terhadap apa yang dapat dipelajari dan dengan cara bagaimana harus dipelajari.
Apalagi saat ini, telah datang sebuah generasi dimana segala hal yang bersifat maya akan terlihat virtual karena kecanggihan teknologi. Para peserta didik kini lebih mudah mengakses segala informasi tanpa terbatas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat menggunakan internet. Begitu pula dengan produk kecanggihan teknologi yang lain bernama “game” yang kini menyerang peserta didik kita, bahkan membuat mereka kecanduan. Dalam beberapa kasus, hal itu bisa mempengaruhi perkembangan mereka mulai dari fisik psikomotorik, emosi dan sosial, moral dan spritual serta menghambat perkembangan kognitif mereka.
Dalam pendidikan Islam, menurut Muhtar Yahya (Arief, 2002) bahwa salah satu prinsip penggunaan metode pendidikan Islam adalah Mura’tul Isti’dad Wa Thab’i dimana sebuah prinsip yang sangat memperhatikan pembawaan dan kecenderungan anak didik. Dengan memperhatikan prinsip ini, maka metode yang digunakan pun adalah metode yang dapat disesuaikan dengan pembawaan dan kecenderungan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi para pendidik untuk dibekali pengetahuan tentang perkembangan peserta didik. Secara khusus, dapat dijelaskan manfaat perkembangan peserta didik, yakni:
1 Pendidik mampu memahami bahwa setiap peserta didik berbeda sehingga dapat dilakukan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakteristik perkembangannya.
2 Pendidik dapat memahami aspek-aspek perkembangan peserta didik dan mampu mengaplikasikan model pembelajaran yang tepat berdasarkan aspek-aspek perkembangan peserta didik tersebut.
3 Pendidik dapat memahami dan mampu membuat perangkat evaluasi berdasarkan pertimbangan perkembangan peserta didik.
4 Studi perkembangan dapat membantu pendidik memahami diri sendiri. Hal itu disebabkan karena para pendidik juga mendapatkan wawasan dan pemahaman perjalanan hidup sesuai yang dijalaninya mulai kanak-kanak sampai dewasa.

Selain itu, yang terpenting adalah menghayati bahwa belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang beriman agar memperoleh pengetahuan dalam rangka meningkatkan derajat kehidupannya. Sebagaimana yang dinyatakan Allah dalam Q.S. Al-Mujadalah ayat 11, artinya “…niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang beriman dan berilmu”. Allah sendiri telah menjanjikan bahwa hanya orang-orang berakallah yang dapat menerima pelajaran. “Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran” (Q.S. Az Zumar 9). Hadits Nabi Muhammad pun sangatlah banyak yang menganjurkan agar kita umat Islam untuk belajar ataupun menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah wajib atas tiap-tiap muslim perempuan dan muslim laki-laki.Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China. Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Barang siapa yang keluar menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.
Banjarbaru, 20 April 2022/18 Ramadhan 1443 Hijriyah. #Kado Hari Jadi Kota Banjarbaru Ke-23 Tahun, Banjarbaru JUARA…!!!

Views All Time
Views All Time
14
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY