Pertemuan Keluarga

0
9

Siang ini suasana rumah ramai sekali. Sudah lama tidak saling jumpa karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk berkumpul dengan keluarga besar. Semuanya bisa dimaklumi dan tak harus berkumpul dan mengabaikan protokol, demi sebuah silaturahmi. Sementara ini saling kunjung dilakukan lewat medsos dan WAG.

Tentunya banyak cerita dan kelakar hari ini, seperti yang diungkapkan oleh keluarga paling muda dari Kediri. Baiklah acara akan segera kita mulai diawali dengan membaca Surat Al-Fatihah. Demikian sambutan awal dari shohibul hajat. Yang kedua dan seterusnya seperti biasa diminta salah satu wakil keluarga untuk bercerita tentang apa saja yang membuat gembira dan yang membuat susahpun boleh diceritakan.

Tampil ke depan perwakilan dari Keluarga Kediri begini kata-kata sambutannya: “Kami dari keluarga Kediri mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan keluarga besar selama ini. Berkat dukungan Mas dan Mbakyu semua, kami bisa membuka toko kelontong di rumah kami. Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya”.

Kami yang hadir saling pandang, dalam hati bertanya-tanya, siapa gerangan yang membantu Dik Sis membuka toko ya?. Ya Allah, aku tidak mengetahui beritanya. Kapan dia perlu bantuan dan seberapa besar. Dengan setengah berbisik aku tanya adik di sebelahku duduk.

“Dik Her, sampean bantu Dik Sis berapa?, kenapa aku tidak diberi tahu?”, tanyaku dengan wajah sedih dan penuh dengan penyesalan.

“Sama Mbak, aku juga tidak membantu sama sekali. Apalagi membantu uang, beritanya saja baru sampai hari ini”, kata adikku.

Setelah Dik Sis duduk, aku dekati, sambil masih dengan berbisik aku tanya, “Dik, sampean kapan minta bantuannya? Mbak kok tidak diminta membantumu?”. Lalu datang juga adik-adikku yang lain.

Tiba-tiba saja Dik Sis, berdiri lagi minta waktu untuk berbicara, “Maaf.. Mas dan Mbakyu, saya tidak minta bantuan secara langsung. Namun pada pertemuan sebelumnya sudah saya ungkapkan bahwa, kami mohon doanya karena setelah purna tugas dari perusahaan, kami ingin membuka toko kecil-kecilan. Semoga tercapai. Dan waktu itu dijawab dengan serentak Aamiin”. Begitulah, rupanya doa dari Mas dan Mbakyu diijabah.

Alhamdulillah, ternyata bantuan doa. MasyaAllah, tabarakallah, ucapan kami semua dengan serentak. Suasana bertambah ramai dan santai dan mempererat tali persaudaraan kami yang sudah menjelang usia senja.

 

Malang, Maret 2021

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY