PESERTA SAGUSAKU WONOGIRI TERPAKSA DIBENDUNG LAYAKNYA “GAJAH MUNGKUR”

0
222

Demi keefektifan kegiatan, pengurus IGI Wilayah Wonogiri terpaksa menolak peserta sagusaku 14 s.d. 17 Juli 2017. Mereka membatasi peserta hanya 160 peserta. Selanjutnya mereka berjanji kepada pendaftar untuk mengikuti kegiatan sagusaku tahap selanjutnya setelah HGN 26 November 2017 mendatang. Antusias peserta dari mendaftar sampai akhir kegiatan, tak lepas dari semangat membara para pengurus muda Wonogiri yang diketuai oleh Andi Harli dan didukung oleh para pengurus hebat berbakat: Joko Susilo, Eko dan zulfa. Terbukti dari jumlah anggota IGI yang berhasil menduduki rating tertinggi di wilayah Jawa Tengah. Acungan jempol yang patut diberikan untuk mereka. Tidak hanya itu, keramahtamahan mereka dalam menerima kami, tim pusat SAGUSAKU sangat perlu diapresiasi. Kedatangan kami yang sangat ditunggu, cukup membutuhkan kesabaran. Nam air yang delay selama kurang lebih 5 jam membuat Ketum IGI Muhammad Ramli Rahim, membatalkan penerbangannya ke Wonogiri. Untunglah kegiatan Rakor Tim(beranggotakan 10 pengurus IGI) Ad Hock IGI yang sebelumnya mengadakan rapat di kemendikbud lantai 16 pada 14 Juli 2017 mampu diselesaikan pada hari itu juga, jadi Ketum IGMP Bahasa Indonesia, Nurbadriyah berkesempatan hadir di kota “Gaplek” tersebut. Setelah 5 jma menunggu, akhirnya sampai juga di kota yang terkenal dengan Bendungan Gajah mungkur yang konon pernah menenggelamkan beberapa desa sekitarnya.

Semoga semangat mereka ingin menjadi penulis, ingin menjadi guru-guru hebat tidak “OBOR-OBOR BLARAK” yang hanya hidup sesaat dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Semangat yang membara akan selalu tampak seiring SHARING AND GROWINGNYA IGI ke seluruh alam Indonesia. JAYALAH IGI, TERBANGLAH IGI, DEMI KEPROFESION GURU YANG BERKELANJUTAN. RANGKULLAH MEREKA YANG TAK PERNAH TERSENTUH, DEMI PEMERATAAN PENDIDIKAN SEUTUHNYA. by Noerbad.Ketum IGMP Bahasa Indonesia.

 

Views All Time
Views All Time
321
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY