Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian …. (Damai Dihati)
Assalamualaikum Wr. Wb.

 

 

 

Salam Literasi!
Dengan menempuh perjalanan panjang 50 menit dari Bandara Naha di Tahuna menuju Bandara Samratulangi di Manado. Dan esoknya melanjutkan penerbangan dari Bandara Samratulangi Manado ke Bandara Sentani –Papua selama 4 Jam (Transit Sorong-Papua Barat), Sagusaku IGI membawah’ku ke tanah Papua. Sebuah Pengalaman yang tak terlupakan dan akan tetap menjadi bagian dari sejarah hidup khususnya bagi saya secara pribadi, ketika kesempatan ini bisa teralami. Sungguh tak percaya, namun itulah fakta yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup melalui sebuah perjuangan menggerakkan semangat literasi. Bisa dikatakan sebuah Anugerah yang tak ternilai dan sudah digariskan dari Isa Almasih Sang Maha Kuasa. Setia pada perkara-perkara kecil maka DIA akan memberikan sebuah perkara yang besar untuk kita kerjakan. Terima Kasih tak terhingga khususnya kepada Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia yang telah memberikan kesempatan bagi Saya sebagai Coach Nasional Sagusaku IGI untuk kepercayaan sehingga bisa menginjakkan kaki di Tanah Papua.

 

 

Perjalanan Panjang saya dari Utara Indonesia (Pulau Sangihe) menuju Selatan Indonesia (Papua), dengan satu tujuan Sharing and Growing Together. Satu kata untuk PAPUA, Amazing, Luar Biasa. setelah apa yang dilihat langsung mulai dari indahnya panorama alam dan ramahnya orang-orang yang ada, sehingga serasa berada di kampung halaman sendiri. 4 (empat) hari berada di tanah Papua tepatnya di Sentani, Kabupaten Jayapura sangat berarti dan merupakan pengalaman yang berharga, bertemu bersama para rekan-rekan pendidik melalui
sebuah kegiatan yaitu Workshop Sagusaku of Inspiring Writer. Bahagia bisa berbagi dengan 120 guru, bertempat di Aula SMA YPPK Asisi–Sentani Kabupaten Jayapura, bercengkrama, sharing bersama, menulis, berekreasi, berbagi door prize. Selama 2 (dua) hari bersama sangatlah singkat namun kebersaman yang terjalin terus melekat di sanubari ini, bahwa ada rekan-rekan Guru hebat di Kabupaten Jayapura yang dengan antusias dan setia mengikuti kegiatan Workshop Sagusaku sampai menghasilkan karya berupa buku ini. Support dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura yang turut hadir memberikan sambutan dan membuka kegiatan menjadi motivasi bagi para peserta, juga hadirnya para Kepala Sekolah, Pengurus MGMP dan KKG se-Kabupaten Jayapura sebagai peserta memberikan jaminan bahwa semangat para peserta untuk mengikuti pelatihan ini sungguh terlihat, meskipun harus merogoh kocek sendiri untuk mengikuti kegiatan ini.

Peserta yang hadir pun sangat antuasias mengikuti materi yang dipaparkan, berbagai kendala yang mereka alami selama ini terkait penulisan buku, yang banyak disampaikan ialah, bingung mulainya dari mana, tidak tahu mau menulis apa, tidak punya waktu untuk menulis; namun setelah mendengarkan penjelasan dan mulai melaksanakan praktik menulis, semua terasa mudah. Ini dibuktikan dengan bisa selesainya tulisan dari beberapa peserta yang akhirnya dapat dibuat menjadi buku ber-ISBN yang saat ini dibaca oleh kita sekalian. Tak hanya itu saja, keindahan alam yang ada di Kabupaten Jayapura sungguh sangat memanjakan mata. Mulai dari keindahan Danau Sentani, sampai dengan wisata kuliner khas Papua serta melihat indahnya Kota Jayapura di malam hari dan Pelabuhan di Kota Jayapura. Tak lupa saya menyempatkan diri melihat Stadion Mandala Jayapura, yaitu Markas Tim Sepakbola Persipura Jayapura. Dan bandara Papua yang sangat berkelas, sangat luar biasa. Pembangunan yang terus berkembang di tanah Papua sangat luar biasa, dikarenakan juga persiapan menghadapi PON 2020 di Papua. Dengan akan dibangunnya Stadion yang megah di Kabupaten Jayapura. Banyak hal yang saya dapatkan di sini, sekaligus sebagai sebuah pengalaman hidup, karena ini merupakan pertama kalinya menginjakkan kaki di Papua yang dulu dikenal dengan sebutan Irian Jaya. Ternyata di sini juga saya bertemu dengan Kawanua/ saudara dari Sulawesi Utara yang sudah menetap di Papua, bahkan ada teman-teman alumni dari almamater UNIMA yang sudah bekerja sebagai Guru dan mengabdi di tanah Papua. Dan saya pun tinggal di rumah Bapak Ketua IGI Kabupaten Jayapura di mana Istri beliau berasal dari Manado. Catatan ini saya buat ketika dalam perjalanan pulang dari Papua menuju Manado dan saya selesaikan di Tahuna (Sangihe), yang merupakan hasil kegiatan saya selama berada di Papua. Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi kita semua. Akhir kata melalui IGI bersama kanal Sagusaku saya bisa ke Papua.
Beautiful Papua. Sentani Berliterasi.
Tuhan Yesus Mengasihi Kita Semua.

Tahuna, 24 November 2018

 

 

Views All Time
Views All Time
106
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY