PPL DIKLAT PKn JENJANG LANJUT 2007

0
31

Praktek Pengalaman Lapangan atau PPL  bagi peserta DIKLAT Guru PKn Jenjang Lanjut yang diselenggarakan oleh P4Tk PKn dan IPS Malang dilaksanakan pada Sabtu, tanggal 21 April 2007 dengan objek atau tujuan Museum Brawijaya Malang, yang jaraknya sekitar 4 km dari  lokasi P4TK PKn dan IPS Malang.

Rombongan kami berangkat dari P4Tk PKn dan IPS Malang sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan bus pariwisata. Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan tes akhir dari rangkain kegiatan diklat. Tujuan kegiatan ini untuk menambah khazanah pengetahuan dan pengalaman peserta  diklat sekaligus refresing atau rekreasi, melepaskan lelah dan kesibukan selama diklat yang berlangsung hampir 2 minggu, yaitu sejak tanggal 12 sampai 20 April 2007.  Peserta yang mengikuti diklat sebanyak 30 orang dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan PPL ini.

Kegiatan PPL di Museum Brawijaya Malang berlangsung selama 1,5 jam  dengan berbagai kegiatan yang sesuai dengan tugas yang dibebankan kepada kelompok peserta masing-masing. Aku berada dalam kelompok 2 yang beranggotakan 4 orang, aku dari Kalsel, lalu dari Sulsel, Riau, dan DI Yogyakarta.

Setelah tugas kelompok masing-masing rampung selama di Museum Brawijaya Malang, maka selanjutnya perjalanan kami menuju objek  PPL berikutnya, yaitu Batu Malang. Tugas kami di Batu Malang ini adalah melihat dan mengamati rumah atau tempat tinggal dari tokoh teroris yang sangat dicari oleh  Densus 88, yaitu Dr. Azhari.  Perjalanan dari Museum Brawijaya Malang ke Batu sekitar 1 jam. Rombongan kami sampai dilokasi tujuan sekitar pukul 11.00 WIB.  Bus kami tidak dapat masuk ke lokasi yang dituju karena jalannya tidak dapat dilewati oleh bus besar, dan terpaksa kami jalan kaki sekitar 500 meter.  Lokasi rumah bekas kediaman Dr.Azhari berada dalam komplek perumahan yang jarak antar rumah tidak ada, dinding rumah yang satu menyatu dengan rumah yang lainnya.

Saat kami tiba di lokasi, aku lihat rumah yang pernah didiami gembong utama teroris tersebut dalam kondisi yang rusak, masih seperti operasi penangkapan. Masih nampak terlihat di dinding rumah banyak lubang bekas peluru. Rumah tersebut menghadap ke persimpangan jalan, ukurannya sekitar 6 x 6 meter. Sangat jelas kondisi fisik rumah yang pernah didiami teroris tersebut berantakan, ada bagian rumah yang runtuh. Hampir tidak ada peluang untuk dapat melarikan diri bagi penghuninya, karena kiri, kanan dan belakang dinding rumah semua, sehingga jalan satu-satunya hanya lewat depan rumah saja.

Aku merasa heran dan kagum terhadap kejelian polisi antiteror yang mampu melacak keberadaan gembong terduga teroris tersebut, karena letak komplek perumahan tersebut lumayan jauh dari jalan raya dan pusat pemerintahan. Menurut informasi yang dapat dari masyarakat sekitar rumah terduga teroris tersebut, bahwa di  komplek perumahan  mereka ada orang yang sangat dicari-cari oleh pihak polisi antiteror, Densus 88. Informasi dari seorang warga komplek perumahan yang rumahnya langsung berhadap dengan rumah yang ditempati para terori, bahwa dia tidak menyangka sedikit pun ada tetangga seberang rumahnya terdapat teroris yang sangat dicari oleh Densus 88. Masih menurut warga tersebut, penghuni rumah yang disewa terduga teroris tersebut mengaku sebagai mahasiswa. Bahkan, anaknya yang kecil (usia 4-5 tahun) sering diajak bermain-main di rumah terduga teroris tersebut saat hari pengepungan. Operasi penangkapan terduga teroris dilancarkan setelah anak kecil tersebut pulang ke rumah orangtuanya.

Kerapian operasi penangkapan gembong terduga teroris ini tidak terdetiksi oleh warga komplek perumahan tersebut. Menurut informasi warga, ada sebulan lalu orang mengontrak rumah yang tidak jauh dari rumah yang dikontrak oleh Dr, Azhari dan kawan-kawan. Para penghuni rumah yang baru mengontrak tersebut terlihat seperti’ buruh’ bangunan atau tukang . Warga komplek perumahan tersebut baru mengetahui bahwa yang baru mengontrak rumah tersebut adalah pasukan Densus 88 setelah operasi penangkapan Dr.Azhari dan kawan-kawan. Ternyata selama kurang lebih sebulan tim Densus 88 sudah mengintai dan menyamar untuk mengetahui aktivitas Dr. Azhari dan kawan-kawannya. Diperkirakan tim Densus 88 mengetahui keberadaan gembong terduga teroris tersebut dari komunikasi telpon via setelit yang digunakan Dr Azhari selama berkomunikasi dengan pihak luar.

 

Kegiatan PPL kami di lokasi penangkapan Dr.Azhari dan kawan-kawannya berlangsung selama lebih dari 1 jam. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalan ke objek wisata Sanggoriti, yang berjarak sekitar 5 km dari lokasi tersebut. Kami menikmati udara pegunungan yang segar dan sejuk sekitar 2 jam. Puas menikmati objek wisata tersebut kami kembali Malang sekitar pukul 16.00 WIB. Lelah dan letih menyelimuti badan, tapi rasa senang dan pengetahuan bertambah menjadi penyembuh kelelahan dan keletihan tersebut.

 

Views All Time
Views All Time
31
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnyaMENGIKUTI SEMILOKA EMPAT PILAR “ PENDIDIKAN PANCASILA, KONSTITUSI DAN KEWARGANEGARAAN “ BAGI GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL 2012
Tulisan berikutnyaKETIDAKADILAN GENDER DALAM PENDIDKAN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY