PROFESI GURU, AKANKAH HILANG DIMASA DEPAN? Oleh Nurhidayati, Guru UPTD SDN Atu-Atu Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel

0
19

Apabila kita cari di mesin pencariaan seperti google, profesi apa yang akan hilang dimasa depan? Maka secara cepat jawaban yang kita dapat adalah guru dan dosen.  Rasanya mustahil dan tidak mungkin. Apalagi kita sebagai guru maka rasanya tidak terima apabila profesi kita akan menghilang karena guru dan dosen adalah profesi yang sangat mulia dan tak tergantikan. Namun apabila kita lihat kenyataannya saat ini. Di era pandemi  saat wabah Covid 19 merambah  hampir di seluruh belahan dunia.  Saat segala kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Teknologi menjadi hal yang sangat penting, penggunaan media sosialdan media conference seperti whatapps, zoom, google classroom dan banyak media TIKlainnya menjadi salahsatusenjatautama kita untuk tetap bisa mengajar anak didik  walau tidak bertatap muka langsung.

Maka tidak mustahil peran kita sebagai guru akan digantikan alat atau mesin apabila kita sebagai guru hanya menyampaiakan pengetahuan tingkat rendah. Karena ada mesin pencari seperti google dan  begitu banyak aplikasi bimbingan belajar online serta  youtube  yang  dengan mudah dapat menjawab semua pertanyaan dari siswa kita bahkan tanpa bimbingan kita sebagai guru.

Lalu bagaimana caranya agar profesi kita tidak dapat digantikan? Seperti yang disampaikan Narasumber Webiner Pendidkan tengan tema “ Mengelola Kurikulum, Pembelajaran , dan Penilaian di Masa Pandemi Covid 19” yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut tanggal 1 Juli 2020, Bapak Dr. Zaenal Fanani, M.Ed. bahwa guru harus dapat  memberikan pembelajaran berbasis Masalah dan Projek.  Sehingga anak anak kita dapat berfikir tingkat tinggi, memecahkan masalahnya sendiri  bukan hanya   dengan bantuan  google.  Selainituberikan pertanyaan pertanyaan essai yang memerlukan jawabanterbuka bukan soal  pilihan ganda yang hanya untuk menentukan benar atau salah. Selain itu penilaiannyapun menggunakan penilaian AKM dan survey karakter. Semua proses pembelajaerandanpenilaiantersebuttidakakandapatdilakukanolehalatataumesin.  Beliau juga menyampaikan  bahwa guru juga harus  menjadi Guru Pembelajar.  Sesuai Visi Pendidikan Indonesia  2035 yaitu membangun rakyat Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera dan berakhlak mulia dengan  menumbuhkan nilai nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Demikian sedikit tulisan dari saya, terimakasih banyak Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut dan Bapak Narasumber  yang telah memberikan fasilitas dan banyak ilmu  melalui kegiatan Webiner Pendidikan ini. Semoga dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada kami untuk menjadi lebih baik lagi. Menjadi Guru Pembelajar  yang tak henti belajar sepanjang hayat, yang perannya tidak akan pernah bisa tergantikan oleh alat.

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
13
Views Today
Views Today
1
Previous articleWorkshop Pembelajaran Online Berbasis Microsoft Office 365. Bagian 4. Materi Microsoft Teams dan Microsoft Educator
Next articleMERDEKA BELAJAR. Oleh Hajimah , Guru UPTD SMPN 1 Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY