PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI INDONESIA

2
337

Pedagang-pedagang Gujarat yang datang ke Indonesia bukan hanya berdagang, tetapi juga untuk menyebarkan agama yang mereka anut. Karena terdorong ketaatan mereka pada agamanya, mereka langsung mengajarkan pada masyarakat di mana mereka berada. Di samping itu para pedagang yang datang dari Persia juga ikut menyebarkan agam Islam di Indonesia. Kerajaan Samudera Pasai adalah Kerajaan pertama yang menganut agama Islam di Indonesia, dengan Pasai sebagai pusat pengembangan dan sebagai pusat kegiatan para pedagang Islam di Indonesia. Namun, berkembangnya Malaka sebagai bandar perniagaan di Selat Malaka, menyebabkan kedudukan Pasai semakin mundur dan terdesak karena letak Malaka, jauh lebih strategis dari letak Pasai.

Pada abad ke-14 M, Malaka mulai berkembang sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. Walaupun pada mulanya Malaka merupakan suatu perkampungan nelayan, akhirnya Malaka menjadi bandar yang sangat ramai. Makin lama makin besar kekuasaan orang-orang Islam dalam dunia perdagangan di daerah Timur. Orang-orang Gujarat yang menyiarkan pengajaran agama Islam kepada orang-orang Jawa tidak menemui kesulitan, walaupun mereka telah 1000 tahun dipengaruhi oleh kebudayaan India. Penyebaran agama Islam tidak dilarang atau dirintangi oleh Kerajaan Majapahit. Pada abad ke-15 M, kekuatan Majapahit mulai hilang. Bandar-bandar perdagangan yang ada di pulau Jawa mulai dikuasai oleh kekuasaan Islam.

Bandar-bandar yang ada di utara pulau Jawa membentuk suatu persekutuan di bawah Raden Patah (bupati Demak). Pada permulaan 16 M, pasukan Demak mengadakan penyerbuan terhadap Kerajaan Majapahit. Seluruh alat kebesaran Majapahit jatuh ke tangan Demak, sehingga Kerajaan Demak berkembang dan menggantikan peranan Kerajaan Majapahit.

Faktor-faktor yang mempermudah perkembangan Islam di Indonesia antara lain :

  1. Persyaratan masuk agama Islam sangatlah mudah dibanding dengan agama lainnya, cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
  2. Dalam ajaran agama Islam tidak dikenal adanya perbedaan golongan dalam masyarakat. Masyarakat mempunyai kedudukan yang sama sebagai Hamba Allah. Walaupun demikian, ajaran agama Islam kurang meresap di kalangan Istana, hal ini dibuktikan dengan masih adanya praktek-praktek feodalisme khususnya di lingkungan keraton Jawa.
  3. Agama Islam disebarluaskan dengan cara damai yang dilakukan oleh para pedagang, dan disesuaikan dengan kebudayaan setempat.
  4. Ajaran agama Islam mudah dipahami oleh masyarakat awam dibanding agama lain.
  5. Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain. Dengan pendekatan yang tepat, maka bangsa Indonesia dengan mudah dapat menerima ajaran agama Islam.
  6. Runtuhnya kerajaan Majapahit sebagai kerajaan besar di Nusantara

Proses penyebaran Islam di Indonesia atau proses Islamisasi tidak terlepas dari
peranan para pedagang, mubaliqh/ulama, raja, bangsawan atau para adipati.
Di pulau Jawa, peranan mubaliqh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali
yang dikenal dengan sebutan walisongo atau wali sembilan yang terdiri dari:

  1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam di Jawa Timur.
  2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel Surabaya.
  3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
  4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
  5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri (Gresik)
  6. .Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja’far Shodik menyebarkan ajaran Islam di daerah Kudus.
  7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.
  8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
  9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon) Demikian sembilan wali yang sangat terkenal di pulau Jawa, Masyarakat Jawa sebagian memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup dan selalu dekat dengan Allah, sehingga dikenal dengan sebutan Waliyullah yang artinya orang yang dikasihi Allah.

Materi selanjutnya tentang “Pengaruh perkembangan Islam di Indonesia” dapat dilihat pada halaman ini !

 

Materi sebelumnya :

  1. Teori Masuknya Islam di Indonesia

Kembali keSejarah Indonesia untuk SMK K-13 revisi 2018 !

Sumber : https://elitasuratmi.wordpress.com/2012/05/02/proses-masuk-dan-berkembangnya-agama-islam-di-indonesia/

Views All Time
Views All Time
204
Views Today
Views Today
1
Previous articleTEORI MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA
Next articlePENGARUH PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Pendidikan S1 IKIP Semarang. Kota singgah : Kebumen (1982-1985), Bogor (1981), Semarang (1986-191), Jakarta (1985, 1992), Lampung (1985) Bengkulu (1991), Makasar, Balikpapan, Tarakan, Bulungan (Kalimantan Timur 1991), Malang (2017), Yogyakarta (2018). Adventure : 1. Hutan lindung Bengkulu 1991, Sepeda motor pulang pergi : Purbalingga-Jakarta (2002), Purbalingga-Bandung (2012-2016), Purbalingga-Semarang (2012-2018), Mengelilingi Gunung Slamet melalui Pratin - Guci - Bumi Jawa- Bumi Ayu- Baturaden - Purbalinga - Pratin.(2017). Mengajar tahun 1985 di SD Kretek 1 Kebumen (1985), SMP Muhamadiyah Ayah, Kebumen (1986), SMP PGRI Sempor, Kebumen1993-1995), SMP N 2 Bukateja (1996-2014), SMK N1 Bukateja, Purbalingga ( 2014-sekarang).

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY