PUISI MBAK DIVA SD 1 INDRAPURI

0
54

Terimakasih mbak Diva atas usahanya menulis karya berupa puisi. Puisi yang ditulis sangat hebat maknanya setelah ibu guru mengkaji, khususnya dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan karakter siswa-siswi SDN 1Indrapuri. Puisi yang mabk Diva buat merupakan hasil dari kegiatan GELIS. Insya Allah karya siswa SD 1Indrapuri akan kami jadikan buku ber label ISBN.

DIVA-SALWA-ANASTHA (TERBAIK,MANIS,PENYAYANG)

( Karya :Diva Salwa Ansstha/ SDN 1Indrapuri)

 

Diva,,,

Engkaulah wanita

Yang paling jelita

Di setiap saat

 

Salwa

Engkau adalah sebuah kata

Maknamu adalah manis

Perawakanmu manis laksana madu

 

Anastha

Engkau sosok wanita yang penyayang

Nan memiliki hati yang baik

Pastilah engkau figur penyayang

 

Namamu adalah harapan

Hiasi indah kepribadianmu

Tersirat makna  dari  Al-Qur’an

Kelak berguna untuk agama dan bangsa

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Puisi diatas menjelaskan tentang makna dari sebuah nama “Diva Anastha Salwa “ dimana makna dari namanya diambil dari makna yang tersirat dalam al-Qur’an. Diva artinya wanita yang paling jelita setiapsaat,Salwa artinya manis, dan Anastha artinyasosok wanita yang penyayang. Harapan orang tua memberi nama anaknya agar kelak anaknya dapat menjadi seperti nama yang melekat padanya serta berguna bagi agama dan bangsa.

 

 

MERAH PUTIH

( Karya : Diva Salwa Anstha/ SDN 1 Indrapuri)

 

Merah putih !

Dulu, sebelum engkau berkibar di tiang tinggi

Dibelai dipeluk angin merdeka

Engkau hanya lambang harapan bangsaku

 

Kini,,,

Engkau di keabadian negeriku

Kini,,,

Engkau harga mati negeriku

Kini,,,

Engkau lambang sejati negeriku

 

Walaupun engkau hanyalah kain

Tetapi,,,

Hargamu lebih dari intan berlian

Engkau lambang jati diri bangsaku

Dihormati,,,

Ditegakkan,,, hingga titik darah terakhir

 

Merah putih,,,

Kini setiap saat kulihat engkau berkibar ceria

Tanda kedamaian engkau lambaikan

Tanda persatuan engkau hamparkan

 

Wahai sang merah putih,,,

Hati bangsaku damai melihatmu

Terus berkibar di tanah airku

Kami bangga menjadi anak Indonesia

 

Kajian  (Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Puisi yang berjudul “Merah Putih” menceritakan tentang kisah sebelum bendera merah putih resmi berkibar, rakyat sangat menaruh harapan yang besar akan kemerdekaan.Setelah Indoneisa merdeka  bendera merah putih adalah harga mati, sebagai lambang sah negara kita tercinta.

Walaupun merah putih hanyalah selembar kain,namun memiliki nilai yang tidak dapat ditukar dengan intan berlian atau apapun dengan lainnya di dunia ini, dan kita warga negara Indonesia siap rela mati demi mempertahankan bendera merah putih sebagai lambang negara kita.

Perasaan bahagia, senang, dan bangga  ketika melihat bendera merah putih berkibar yang menandakan bangsa Indonesia sudah bersatu dalam kedamaian satu bangsa dan negara.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah : kita warga negara dan bangsa Indonesia harus memiliki semangat nasionalisme. Bangga menjadi warga negara Indonesia dan mencintai lambang negara, rela mempertahankan kedaulatan negara, tegakkan selalu kedamaian dan rasa persatuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATAHARI

( Karya : Diva Salwa Anastha/SDN 1Indrapuri)

 

Matahari,,,

Benda alam di jagad raya

Ciptaan Tuhan yang maha kaya

Menyinari bumi dan isinya

 

Tanpamu matahari

Bumi dingin tiada kehidupan

Tanpa sinarmu matahari

Dunia gelap hampa kelam

 

Oh,,, matahari

Dengan cahayamu terangi bumi

Dengan cahayamu hijaukan bumi

 

Kau diciptakan sangat bermamfaat

Untuk kehidupan di bumi dan manusia

Terimakasih Tuhan atas rahmat karunia-Mu

Matahari,,,,

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Puisi yang berjudul “matahari” menceritakan tentang matahari sebagai benda alam ciptaan Tuhan di jagad raya ini. Matahari diciptakan sangat bermamfaat, karena matahari adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk di dunia. Tanpa matahari tidak ada kehidupan, dengan cahaya matahari tumbuhan menjadi hijau, dan kita wajib selalu bersyukur kepada Tuhan atas rahmat Tuhan yang sudah menciptakan matahari untuk kelangsungan hidup kita di bumi ini.

 

 

SAHABAT SEJATIKU

( Karya : Diva Salwa Anastha /SDN 1 Indrapuri )

 

Sahabat,,,

Engkau bagaikan malaikat untukku

Engkau bagaikan bidadari untukku

Semua kebaikan,,,

Engkau curahkan untukku

 

Dikala sedih engkau menghiburku

Dikala senang engkau ikut bahagia

Dikala daku kesusahan,,

Engkau semangatku

 

Wahai sahabat

Satu pintaku padamu

Jabat erat tangan kita

Genggam erat persaudaraan kita

Seumur hidup jangan  terlepas

Kita berjanji,,,

Akan menyatukan dunia kita

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Puisi diatas memuat isi tentang seorang teman yang menjadi sahabat sejati,bagaikan malaikat yang selalu bersama disaat sedih, susah. Disaat kita bahagia sahabat juga akan merasa bahagia.

Kepada sahabat sejati yang sangat setia dalam kedaaan apapun, diharapkan jangan pernah memutuskan persahabatan seumur hidup.

Pesan moral dari puisi “ sahabat sejatiku” yang dapat diambil adalah kita harus setia kepada sahabat, mau berkorban untuk membantu sahabat kita, tidak memiliki sifat iri dengki kepada kawan kita, bila kawan kita sedang bahagia kita ikut bersuka cita dan merasakan kebahagaiannya.

IBUKU TERCINTA

( Karya : Diva Salwa Anastha ./ SDN 1 Indrapuri )

 

Ibu,,,

Tangan lembutmu yang membelaiku

Hangatnya pelukan dirimu

Menghangatkan dinginnya hatiku

 

Engkau merawatku penuh cinta

Menjaga diriku dengan kesabaran

Membesarkanku segenap kasih sayang

 

Ibu,,,

Secarik puisi kupersembahkan

Mewakili cinta abadiku sepanjang waktu

Harapan dan d’oa selalu kupanjatkan

Kasih sayangku hanya untukmu

 

Oh ibu,,,

Dari hatiku yang paling dalam

Engkau tiada terganti di dunia ini

Menyanyangimu setulus hati

Terimakasih ibu,,,

Atas jasa ikhlasmu

Untuk diriku…..

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Kajian dari puisi  diatas adalah ibu dengan penuh kelembutan, kesabaran, keikhlasan merawat anaknya dengan cinta kasih. Do’a yang senantiasa dipanjatkan kepada Allah serta terimakasih anaknya untuk ibu ditumpahkan lewat indahnya goresan puisi, karena anaknya sadar ibu tiada dapat tergantikan dengan apapun di dunia ini.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah : kita sebagai anak wajib membalas jasa orang tua kita dengan mematuhi kedua orang tua kita, tidak menyakiti hati mereka, rajin belajar ilmu dunia dan akhirat, selalu mendo’akan mereka setiap waktu agar Allah memberi kesehatan dan mengampuni dosa-dosa mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH IDAMANKU

( Karya : Diva Salwa Anastha / SDN 1 Indrapuri )

 

Penuh semangat kulangkahkan kaki

Setiap hari aku jalani

Menuju rumah keluarga keduaku

Guru yang sabar mengajariku

Sekolah tempat menimba ilmu

Sekolahku,,,

Aku bahagia berada di sekolah

Guru yang menyayangi  teman yang baik

Belajar menyenangkan sambil bernyanyi

 

Di sekolah aku merasa senang

Di sekolah belajar tiada bosan

Di sekolah aku menjadi pintar

Di sekolah aku banyak sahabat

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Puisi ”sekolah idamanku” menyajikan tentang kisah  yang menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, tempat mencari dan menimba berbagai ilmu. Guru di sekolah sebagai orang tua ke dua dan di sekolah banyak memilki teman. Belajar dengan sangat menyenangkan dan tidak membosankan di sekolah, dan di sekolah akan membuat kita menjadi pintar.

Pesan moral dari puisi diatas adalah kita harus rajin menntut ilmu, jangan malas untuk pergi sekolah, karena dengan bersekolah dapat tercapai cita-cita yang kita inginkan.

 

 

 

 

 

GURU PELITA HIDUPKU

( Karya :Diva Salwa Anastha / SDN 1 Indrapuri )

 

Guru,,,

Engkau membimbingku

Engkau mendidikku

Engkau mengajariku

Tanpa keluh tanpa lelah setiap hari

 

Engkau laksana lilin

Menerangi pengetahuanku

Dari aku tiada mengenal ilmu

Hingga sebesar pengetahuanku saat ini

 

Oh,, guruku

Engkau adalah pelita hidupku

Engkau orang tua kedua bagiku

Tanpamu apa jadinya aku

 

Kesabaranmu sangatlah besar

Menghadapi tingkah muridmu

Tanpa ada amarah engkau tunjukkan

Terimakasih wahai guruku

 

 

Kajian ( Oleh : Juwita, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd)

Kajian dari puisi diatas adalah seorang guru tanpa rasa lelah setiap dengan penuh kesabaran mendidik dan membimbing siswa hingga mereka berperilaku baik dan mengetahui berbagai ilmu pengetahuan. Tidak pernah marah menghadapi berbagai macam tingkah siswanya di sekolah. Guru adalah pelita dalam kehidupan muridnya serta orang tua kedua bagi muridnya di sekolah.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah tanpa jasa seorang guru kita tidak akan dapat mengetahui berbagai ilmu, dan kita harus menghargai jasa seorang guru yang sudah bersusah payah mendidik kita dengan cara patuh kepada guru dan rajin belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Views All Time
Views All Time
68
Views Today
Views Today
1
Previous articleMengapa Siswa Diculik?
Next articleMengenal dan Memahami Karakteristik Siswa dalam Strategi Pembelajaran
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY