Rahasia Shalat Jumat yang Terabaikan

0
17

Setiap hari Jum’at, muslim laki-laki diwajibkan melaksanakan shalat Jum’at di masjid, sebagaimana perintah-Nya : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS. Al-Jumuah, 62:9). Mayoritas umat Islam mengetahui hal itu walaupun ternyata masih cukup banyak muslim laki-laki yang tidak melaksanakan shalat Jumat.  

Namun yang lebih disayangkan adalah bahwa shalat Jumat terkesan hanya sekedar ibadah yang rutin saja. Kaum muslimin melaksanakan shalat Jumat hanya untuk menggugurkan kewajiban. Hal ini mudah dilihat dari tidak semangatnya orang muslim datang ke mesjid. Sehingga datang ke mesjid saling mengkhirkan bukan berlomba-lomba datang awal. Selain itu, mereka menunggu di luar mesjid sambil ngobrol, merokok dan setelah di dalam, masih saja ada yang berbicara. Sebagian lagi sangat menikmati ‘tidur siang’ di dalam mesjid, sementera khatib berkicau dengan nada yang menambah kenimatan tidur. Bahkan saking seringnya tidur di dalam mesjid sampai muncul ungkapan, “Shalat Jumat yu, supaya tidurnya nikmat banget…”. Itulah kenyataan di lapangan yang tampaknya menjadi sebuah kewajaran.

Padahal kalau kita kaji lagi mengenai berbagai keutamaan shalat Jumat, maka kita akan menyayangkan diri sendiri untuk membiarkan begitu saja memperoleh berbagai rahasia yang terkandung di dalam shalat Jumat. Berikut akan penulis paparkan beberapa rahasia shalat Jumat yang sudah kita abaikan itu :

  1. Aus bin Aus berkata: Rasulullah  bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah). Dari hadits ini dapat diketahui bahwa jika kita berusaha untuk segera ke masjid dan menempati shaf pertama pada shalat jumat, maka setiap langkah yang kita ayunkan dijanjikan dapat pahala shaum dan shalat selama 1 tahun. Tidakkah kita termotivasi dengan janji itu ? 
  2. “Barangsiapa yang mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).”(HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850). Berdasarkan hadits ini, Allah SWT menjanjikan pahala disesuaikan dengan waktu kedatangan hamba-Nya. Jika kita datang di awal waktu, pahalanya seolah-olah kita telah berkurban unta. Kemudian setelah itu seperti berkurban sapi dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw ingin umat ini berlomba-lomba untu bersegara datang ke masjid melaksanakan shalat Jumat. Tapi seperti yang sudah kita ketahui bersama, justeru pada zaman ini orang berdatangan saling mengakhirkan. Kalaupun yang datang awal biasanya adalah para pengurus masjid dan orang-orang yang memang rutin shalat berjamaah di masjid.
  3. Dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 233). Dari hadits ini, Allah SWT menjanjikan penghapusan dosa—selain dosa besar—dari Jumat ke Jumat. Jadi minimal tiap satu minggu ke depan ada dosa-dosa yang dihapus. Tidakkah kita ingin dosa-dosa kita dihapus tiap minggu ?

Subhanallah…begitu banyak keutamaan yang telah Allah SWT janjikan untuk kita. Betapa banyaknya rahasia shalat Jumat yang telah kita abaikan selama ini walaupun kita sudah mengetahuinya. Oleh karena itu, dengan sedikit pengungkapan beberapa rahasia di atas, marilah kita bangkitkan kembali semangat shalat Jumat yang berkualitas. Jangan asal menggugurkan kewajiban, datang tapi kemudian mengobrol atau sekedar ‘tidur siang’ di dalam masjid. Sedangkan khutbah dan shalatnya sendiri tidak bermanfaat untuk kita amalkan di masa yang akan datang.

Kemudian untuk menambah semangat shalat Jumat, mari kita telaah sedikit hikmah dari shalat Jumat itu sendiri. Diantaranya adalah pertama, shalat Jumat mengajarkan kesabaran. Hal ini benar-benar latihan yang sangat membutuhkan kesabaran. Walaupun ‘hanya’ beberapa menit tidak mengobrol untuk mendengarkan khutbah, terbukti masih banyak yang tidak mampu bersabar untuk itu. Kedua, banyak ilmu yang diperoleh dari para khatib yang berkhutbah. Dengan catatan, kita mendengarkan dan tidak tidur selama khatib berkhutbah. Ketiga, melatih kita untuk bersegera berbuat amal shaleh. Berbagai hadits yang telah disebutkan di atas dengan jelas mengajarkan kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan dan beramal. Keempat, melatih kekhusuyuan sekaligus memberikan refreshing dari kepenatan aktivitas. Jika kita berusaha benar-benar melaksanakan shalat Jumat dengan apa yang diharapkan oleh Rasulullah Saw, maka insya Allah manfaat ini akan kita dapatkan.

Demikianlah beberapa rahasia dari shalat Jum’at yang selama ini kita abaikan. Mari kita perbaiki diri dan bersemangat kembali melaksanakan shalat Jumat dengan sebaik-baiknya.

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY