REFLEKSI 29 TAHUN MENGABDI MENJADI GURU : MASA DI SMPN 3 PANYIPATAN –Bagian 5 (2017)

0
80

Kepala sekolah  merupakan tugas tambahan bagi seorang guru.  Kepala sekolah wajib mengajar minimal 6 (enam) jam per minggu. Selaku Kepala Sekolah SMPN 3 Panyipatan, setiap menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), aku dan kepala sekolah SMP dan MTs yang ada di Kecamatan Panyipatan mengadakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan kepengawasan silang Ujian Nasional (UN). Kegiatan rapat koordinasi antar kepala sekolah/ madrasah ini sering dilaksanakan di SMPN 3 Panyipatan, karena letak sekolah kami ini mudah terjangkau dan tidak sulit dicari. Dalam rapat koordinasi tersebut dibicarakan mengenai komposisi atau jumlah ruang UN masing-masing sekolah, jumlah pengawas yang akan dikirim sekolah berdasarkan jumlah ruang UN, jadwal pertemuan seluruh pengawas UN se Kecamatan Panyipatan, dan sebagainya.

Kegiatan pertemuan seluruh pangawas UN se Kecamatan Penyipatan diikuti oleh sekolah/madrasah yang melaksanakan UN, yaitu SMPN 1 Panyipatan, SMPN 2 Panyipatan, SMPN 3 Panyipatan, MTsN Panyipatan, MTs Satu Atap Panyipatan, dan madrasah swasta yang melaksanakan UN.  Sebagai tuan rumah pelaksanaan pertemuan pengawas UN ini ditentukan berdasarkan giliran atau arisan setiap tahunnya. Sebagai  tuan rumah akan mendapat pergantian biaya untuk sanck dan makan siang sesuai dengan jumlah guru dari masing-masing sekolah. Artinya, untuk biaya makan dan minum kami urunan dan tanggung bersama.

Kegiatan pertemuan pengawas UN se Kecamatan Panyipatan, biasanya dilaksanakan seminggu menjelang UN dilaksanakan,  diisi dengan pengarahan atau informasi tentang pelaksanaan UN, seperti jadwal pelaksanaan UN, bentuk/jenis soal, dan sebagainya sesuai dengan ketentuan dalan  POS (Prosedur Operasional Standar) UN yang dikeluarkan oleh BSNP sebagai regulator UN. Sebagai inti dari pelaksanaan pertemuan pengawas UN ini adalah informasi dan pengarahan mengenai tata tertib kepengawasan UN. Perlu diketahui bahwa, banyak pengawas UN yang baru  atau pun yang sudah pernah mengawas UN terkadang tidak mengetahui persis tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengawas. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturrahim antara pengawas UN, dan juga yang penting menjadi wahana penyegaran kembali tugas dan kewajiban pengawas UN, sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dengan baik dan  UN berjalan lancar.

Narasumber dalam pertemuan pengawas UN se Kecamatan Panyipatan tersebut,  biasanya aku dan kepala sekolah/madrasah yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain sebagai narasumber, kepala sekolah atau madrasah memberikan informasi awal tentang kegiatan UN di sekolahnya, seperti jumlah peserta, jumlah ruang, dan sebagainya. Selama  ini, kegiatan pertemuan pengawas UN tersebut cukup efektif dan dapat memberikan dampak positif bagi pelaksanaan UN di Kecamatan Panyipatan, sehingga mengurangi masalah yang biasanya terjadi saat pelaksanaan UN yang disebabkan oleh ketidatahuan pengawas UN.

Views All Time
Views All Time
177
Views Today
Views Today
1
Previous articleBISAKAH SEORANG GURU SUKSES?
Next articleREFLEKSI 29 TAHUN MENGABDI MENJADI GURU : MASA DI SMPN 3 PANYIPATAN –Bagian 6 (2017)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY