Refleksi Hardiknas 2019 : Budaya Maju Hormati dan Muliakan Gurumu

0
65

Oleh : Imam Syafii
Jabatan : Guru MAN 1 Musi Rawas

Menekuni profesi guru adalah panggilan dan jalan mulia pengabdian untuk meraih kemuliaan hidup tidak saja kemuliaan dalam dimensi dunia yang fana tetapi juga kemuliaan dimensi akhirat yang kekal disisi sang maha pencipta Allah SWT, jika didasari niat yang bersih dan ikhlas untuk mendidik generasi bangsa menjadi manusia-manusia yang cerdas, mandiri, bertanggung jawab serta berakhlak mulia sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Tugas dan pengabdian yang diemban inilah menghantarkan profesi guru menjadi profesi mulia dan banyak diminati oleh karena perannya melahirkan generasi-generasi bangsa yang berilmu pengetahuan, menguasai teknologi, berkepribadian mulia (berakhlaqul karimah) dan bertanggung jawab sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Didalam UU No 14 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Untuk itu dalam kedudukan kemuliaan profesi guru sebagai tenaga profesional, seorang guru dituntut dapat melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam UU No 14 Tahun 2005 Bab II Pasal 6 bahwa “kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.
Segudang tugas dan tanggung jawab profesi guru dalam mengemban amanah besar ini maka sudah sepatutnya momen peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei khususnya pada tahun 2019 yang bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan ” kita apresiasi dan mampu kita maknai dengan sebaik-baiknya.

Menurut hemat penulis ada beberapa makna yang dapat kita ambil sebagai bentuk refleksi dari peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun ini.

Pertama, Menghargai Jasa Guru
Sangat disadari bahwa guru selaku pendidik profesional bukanlah suatu pekerjaan yang mudah dan sudah barang tentu sangatlah berat oleh karena syarat dengan banyak aspek yang dihadapi terkait tugas-tugas dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, sekaligus mengemban amanah melaksanakan sistem pendidikan nasional serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni melahirkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Mencerdaskan anak-anak bangsa dan memanusiakan manusia sehingga lahirlah manusia sesuai dengan amanah tujuan pendidikan nasional tersebut bukan pula pekerjaan yang ringan, butuh kesabaran, ketabahan, keuletan, dan tanpa ada kata putus asa, meski banyak kekurangan dan keterbatasan yang sering dihadapi namun impian untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang besar, bermartabat dan berkemajuan menjadi semangat yang terus berkobar di dalam dada setiap guru yang dilandasi pengabdian dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Masa depan suatu bangsa bergantung pada generasinya, dan generasi bangsa sangat bergantung kepada guru-gurunya.

Atas jasa-jasa guru inilah kita semua yang kini terlahir sebagai manusia Indonesia yang berilmupengetahuan, berbudaya cakap dan terampil, bertekhnologi, beriman, bertakwa, mandiri, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, serta bertanggung jawab tentunya wajib menghargai jasa guru. Semua yang kita peroleh saat ini itu tidak terlepas atas jasa guru. Kita bisa menjadi diri kita pada hari ini adalah berkat doa dan ilmu yang diberikan oleh guru-guru kita.

Kedua, Memuliakan Guru
Kemuliaan dan hasil kerja keras guru tercermin dengan lahirnya generasi-generasi baru bangsa sebagai pribadi yang berbeda dari pribadi yang tidak bisa calistung (baca, tulis, dan hitung) bertransformasi menjadi seorang profesor, doktor, magister, insinyur, dokter, dan segudang profesi lainnya dengan berbagai jabatan yang diduduki dan gelar yang diperoleh kesemuanya itu atas berkat jasa guru.

Oleh sebab itu sangatlah logis jika kita semua untuk memuliakan guru melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ini dengan menyayanginya, menghargainya, menghormatinya, menjadikannya panutan atas pengabdian yang mereka lakukan yang tulus, ikhlas mendidik, mengajar dan membimbing kita laksana orang tua kandung kita. Tidaklah berlebihan kiranya jika dedikasi mereka dalam mencerdaskan dan mendidik anak bangsa ini kita meriahkan dengan berbagai kegiatan dan pemberian penghargaan untuk memuliakan mereka.

Ketiga, Mendorong Peningkatan Profesionalitas Guru
Prinsip-prinsip profesionalitas guru menunjukkan bahwa setiap orang yang ingin dan telah menekuni profesi guru haruslah memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, idealisme, komitmen meningkatkan mutu pendidikan. Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut maka setiap guru akan menyadari akan arti dan perannya dalam meraih dan mencapai kemuliaan dengan terus berkarya untuk memajukan pendidikan dan lahirnya generasi-generasi bangsa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Menjadi seorang guru bukanlah pelarian atau suatu keterpaksaan, akan tetapi merupakan panggilan jiwa yang melekat dengan bakat, minat dan idealisme serta ditunjang dengan komitmen kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Prinsip-prinsip profesionalitas tertuang dalam Bab III Pasal 7 ayat 1 point a s.d e UU No 14 Tahun 2015 tentang Guru dan Dosen bahwa “Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut : a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; c. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.

Sebagai seorang pendidik seorang guru juga dituntut untuk terus berupaya meningkatan profesionalitasnya dengan mengikuti berbagai even kegaiatan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) untuk pengembangan dirinya, terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan tekhnologi.
Seiring dengan perubahan dan tuntutan zaman, guru pun juga harus membuka diri dan terus belajar agar tidak tertinggal dengan berbagai pembaharuan terkait dengan kurikulum dan kemampuan pedagogis, kepribadian, profesional, dan sosial yang tercakup dalam empat kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru yang mengakar pada prinsip long life education (belajar sepanjang hayat).

Keempat, Memantapkan Peranan Guru
Dari empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru (pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial) maka dapat kita sederhanakan menjadi dua peranan penting guru, pertama peran guru di sekolah/madrasah dan kedua peranan guru di masyarakat. Hari Guru Nasional (HGN) 2019, semakin memantapkan peranan guru baik disekolah/madrasah dan perannya di masyarakat.

Disekolah/madrasah guru berperanan penting dalam hal pengelolaan kegiatan belajar mengajar dengan fungsi-fungsi diantaranya sebagai berikut : 1. Guru sebagai Designer of Instruction (perancang pengajaran), 2. Guru sebagai Manager of Instruction (pengelola pengajaran), 3. Guru sebagai Evaluator of Student Learning (penilai prestasi belajar siswa). Hal ini menunjukkan bahwa guru adalah suksesor keberhasilan kompetensi peserta didik.
Pada tataran masyarakat guru dipandang sebagai orang yang mampu mengangkat derajat masyarakat dari liang kebodohan, dan kemiskinan. Guru dipandang mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik hingga mereka mampu terjun ke dunia kerja. Oleh sebab itu peranan guru di tengah-tengah masyarakat benar-benar sangat strategis dalam mebangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan diperingatinya Hardiknas setiap tahun maka profesi guru mendapatkan tempat yang strategis dan perhatian khusus baik dari Pemerintah dan masyarakat luas. Hal ini tentu semakin memantapkan eksistensi profesi guru. Semoga pada peringatan Hardiknas tahun 2019 ini guru semakin berkualitas dan sejahtera. Terima kasih guruku.

Views All Time
Views All Time
98
Views Today
Views Today
4
Previous articleBerlaku Bijak di Medsos
Next articleNafas Suci Ramadhan
Imam Syafii, M.Si. Guru di MAN 1 Musi Rawas Prov. Sumatera Selatan. Lahir di Desa Tebat Jaya, BK 0 (OKU Timur-Sumsel) 22 Pebruari 1978. Pendidikan dasar saya tempuh pertama kali di SDN Inpres Balikpapan Kalimantan Timur pada tahun 1984 hingga kelas 3 dan melanjutkan pendidikan dasar kelas 4 di SDN Patok Songo Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur- Sumsel lulus tahun 1990. Kemudian melanjutkan ke MTsN Martapura Kab. OKU Timur lulus pada tahun 1993. Pendidikan menengah atas saya tempuh di Pondok Pesantrean Nurul Huda Sukaraja Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur di MA Nurul Huda Jurusan A3 (Biologi) lulus pada tahun 1996. Saya menlanjutkan Pendidikan S1 di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru-Riau jurusan Agronomi dan meraih predikat lulusan terbaik pada tahun 2001. Setelah enam bulan menjalani profesi sebagai asisten dosen memperoleh kesempatan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau untuk melanjutkan Pendidikan Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB-Bogor) masuk tahun 2002 dan lulus pada tahun 2004. Profesi guru saya jalani sejak lulus dari Bogor dengan menjadi guru honorer di MTsN 1 Muara Kelingi, di SMAN 1 Muara Kelingi, di MA Hidayatullah Muara Kelingi , SMAN Karya Sakti Kec. Muara Kelingi, MAN Muara Kelingi, SMAN 2 Muara Kelingi Kab. Musi Rawas. dI Tahun 2008 saya mendapatkan SK Bupati sebagai Guru TKS di SMAN 1 Muara Kelingi, dan di tahun 2009 kuliah kembali mengambil program Akta IV Pendidikan Biologi di Universitas Bengkulu dan pada tahun 2014 mendapatkan SK sebagai PNS di MAN 1 Musi Rawas.

LEAVE A REPLY