Respon-respon Membangun tentang Isu PR

0
30

Masalah PR yang mencuat pekan ini, saya sempat menulisnya di Kompasiana.com dengan judul: PR Itu Bagian dari Pendidikan Karakter yang dapat dibuka melalui tautan berikut: https://www.kompasiana.com/thsalengke/5b5013d7677ffb758840e3e4/pr-itu-bagian-dari-pendidikan-karakter

Secara garis besar komentar pembaca rata-rata setuju ada PR tetapi harus proposrsional yang intinya jangan sampai membebani peserta didik untuk mengikuti kegiatan di rumah bersama keluarga dan teman-teman mereka.

Berikut komentar pembaca di Kompasiana sbb:

S. Aji – Saya setuju PR masih harus ada, Om. Ada PR saja gak bisa jauh dari gawai dan playstation atau warnet anak-anak zaman kiwari. Tinggal dibicarakan antara proporsi dan beban anak saja, ya Om.
Salam Om

Mom Abel – Setuju. PR tetap perlu namun dalam batas kewajaran baik materi dan tenggang waktu. Seringkali PR banyak dan dikumpul besok, itu yang membuat anak bisa jadi tertekan dan tidak bahagia. Salam

Irwan Rinaldi Sikumbang – Sependapat, PR itu penting. Tapi juga perlu kreativitas dalam menyusun PR, bukan copy paste

Suko Waspodo – Dalam porsi yang wajar dan kreatif maka PR sungguh sangat berguna. Salam hangat.

Giri Lukmanto – Apalagi kalau beban PR lebih berat dari sekolah ya pak..
Salam 🙂

Indria Salim – Sependapat, Pak. Pendidikan itu proses panjang dimulai sedini mungkin, antara lain melalui penanaman kesadaran untuk bertanggung jawab dan disiplin. Salam hangat.

Latifah Maurinta – Memang bagus untuk melatih kedisiplinan. Tapi bisa menjadi beban dan menyita waktu. Anak jadi tak punya waktu untuk mengembangkan diri dan mempelajari hal2 lain.

Demikian komentar pembada pada artikel yang judul dan tautannya tersebut di atas. Semoga bermanfaat.

Sekadar berbagi dari IGI Malaysia

KL: 20072018

Views All Time
Views All Time
102
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY