Revolusi Mental PNS dan Biropreneur (birokrasi entrepreneur)

0
362

Gerakan revolusi mental adalah gerakan pemerintah bersama rakyat untuk meperbaiki karakter bangsa. Gerakan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo diterapkan pada semua bidang kehidupan, termasuk pada kehidupan pegawai negeri sipil (PNS) dan birokrasi. Revolusi mental menghadapkan PNS  kepada perubahan paradigma PNS dan reformasi birokrasi. Paradigma PNS diantaranya adalah sikap mental PNS sebagai pelayan publik dan PNS yang egaliter dan netral. Reformasi birokrasi berupaya mewujudkan PNS bermental kerja, cinta akan pekerjaan, serta bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dan Narkoba.

PNS adalah pegawai pelayan publik yang berintegritas dan bersemangat kerja tinggi. PNS merupakan aparat sipil negara dengan tugas memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Penanaman paradigma pelayan masyarakat kepada semua PNS perlu selalu dilakukan. Paradigma tersebut akan berpengaruh pada mentalitas melayani sepenuh hati dan bukan dilayani pada diri pegawai. Orientasi pelayanan prima akan menjadi tolak ukur sehingga kepuasan masyarakat diharapkan akan semakin meningkat. Tingkat kepuasan masyarakat yang dicapai bukan sekedar pencitraan PNS semata.  Kepuasaan masyarakat atas pelayanan PNS adalah prestasi sebaiknya perlu dipegang oleh setiap PNS.

Paradigma pelayan publik yang terbentuk juga harus diimbangi dengan sikap egaliter dan netral PNS. Sikap egaliter adalah sikap yang memandang persamaan diantara anggota masyarakat, sedangkan sikap netral adalah sikap ketidakberpihakan. Sikap tersebut mempunya arti bahwa seorang PNS akan memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan kesemua kalangan masyarakat tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras, dan golongan yang ada. Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan akses pelayanan yang sama.

Reformasi birokrasi sebagai salah satu agenda reformasi diharapkan mampu membentuk PNS yang profesional bermental kerja, cinta pekerjaan, serta bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dan Narkoba. PNS selaku penggerak kehidupan dalam pemerintahan harus memiliki mental kerja. Pekerjaan dilakukan dengan sepenuh hati bukan karena diawasi oleh atasan maupun masyarakat, namun karena perasaan tanggung jawab kepada Allah SWT. Mental kerja yang dimiliki akan semakin  baik jika diikuti dengan cinta akan pekerjaan. PNS yang bekerja dilandasi dengan perasaan cinta akan pekerjaan tentu menghadirkan energi positif baik bagi dirinya maupun lingkungan disekitarnya. Lingkungan kerja yang positif membentuk budaya kerja dinamis dan menyenangkan, sehingga tujuan akan lebih mudah dicapai.

KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan narkoba merupakan musuh bersama bangsa Indonesia, begitu pula bagi PNS. KKN dan narkoba mengakibatkan kemampuan kerja PNS menurun, bahkan menghilang. KKN berpengaruh pada iklim kerja yang ada, karena prestasi kerja yang seharusnya dinilai dengan obyektif akan terimbas dengan adanya KKN. Penilaian prestasi sebenarnya bukan tujuan, akan tetapi sebuah penghargaan tentu memberikan dorongan tersendiri bagi kinerja PNS. Usaha untuk mewujudkan PNS yang bebas KKN dan narkoba selain selaras dengan revolusi mental juga demi terwujudnya budaya kerja PNS yang baik dan profesional.

PNS yang profesional merupakan cerminan good governance. Karakter PNS yang profesional dapat dibentuk dengan menerapkan karakter entrepreneur dalam diri PNS. Entrepreneur merupakan istilah yang diambil dari kata bahasa Prancis, entre-preneur, yang memiliki arti berani dalam berusaha. Definisi yang tepat tentang entrepreneur adalah proses untuk melakukan sesuatu yang baru berupa memberikan nilai tambah. Sesuatu yang baru tersebut dapat menyangkut tentang penerapan teknologi baru, penerapan pengetahuan yang baru, perbaikan terhadap cara-cara lama, dan penemuan cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien. Adapun jiwa entrepreneur diantaranya yaitu inovatif dan kreatif, pantang menyerah, fleksibel, dan beriorientasi masa depan. PNS yang berjiwa entrepreneur bukan berarti seorang PNS juga harus merangkap sebagai pengusaha. Pengusaha belum tentu berjiwa entrepreneur, meskipun biasanya seorang pengusaha memiliki jiwa entrepreneur. PNS yang juga seorang birokrat sebaiknya memiliki jiwa entrepreneur sehingga menjadi seorang biropreneur. Biropreneur atau birokrat entrepreneur akan memandang masyarakat yang dilayani sebagai pelanggan atau customer, sehingga prinsip pelanggan adalah raja tertanam kuat.  Kepuasan pelanggan akan didahulukan dengan pelayanan sebaik mungkin. Pelayanan terbaik yang diberikan sebenarnya sudah merupakan produk tersendiri bagi PNS, bahkan dapat menjadi brand bagi institusi PNS yang menaunginya. Jadi biropreneur adalah birokrat (PNS) yang berjiwa entrepreneur.

Jiwa entrepreneur yang seharusnya dimiliki PNS yaitu sebagai berikut:

  1. Inovatif dan Kreatif

Seorang entrepreneur dituntut melakukan sesuatu yang baru dengan nilai tambah yang lebih dibandingkan dengan sesuatu yang lama. PNS dengan jiwa inovatif dan kreatif akan selalu melakukan evaluasi diri terhadap pelayanan yang dilakukan agar semakin cepat, tepat, dan memuaskan masyarakat yang dilayaninya. Jiwa inovatif dan kreatif diperlukan karena perubahan sosial dan budaya akibat perkembangan teknologi dan informasi yang demikian cepat. Fenomena tersebut menuntut PNS harus selalu inovatif dan kreatif mencari terobosan baru dalam pelayanan prima yang hendak dicapainya.

  1. Pantang Menyerah

Pantang menyerah diperlukan sebab dalam mendapatkan hal baru tentu membutuhkan waktu baik dalam penemuannya juga dalam penerapannya di masyarakat. Prinsip adaptasi terhadap hal yang baru perlu diperhatikan sehingga jiwa pantang menyerah untuk terus berusaha harus ditanamkan dengan kuat. Masyarakat sebagai pelanggan atau customer bagi PNS memiliki keragaman sosial budaya. Pendekatan humanis dan persuasif akan membentuk jalinan kerjasama yang baik dan saling mendukung satu sama lain.

  1. Fleksibel dan Supel

Fleksibel dan supel memiliki arti bahwa PNS dalam melakukan hubungan dengan masyarakat harus memperhatikan kondisi setempat baik karakter, kebiasaan, dan adat budaya setempat agar masyarakat dapat merasa dihargai dan bersedia untuk berubah. Peribahasa berupa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung perlu dipegang oleh PNS. Sikap yang berjiwa fleksibel dan supel akan menjadikan PNS mudah diterima oleh masyarakat dimanapun PNS tersebut ditugaskan.

 

 

  1. Orientasi Masa Depan

Orientasi masa depan yang memiliki arti bahwa entrepreneur harus mempertimbangkan tentang masa depan yang akan dicapai dan tindak lanjut dari hal baru yang telah didapat atau bahkan diterapkan. PNS perlu memiliki jiwa orientasi masa depan sehingga kelanjutan dari pencapaian yang telah diraih akan senantiasa berkesinambungan. Tindakan yang akan dilakukan pasti direncanakan secara matang agar terhindar dari kegagalan.

 

PNS yang berjiwa entrepreneur tentu akan membawa semangat entrepreneur  ke dalam pekerjaan dan lingkungan kerja. Seorang biropreneur akan bekerja dengan standar operasional yang jelas dan ringkas. Sifat fleksibel yang dimiliki akan membuat masyarakat lebih merasa nyaman karena pelayanan cepat, tepat, murah, dan mudah. Kepuasan masyarakat sebagai tolak ukur dalam pelayanan.  Terobosan-terobosan baru untuk mewujudkan layanan prima akan terus dilakukan.

Revolusi mental yang menjadi landasan PNS akan semakin kuat dan berhasil dengan diiringi jiwa biropreneur, birokrasi berjiwa entrepreneur. PNS berjiwa entrepreneur akan berusaha untuk menghasilkan produk-produk unggulan sehingga disamping produk unggulan sebagai hasil terobosan baru dalam birokrasi, PNS yang berjiwa entrepreneur sebenarnya juga produk karena pekerjaan yang dilakukan dan jiwa dan sikap yang dimiliki. Citra positif PNS akan terbangun dengan sendirinya dari produk yang dihasilkan. Citra tersebut secara otomatis akan menjadi media promosi dan daya tarik PNS kepada masyarakat yang sudah dianggap sebagi pelanggan atau customer. PNS yang bercitra positif selain menguntungkan bagi yang bersangkutan juga menguntungkan bagi bagi instansi dan pemerintah. Dengan demikian semua pihak diuntungkan baik PNS, masyarakat, institusi yang menaungi, dan pemerintah. Hubungan yang saling menguntungkan akan membuat suasana semakin gayeng. Gayeng adalah istilah dari bahasa Jawa yang berarti menyenangkan. Revolusi mental dan jiwa entrepreneur akan membentuk PNS biropreneur yang unggul baik unggul dalam pelayanan, unggul dalam produk, dan unggul dalam sikap.

Views All Time
Views All Time
530
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY