RTH RATU ZALEHA MARTAPURA

0
7
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha wahana rekreasi dan menambah asri wajah kota intan Martapura, Banjar, Kalsel. RTH ini dulunya lokasi komplek rumah sakit lama yang telah dipindahkan ke lokasi yang baru, yang bernama RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ratu Zaleha, oleh sebab itulah RTH tersebut dinamai dengan nama yang sama.
Lalu, siapakah Ratu Zaleha tersebut ?

Ratu Zaleha dikenal sebagai pejuang tangguh dalam menghadapi penjajah Belanda yang mampu mengumpulkan banyak suku Dayak untuk bersama-sama melawan Belanda saat itu. Sosok pejuang wanita yang berdarah bangsawan ini sangat disegani oleh Belanda.

Lahir dari keluarga bangsawan Banjar pada tahun 1880. Ratu Zaleha merupakan  anak dari Gusti Muhammad Seman yang sekaligus cucu dari Pangeran Antasari.  Perlawanan terhadap Belanda sudah beliau mulai sejak kecil mengikuti perjuangan ayahnya melawan Belanda.

Ratu Zaleha, yang nama aslinya Gusti Zuleha, menikah dengan Gusti Muhammad Arsyad yang merupakan sosok pejuang yang sangat gigih berjuang melawan penjajah Belanda.

Sayangnya, perjuangan pasangan suami isteri ini terhenti ketika suami Ratu Zaleha ditangkap dan diasingkan. Namun, Ratu Zaleha tetap dan terus melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, meski tidak bersama suami  tercinta.

Perlawanan Ratu Zaleha terhadap penjajah Belanda dapat ditaklukkan seiring dengan diasingkan pasangan pejuang ke Bogor oleh Belanda tahun 1904.  Kedua pasangan suami isteri ini diperbolehkan kembali ke Banjarmasin pada tahun 1937.

Setelah menikmati kemerdekaan tanah airnya, pada tanggal 23 September 1953 Ratu Zaleha menghembuskan nafas terakhirnya dan berpulang ke rahmatullah. Beliau dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Banjar di Banjarmasin.

Secuil kisah perjuangan dan keteguhan tekad Ratu Zaleha melawan penjajah Belanda digambarkan oleh Yudi Yasmili yang mengutip tulisan Anggraeni Anteman (1970) berjudul “ Mengenang Kembali Perdjuangan Pahlawan Puteri Kalimantan Gusti Zaleha”, menyebutkan bahwa dalam suatu medan perang di lembah Barito, Ratu Zaleha terkepung pasukan Belanda. Hutan  di sekitarnya dibakar pasukan Belanda hingga menjadi lautan api. Di bawah desingan peluru dan kepungan api  yang membakar, Gusti  Zaleha keluar mempertahankan hidupnya yang terakhir.

“ Rambutnya yang cukup panjang dan disanggul rapi telah putus  diterjang peluru yang lain sehingga badannya berlimang merah darah. Baju dan celana compang camping, darahnya mengealir  membasahi tubuh, namun air matanya tak pernah jatuh setetes pun menyesali perjuangannya itu. Wasiat  almarhum ayah dan suaminya  sebelum masuk perangkap Belanda tetap dipegang teguh .”

Demikian secuil kisah yang diambil dari buku  Perang Banjar Barito. 1859-1906. Besar-Dahsyat-Lama (Diskripsi dan Analisis Sejarah) karangan Ahamd Barjie B.

Dalam rangka mengenang dan menghargai jasa perjuangan Ratu Zaleha sebagai pejuang wanita yang tangguh, Pemerintah Kabupaten Banjar mengabadikan Ratu Zaleha sebagai nama rumah sakit umum daerah  di kota Martapura.

Views All Time
Views All Time
14
Views Today
Views Today
1
Previous articleHAUL DATU KALAMPAYAN KE-216
Next articleTRADISI BATAMAT AL QURAN BANJAR KALSEL
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY