Rumah Sakit SMEC Pekanbaru Riau

0
6

Sejak papa tiriku terbaring stroke tiga tahun yang lalu mama selalu setia menemani beliau walaupun papa adalah suami kedua bagi mama. Aku selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta Langit dan Bumi untuk keluargaku.

Meskipun saat ini papa hanya bisa terbaring lemah tak berdaya diatas ranjangnya namun aku selalu mengunjungi beliau setiap malam Minggu dan tidur di kamar kedua orang tuaku karena aku menganggap hanya malam Minggulah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk bercengkrama bersama kedua orang tuaku meskipun harus meninggalkan suami tercinta di rumah sendirian. Maafkan aku ya sayang…….

Masih terlihat jelas dimataku ketika enam bulan yang lalu saat papa selalu melamun dan tidak ingin mengutarakan apapun yang ada dipikiran beliau. Saat itu mama memintaku untuk berbicara kepada papa dan mengutarakan semua yang ada di pikiran beliau.

Dengan berbagai cara aku mencoba memasuki duania papa karena dengan kondisi papa yang sakit saat ini aku harus sangat hati – hati dalam menyampaikan sesuatu karena aku tidak ingin beliau tersinggung.

Akhirnya semua yang ada dalam pikiran papa beliau utarakan kepadaku dan ternyata oh ternyata yang beliau pikirkan adalah saat mama menginginkan untuk melakukan operasi mata katarak karena ketika mama melakukan operasi mata katarak di Pekanbaru papa berpikir dengan siapa beliau akan tinggal untuk beberapa saat karena hanya dengan mamalah papa merasa nyaman tinggal.

Subhanallah ya Allah…..bisikku. maafkan mama ya papa karena keinginan mama untuk melihat ternyata membuat beban di kepala papa. Untuk menyenangkan hati papa maka aku mengatakan kepada beliau bahwa operasi mata katarak mama untuk saat ini dan kedepannya di tunda.

Aku memberi pengertian kepada mama dan membujuk mama agar menunda terlebih dahulu keinginan beliau dan mamapun setuju.

Tak teras waktu terus bergulir dan tak terasa sudah enam bulan berlalu dari kejadian tersebut dan saat ini mama sudah tidak bisa melihat sama sekali kedua bola mata beliau dan mama berkeinginan untuk segera melakukan operasi mata. Akupun tidak bisa melarang keinginan mama karena jika mama tidak bisa melihat, bagaimana mama harus mengurus papa yang terbaring lemah tak berdaya di tempat tidur?

Aku mengikuti semua keinganan mama dan ternyata mama memang dianjurkan untuk operasi mata katarak secepat mungkin dan harus dilakukan di rumah sakit SMEC Pekanbaru. Untuk sesaat mama harus berpisah dari papa meskipun aku sangat berat dan sedih dengan keadaan ini namun harus bagaimana lagi?

Untuk beberapa saat kedepan papa harus tinggal dengan anak – anaknya. Aku dan adikku serta iparku pergi mengantarkan mama ke Pekanbaru dan kami berangkat hari Rabu malam dan sampai di Pekanbaru pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Kami menginap di rumah besan mama yang ada di Pekanbaru. Aku tidak pernah membayangkan akan membawa mama berobat sampai kesini karena jarak tempuh Pekanbaru – Duri memakan waktu tiga jam ketika tidak ada perbaikan jalan namun saat ini terjadi perbaikan jalan dan membuat macet perjalanan.

Saat di Duri aku membayangkan betapa capek dan lelahnya berurusan dengan rumah sakit apalagi dengan menggunakan kartu BPJS. Namun semua anganku berubah drastis ketika pertama kali aku mengantarkan mama ke rumah sakit SMEC Pekanbaru.

Pagi Kamis sebelum pukul 08.00 WIB aku dan iparku Iwan telah sampai di rumah sakit SMEC Pekanbaru. Perjalanan dari rumah besan mama kesini sekitar setengah jam perjalanan ketika tidak macet.

Saat sampai di rumah sakit SMEC Pekanbaru dan aku memasukinya dari samping maka pertama kali yang aku temui adalah dua orang karyawan dengan berpakaian rapi duduk di bagian informasi. Spontan saja aku bertanya kepadanya dan karyawan tersebut menjawab semua pertanyaanku serta mengarahkanku untuk mengambil nomor antrian yang ada di samping pintu depan.

Aku mendapat nomor antrian 67 dan belum di mulai. Tepat pukul 08.00 WIB pemanggilan nomor antrian di mulai. Ketika hampir mendekati nomor antrian 67 aku segera menelpon mama untuk segera bergegas kerumah sakit karena mama masih di rumah. Aku tidak ingin mama terlalu lama menunggu di rumah sakit SMEC Pekanbaru ini.

Tepat pukul 09.30 WIB nomor antrian 67 di panggil dan aku segera menyerahkan semua berkas yang diminta ke petugas informasi kemudian aku bertanya setelah ini harus kemana lagi? Dengan ramah petugas mengarahkanku untuk menunggu di ruang perawat untuk pemeriksaan mata mama.

Aku sangat kagum akan service excellent yang diberikan rumah sakit SMECH Pekanbaru kepada semua pengunjung. Aku tidak bosan melihat cara mereka bekerja yang begitu professional di mataku. Dengan cekatan satu persatu berkas mereka kerjakan dengan teliti dan seksama.

Agar pemeriksaan mama sampai ke dokter ada delapan tahapan yang harus dilalui oleh mama dan itu semua menggunakan alat canggih. Hanya dua tahapan tanpa alat canggih. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat namun aku sangat senang sekali bisa menemani mama saat ini. aku hampir selalu bertanya setiap tahapan yang dilalui mama kepada petugas  dan akhirnya mamapun sampai di ruangan dokter.

Begitu sampai di ruangan dokter dan diperiksa dengan alat canggih yang ada di ruangan ini maka dokter meminta mama langsung untuk melakukan operasi mata kataraknya. Setelah keluar dari ruang dokter dan kembali ke bagian informasi maka bagian inilah yang menentukan schedule mama untuk melakukan operasi mata katarak.

Subhanallah……..ternyata aku hanya bisa berencana namun Allah jualah yang menentukan.

Aku berkeinginan agar operasi mata katarak mama dilakukan Hari Kamis atau Hari Jum’at ternyata sudah penuh hingga Hari Sabtu. Terpaksa mama operasinya di Hari Senin dan mau tidak mau aku harus menemani mama hingga selesai operasi dan itu membuatku harus meminta izin kembali ke sekolah untuk meninggalkan anak dua hari kedepannya. Maafkan Bu Eni ya nak…………………..

Meskipun capek dan lelah seharian di rumah sakit SMEC Pekanbaru ini namun aku tidak merasakannya karena sudah terbayar dengan keramah tamahan yang disuguhkan oleh setiap petugas rumah sakit ini. semoga  kedepannya rumah sakit ini akan memberikan pelayanan terbaiknya bagi semua pasiennya karena dengan pelayanan terbaik sudah merupakan separo obat bagi pasien.

Aku atas nama keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas semua fasilitas serta pelayanan terbaik yang telah diberikan kepada mamaku sebagai pasien.

Dua jempol untuk semua karyawan rumah sakit SMEC Pekanbaru dariku semoga akan selalu memberikan service excellent bagi semua pasiennya. Jaya selalu y…………………

Views All Time
Views All Time
21
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY