Saatnya Guru Menulis

0
61

Sabtu 12 Agustus 2017 pagi-pagi buta dengan kondisi mata yang masih berat dan lengket, badan masih luyu akibat serangan flu hebat malam ini tetap kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi.Meski dingin menusuk sukma, burung dan kucing masih terlelap ditidur panjanganya, dan hangatnya selimut masih merayu untuk tetap minta diriku tak beranjak pergi darinya. Namun demi niat suci dan tekad untuk menuntut ilmu dikegiatan langka dan sangat berharga ku tak mau menuruti keinginan dan bujuk rayunya. Kupersiapkan diri di malam sebelumnya untuk bentuk berniat dan mengikuti kegiatan penulisan satu guru satu buku atau (SAGUSAKU) yang dilaksanakan oleh IGI (Ikatan Guru Indonesia ) oleh pengurus pusat IGI Bahasa Indonesia yang dimotori ibunda cantik nan anggun ibu Noerbad di aula BKKBN Kalimantan Selatan. Sebelum fajar menyingsing, kokokan ayam melengking nyaring dan suara longlongan anjing di sekitar rumahku bersahutan telah kusiapkan semuanya. Mulai kebutuhanku disana dari perlengakapan tempur muka sampai perlengkapan tempur materi yang ada. Tak lupa dua sosok yang kucinta kupastikan sudah siap kutinggalkan. Masih terlihat jelas dua sosok yang sangat kucintai ikut menyertai dan menyemangati kepergianku dengan tatapan kasih sayangnya.  Kuantar buah hati tercintaku ke tempat orangtua kedua di tempat perantauanku. Kumasukkan bekal dan uang saku secukupnya untuk keperluannya. Orangtua kedua yang selalu siap membanti dan menyayangi keluargaku. Terima kasih mertua dan suamiku. Pengorbananmu untuk keluargaku takkan mampu ku balas dengan gunungan rupiah sekalipun. Kegiatan dan kesempatan langka yang tak mau terlewat sia-sia seriusku ikuti. Sebagai seorang guru sudah sepantasnya memiliki kecakapan dan kompetensi dalam penulisan baik berupa artikel,opini, KTI, cerpen, novel, berita ataupun tulisan lainnya. Kegiatan penulisan yang dapat diikuti seluruh guru di Kalimantan Selatan ini begitu dinanti. Ratusan guru dari segala penjuru siap memberikan curah pikiran dalam bentuk karya buku yaitu satu guru satu buku. Dengan begitu semangat literasi yang pemerintah cita-citakan dan gaungkan menjadi nyata dan tercapai nantinya. Banyak yang beranggapan menulis itu susah. Bagaimana bisa berkata susah sebelum bertindak dan memulainya. Bukankah semua itu perlu dicoba? Anak lahir tidak serta merta bisa berjalan, berbicara, dan melakukan apasaja. Semua ada tahap, proses dengan segala lika likunya. Semua itu bagian dari proses yang harus dinikmati. Menulis bisa apa saja, dimana saja dan kapan saja dengan tema apapun. Marilah menulis dan teruslah menulis. Tulisan kita adalah karya. Guru hebat adalah guru yang berkarya. Bagaikan pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading orang tiada meninggalkan karya. Mari meninggalkan kenangan karya terbaik untuk generasi selanjutnya. Selamat menulis. Terimakasih IGI# Jayalah IGI, Terus Bersinar dan Tak Lelah Berbagi.
By.Pifa Nuryani,Tapin,Kalsel(12-13 Agustus 2017)

Guru asyik menulis dengan teknik “Menemu Baling”
Views All Time
Views All Time
60
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnyaMy Journey with Sagusaku
Tulisan berikutnyaPerjalanan menuju workshop sagusaku

Lulusan Unesa 2012 dan mengajar SMPN 2 Piani di daerah pegunungan Meratus Kab. Tapin aktif menulis di surat kabar lokal di Kalimantan Selatan. Aktif di kegiatan-kegiatan produktif IGI yang kreatif dan inovatif menuju profesionalisme guru yang sesungguhnya#Jaya Selalu IGI

LEAVE A REPLY