“SAGUSAKU” Gerbang Literasi Pendidikan Indonesia

0
112

Menulis bagi seorang guru adalah suatu kebutuhan. Bagaimana tidak? Dalam Permenpan-RB no 16 tahun 2009, salah satu syarat kenaikan golongan yang harus dipenuhi adalah Pengembangan Diri.Pengembangan diri yang dimaksud, diantaranya adalah mengikuti diklat, pelatihan, workshop, seminar, loka karya, dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan kompetensi guru, diantaranya adalah kompetensi menulis.

Menulis merupakan masalah yang umum dihadapi guru. Di samping keterbatasan kemampuan juga ada penyebab lain yang mendominasi yaitu kemauan. Sangat sulit menumbuhkan kemauan menulis pada setiap guru. Padahal, sejatinya guru adalah sosok yang digugu dan ditiru: itu artinya sebelum guru meminta siswa menulis, idealnya guru juga harus sudah memiliki tulisan.Namun, kenyataannya banyak pangkat guru mentok pada golongan tertentu karena tidak sanggup memenuhi angka kredit poin publikasi karya ilmiah.Menyedihkan bukan?

Dampak yang tidak diinginkan lagi adalah guru “nekad” menggunakan jasa penulis untuk menulis karya tulis ilmiah. Padahal karya tulis ilmiah itu adalah pertanggungjawaban tertulis dari kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh guru berkaitan dengan tugas mengajar di ruang kelas.

SAGUSAKU yang dikawal oleh IGMP Bahasa Indonesia adalah kegiatan literasi berbasis tablet roadshow live di 34 provinsi, yang dibentuk IGI(Ikatan Guru Indonesia)sejak awal Februari 2017 kemarin. MRR Ramli Rahim sebagai Ketum IGI, Sangat pandai membaca kebutuhan guru. Melalui kegiatan SAGUSAKU ini, guru diajarkan langsung teknik menulis dasar hingga menjadi sebuah buku.Di bawah bimbingan para master coach, dengan sabar membimbing 3 bulan secara on line.

Minggu ini 6 dan 7 Mei 2017, Ermizar Kepsek  SMAN 2 Bukit Tinggi Sumbar menyiapkan tempat untuk roadshow ke-15 SAGUSAKU. Kali ini Nurbadriyah, ketua umum IGMP Bahasa Indonesia pusat membawa peserta ke rumah puisi Taufik Ismail untuk melihat langsung karya Master Coach SAGUSAKU ” Edi Sutarto” yang banyak tersebar di samping karya Putra Indonesia lainnya.

Para peserta begitu antusias menggali banyak refrensi di sana. Dan lebih mengagumkan lagi, ternyata peserta terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru berprestasi.Luar Biasa kegiatan SAGUSAKU ini mendapat sambutan hangat kadisdik Provinsi Sumatera Barat Burhasman Bur.Tujuan akhir dari roadshow ini, bukan hanya sekadar menghasilkan buku, Tetapi jauh yang lebih penting adalah mampu membangkitkan motivasi para guru dalam menulis. YA..SAGUSAKU merupakan Gerbang Literasi Pendidikan Indonesia, karena melalui kegiatan ini motivasi guru dalam menulis “Bangkit”, kepercayaan diri guru dalam menulis “Timbul” dan guru pun piawai mengunggah setiap tulisannya ke blog dan jejaring sosial, di samping media cetak seperti surat kabar dan buku. Nantikan karya guru-guru hebat alumni SAGUSAKU di hadapan Presiden RI dan kemendikbud dalam Hari Guru Nasional 2017.

Views All Time
Views All Time
240
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY