SAGUSAKU MEMBUATKU CANDU SABUSABU

2
153

Sudah dari dulu saya suka sekali mengikuti training menulis. Ada beberapa training menulis yang sudah saya ikuti baik training daring mau pun luring. Training luring yang baru saja saya ikuti yaa “Training Literasi Berbasis Tablet SAGUSAKU”. Satu guru satu buku, karena judulnya yang menarik, membuat  saya mengikuti training ini. Walaupun saat ini, saya bukan lagi seorang guru tetapi, saya masih memiliki keterikatan yang kuat dan bertekad akan mengajar kembali.

Training SaGuSaKu diadakan dua hari di Gedung LPMP Pekanbaru. Lucunya, diadakan di Pekanbaru, peserta yang paling banyak bukan berasal dari guru-guru di Pekanbaru, tetapi justru teman-teman guru dari Kabupaten Indra Giri Hilir. Luar biasa semangatnya. Teman-teman guru dari luar Pekanbaru menginap di wisma LPMP juga, otomatis mereka pulalah yang lebih dahulu datang menghadiri pelatihan. Saya sendiri datang terlambat.
Kesan awal training di hari pertama biasa saja, trainernya Pak Slamet Riyanto dengan nada datar menyampaikan materinya. Jika dirujuk ke run down atau jadwal kegiatannya tidak ada yang cocok lagi dengan jalannya training. Tapi, tidak masalah, lama-kelamaan materi Pak Slamet terasa menggigit. Apalagi setelah Pak Slamet menunjukkan buku-buku karangannya yang berjumlah 175 buah. Bagi saya yang belum juga membukukan tulisan saya ini luar biasa. Asli iri.
Hari kedua, saya datang terlambat juga. Tidak apa-apalah yaa.. daripada tidak datang. Pak Slamet membagi kami menjadi dua kelompok besar yaitu guru yang menulis buku pelajaran dan buku bukan pelajaran seperti novel, kumpulan cerpen dan lain-lain. Walaupun saya berencana ingin menulis buku bukan pelajaran, tetapi saya duduk di kelompok menulis buku bukan pelajaran. Ternyata, banyak teman-teman guru yang sudah selesai bukunya. Luar biasakan ?. Pak Slamet dengan sabar membimbing langkah selanjutnya yaitu cover dan sinopsis buku. Hari kedua membuat saya dan teman-teman bertekad tulisan yang kita tulis harus dibukukan.

Hal yang paling saya ingat betul adalah betapa pentingnya menulis bagi seorang guru. Guru adalah profesi yang paling banyak berbicara dan jika guru berbicara omongannya didengarkan oleh banyak orang yaitu muridnya. Guru memiliki pengalaman yang penuh makna karena ia berinteraksi dengan banyak orang dari bermacam kalangan. Daripada menggosip lebih baik guru menggumam sambil mengetik dengan tabletnya, yang akhirnya bisa menjadi tulisan. Hmmm.. pokoknya training ‘Sagusaku’ membuat saya candu ‘Sabusabu’. Yaa.. Satu Guru Satu Buku menimbulkan tekad Saya Buat Satu Buku. Saya bertekad bukan hanya satu buku tetapi jika Alloh mengizinkan sepuluh, seratus, atau bahkan seribu buku. Semoga saya mampu. Aaaaamiiin.


Faizah Fahmi

Views All Time
Views All Time
210
Views Today
Views Today
1

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY