SAKWA SANGKA

0
103

SAKWA SANGKA

Hari ini, Sabtu 21 Oktober 2017. Suatu hari yang biasa saja. Aku pikir, tidak ada yang istimewa tentang hari ini. Tidak ada kejadian penting yang terjadi hari ini. Semuanya seperti biasa, diriku bangun jam 04.00 Wib. Aku memulai kegiatan seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Aku hendak mencudi muka, berwudhu akan sholat, tapi ternyata aku masih belum beranjak dari tempat tidurku.
Pikiranku melayang, tentang kegiatan yang akan kulakukan hari ini. Dengan apa pergi ke LPMP? Bagaimana aku mengikuti pelatihan menulis yang diadakan IGI Riau itu tanpa terlambat? Sebenarnya dari semalam sudah terpikir untuk naik GOJEK, yaitu alat transfortasi roda dua, ojek online. Namun, ada keraguan akan keamanan, karena memang baru pertama sekali memakai jasa ojek online tersebut.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara azan, terdengar jelas dan sangat merdu di telingaku. Sehingga aku tersadar dan lamunanku-pun buyar. Ahh.. bagaimana nanti ajalah! Gumamku. Aku melihat anak gadisku selesai sholat shubuh. Kemudian aku minta untuk mendownload aplikasi GOJEK di hp-ku.
Sementara anakku mendownload aplikasi tersebut, akupun mandi. Kemudian sholat shubuh, dan bersiap-siap untuk mengikuti pelatihan menulis di LPMP. Semua kupersiapkan dengan rapi. Setelah sarapan pagi, akupun meminta anakku untuk memesan GOJEK. Luar biasa… ternyata dalam waktu dua menit saja, ojek tersebut sudah berada di depan rumah. Ternyata dunia ini sempit, pikirku.
Jam 07.00 WIb tepat, akupun berangkat dari tempat kost anakku menuju LPMP. Karena sebenarnya rumahku bukan di Pekanbaru, tapi di Rengat. Aku sampai di sini tadi malam jam 07.30 Wib dengan travel. Berniat mengikuti pelatihan menulis yang ditaja IGI Pekanbaru dengan program Sagusaku 2 -nya. Sambil menyelam minum air, dua kegiatan sekaligus dapat kulakukan bersamaan. Melepas rindu dengan anak tercinta dan meningkatkan kompetensiku dalam menulis dengan mengikuti Sagusaku II. Semoga keduanya menjadi berkah dalam hidupku.
Lebih kurang 45 menit sampailah aku di LPMP. Aku membayar ongkos GOJEK sebesar Rp 26.000,-. Ongkos yang lumayan murah! Gumamku. Selain aku merasakan kenyamanan berkendara dengan ojek Online ini, aku juga dapat bonus senyum ramah dari driver-nya. Alhamdulillah… ternyata GOJEK aman, nyaman dan ramah.jauh dari prasangka-ku sebelumnya. “Semoga rezeki drivernya murah dan berkah”. Doaku. Ampuni aku yaa. Allah, karena telah berprasangka buruk dengan rahmat-Mu.
Sehari sebelumnya, aku telah meninggalkan putri bungsuku bersama ayahnya, demi menambah ilmu dan keinginan yang kuat menjadi guru penulis. Syukurlah anak-anak dan suamiku sangat mendukung semua kegiatanku untuk meningkatkan kelimuan. Sehingga aku meninggalkan mereka dengan tenang. Kepercayaan mereka pada diriku sebuah anugerah terbesar yang kumiliki. Semua ini menjadi motivasi yang kuat bagiku untuk terus berkarya dan membanggakan mereka.
Kedatanganku disambut dengan senyum ramah Buk Zulkarminiyati dan kawan-kawan, panitia sagusaku II ini. Keramahan yang mereka tunjukkan pagi ini menambah semangatku mengikuti pelatihan hari ini. Hilang semua kepenatan naik GOJEK . semua terbayar dengan senyuman manis buk Zul dan kawan-kawan panitia.
Satu persatu peserta guru dari berbagai kabupaten di Riau berdatangan. Kulihat senyum semangat dan ceria terpancar dari wajah-wajah mereka. Hehhh… aku melepaskan napas lega. Hari ini akan menjadi hari yang sangat berarti bagiku. Hari ini akan menjadi hari, dimana aku mendapatkan penghargaan tertinggi dapat berjumpa dengan guru-guru hebat. Sungguh tak disangka! Gumamku…
Manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Manusia seringkali mengambil kesimpulan tentang sesuatu yang belum terjadi. Manusia selalu terpeleset dengan prasangka, yang justru mencampakkan dirinya ke dalam jurang penafikan diri. Padahal apa yang terjadi setelahnya, semua anugerah sebagai pertanda kebesaran Ilahi.
Prasangka sering membuat manusia gagal dalam mengaktualisasi dirinya. Prasangka seringkali membuat manusia gugur sebelum berperang. Sakwasangka seringkali membuat manusia gagal memperbaiki dirinya. Namun prasangka juga sering dijadikan alat sebagai kambing hitam dari kelemahan dirinya.
Yaaa… Allah.. maafkan segala sakwasangka yang ada dalam pikiranku pagi ini.. maafkan karena hari ini aku sedikit menganggap sepele dengan kebesaran dan keluasan Rahman dan Rahimmu. Aku lebih mengedepankan rasa was-was dan prasangka pada hal yang belum aku ketahui. Anugerah dan Rahmat-Mu sangat besar, hari ini aku mendapatkan teman-teman guru hebat. Alhamdulillah… yaa Allah.. ampuni segala kealfaanku pada-Mu.
Detik demi detik berlalu, lagi-lagi aku mendapatkan nikmat tak terkira dari Allah. Aku bertemu dengan Pak Tri Goesema, temanku yang kini telah menjadi pelatih dalam membuat media pembelajaran berbasis IT. Rasa syukurku bertambah, karena sebentar lagi, aku akan mendapatkan pencerahan ilmu dari beliau. Aku akan mendengarkan motivasi-motivasi yang selalu ingin ku dengar dalam setiap perjalananku untuk menambah wawasan keilmuanku. Kembali kuucapkan doa di dalam hatiku… yaa Allah terimakasih telah menggerakkan hatiku untuk hadir dalam acara ini. Tempat berkumpulnya guru-guru hebat.
Guru-guru hebat dari berbagai daerah di Riau telah berkumpul dalam ruang pertemuan. Sesuai waktu yang telah dijadwalkan, acarapun di mulai. Kami dikenalkan dengan nara sumber hari ini. Perasaan bangga kembali mengalir di pembuluh darahku. Terasa olehku panas aliran darah mengisi lorong-lorong pembuluh darahku, memicu adreanalinku untuk melakukan perjalanan menulis buku ini. Terbersit dalam hatiku, ahhh… betapa aku ingin seperti nara sumber itu. Aku ingin jadi penulis.
Tahap demi tahap acara dilalui, sampailah pada acara inti, yaitu pemberian motivasi dan materi dari nara sumber. Semula aku mengikuti biasa saja. Tapi ketika aku melihat akting Buk Yulismar, darah panas kembali mengalir deras melewati lorong-lorong sempit pembuluh darahku. Terasa olehku pembuluh darahku melebar, panas… ingin segera menulis.
Ibu Yulismar, menyanyikan lagu dari Negeri seberang, suaranya bagus, improvisasi, seolah hanyut dalam situasi yang digambarkan lagu tersebut. Aku melihat Buk Yulismar menghayati sekali lagu tersebut, aku terhanyut suasana hati buk Yulismar, padahal aku tidak tahu apa arti lagu tersebut, dan apa judul lagu tersebut. Namun lagu tersebut mampu membawa situasi hatiku, seolah-olah ikut dalam suasana hati Buk Yulismar. Sungguh aneh…
Belum lagi, aku selesai mengagumi Buk Yulismar, kata-kata motivasi beliau membuatku tersentak. Buk Yulismar berkata,” Teruslah menulis, walaupun hanya kita sendiri yang akan menjadi pembacanya “. Bagai tersengat nyamuk malaria, aku tersentak. Aku harus menulis!! Bisikku dalam hati. Siapa yang akan mengenang diriku, jika aku tidak pernah menuliskan tentang cerita hidupku. Apa yang akan diingat orang lain setelah kepergianku kelak, jika aku tidak pernah menuliskan, bahwa pernah lahir di dunia ini manusia yang bernama aku. Aku harus menulis!!!
Motivasi Buk Yulismar, telah membuka keinginanku untuk tidak lagi ragu mengumumkan bahwa aku pernah ada di dunia ini. Kata-kata buk Yulismar telah mencambuk diriku untuk menuliskan setiap pengalaman dan peristiwa yang aku alami, dalam setiap perjalananku menunaikan tugas. Terima kasih Buk Yulismar, aku akan mengikuti jejakmu dalam menulis.
Sekali lagi aku bersyukur ke hadirat Allah Swt, karena hari ini telah mempertemukan diriku dengan Buk Yulismar, dan Buk Imtihani Salimah. Lain cara Buk Yulismar memotivasi, lain lagi gaya buk Imtihani. Buk Imtihani yang lembut, juga mampu memberikan inspirasi diriku untuk tidak ragu dan malu dalam menulis. Beliau mencontohkan pengalaman pribadi beliau yang sama sekali tidak disangka dapat menjadi penulis sekaligus Coach seperti saat ini.
Masa lalunya yang penuh dengan keterbatasan dan selalu dibully teman-temannya, tidak menurunkan semangatnya sedikitpun untuk berjuang maju dan keluar dari keterpurukannya. Semua kesuksesannya saat ini tidak lepas dari peran orang tua, terutama ibu dan guru-gurunya di sekolah. Ia sangat menyanjung dan membanggakan ibu dan guru-gurunya di sekolah. Bahagianya jadi guru Buk Imtihani Salimah.
Mendengarkan kisah Buk Imtihani Salimah, aku terenyuh dan merasa sangat kecil sekali. Aku seorang guru. Lalu aku bertanya pada diriku. Pernahkah aku menjadi kebanggaan bagi siswaku? Pernahkah siswaku mengenangku setelah kepergian mereka dari sekolahku? Ohh… betapa malang nasibku sebagai guru, jika tak satupun dari siswaku yang mengingatku. Semua lupa keberadaanku sebab diriku memang tidak pernah membuat mereka bangga. Sebab diriku tidak punya sesuatu yang bisa membuat mereka ingat padaku. Ini bukan salah mereka, tapi sepenuhnya salahku.
Mengapa semua jadi salahku? Mengapa semua jadi melupakanku? Karena aku memang tidak pernah meninggalkan warisan yang bisa membuat mereka bangga padaku. Aku tidak pernah meninggalkan warisan dari cerita kebersamaanku dengan mereka. Kata-kata motivasi Buk Imtihani ternyata telah membuka mataku untuk tidak ragu lagi jadi penulis. Aku harus jadi penulis, guru penulis! Kataku pada diriku.
Tanpa terasa, hari ini telah berlalu, sampailah kami pada sesi akhir hari ini. Nara sumber kami pada Sagusaku 2 kali ini memberikan tugas menuliskan artikel. Waww… bathinku. Tugas ini harus ke selesaikan. Aku harus jadi penulis!! Gumamku geram. Aku harus bisaaaa!!!
Akupun mulai menulis setiap peristiwa yang kualami pada hari ini. Semua yang terjadi hari ini, kutuliskan dengan apa adanya. Ternyata, hari ini, adalah hari istimewa. Hari ini aku kembali menulis. Luar biasa.. hari Sabtu yang kuanggap tidak ada apa-apanya ternyata merupakan hari bersejarah, yang patut kutuliskan menjadi kenangan dari sekelumit kisahku.
Untuk dapat menuliskan kisahku, aku harus membuang seluruh sakwa sangka yang dapat melemahkan semangatku. Aku harus dapat mencontoh para motivator. Mereka juga perlu perjuangan untuk menang. Tidak ada satupun kesuksesan di awali dengan berpangku tangan. Tidak ada satupun kegagalan yang berawal dari kerja keras. Terimakasih Buk Yulismar, Buk Imtihani Salimah, dan Pak Tri Goesema. Terimakasih atas motivasi yang diberikan. Sagusaku 2 Pekanbaru batu loncatan untukku menjadi penulis.

HELWIYA, SAGUSAKU 2 PEKANBARU.

Views All Time
Views All Time
202
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY