SALAM DARI SMADAJOR, SALAM MEMBACA ! (SMAN 2 JORONG)

0
145

Mengenalkan media cetak berupa buku teramat sulit jika minat baca kurang. Apalagi Kemenarikan dari media audio dan visual yang bergerak lebih diminati oleh para anak. Kemajuan teknologi mengubah segala pola perilaku minat pembaca. Kecintaan membaca buku teralihkan dengan media elektronik. Kemenarikan karena kepraktisan, cepat, dan langsung secara online begitu mejadi alternatif tersendiri.

Terkadang buku-buku yang dikembangkan kembali ke dalam bentuk audio visual memiliki penambahan komposisi dengan perpanjangan durasi dan penambahan aneka adegan yang kadang dirasa tidak perlu dan tidak ada kebermanfaatan. Kecintaan akan membaca buku terasa ketika membaca buku teks begitu menarikan urat saraf mata lelah bahkan baru membaca beberapa lembar membuat mata berkaca-kaca bukan menangisi cerita buku melainkan karena kelelahan dan kejenuhan. Meski berbeda ketika membaca buku berupa fiksi. Untuk mendapatkan buku-buku tersebut mengalami beberapa kendala, yaitu bbagi wilayah yang masih memiliki keterbatasan terjangkaunya akses dan jaringan.

Perlunya ruang sumber referensi tiap tempat pendidikan sangat diutamakan. Begitu terasa ketika ada satu kegiatan baik dalam proses pembelajaran dan perlombaan mengharuskan karya yang dibuat memiliki kutipan sumber buku. Sementara kondisi mencari sumber tersebut begitu terkendala. Keterbatasan akan pencarian sumber belajar masih terlihat meski di beberapa sekolah memiliki ruang baca.Perpustakaan yang dimiliki program formal ini terdapat kekurangan ketika durasi waktu pelayanan dan peminjaman terbatas dengan penyesuaian pada proses pembelajaran saja. Apalagi ditambah bagi kondisi kebaruan yang terasa beberapa keterbatasan bagi sekolah. Contohnya saja Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jorong.

Salah satu tempat pendidikan yang berada di kabupaten Tanah Laut baru dua tahun ini baru meluluskan peserta didiknya. Masih belum adanya ruang baca khusus -perpustakaan- baik di sekitar wilayah kecamatan dan di lingkungan sekolah ini menjadikan pencari sumber bacaan mengalami kendala. Untuk mengatasi hal-hal itu, sekolah memfasilitasi pengelolaan ruang baca melalui cara sederhana dengan penempatan perpustakaan sementara yang bercampur dengan ruangan kegiatan lain.

Selain itu, armada sumber referensi terdapat bantuan dari salah satu perusahaan yang memiliki program dalam dunia pendidikan dengan adanya perpustakaan keliling. Pengadaan perpustakaan keliling (pusling) ini membantu para siswa melengkapi kehausan akan sumber buku yang akan digunakan dan baru dilihatnya. Pemanfaatan adanya pusling waktu terjadwal dimana prosedur pelayanan dalam satu bulan 2 kali dan rencananya akan adanya bantuan pemberian buku-buku – kami mengucapkan terima kasih kepada pusling Artumin-.

Tidak kalah menariknya adanya gayung bersambut dari Perpustakaan Provinsi Kalimantan Selatan pun turut menyemarakkan dunia pelayanan baca.
Perpustakaan yang terletak di kawasan Banjarmasin, tepatnya di kilometer 6 sehingga penyebutan dengan julukan perpus Palnam pun tersandang. Dengan adanya kekurangan fasilitas yang terdapat di sekolah ini, tidak menyurutkan pusling berkunjung di sekolahan ini.

Perpus dari provinsi Kalimantan Selatan, yakni Perpus Pal Nam memang tengah menjadi bahan pembicaraan kala itu di dunia maya. Agar tidak terjadi mimpi saja maka untuk menambah semangat dan minat baca anak dengan meminta pelayanan pusling tersebut menyambangi sekolahan ini meski permintaan hanya melalui media sosial -facebook- dengan mengomentari akun dari pimpinan Palnam -ibu nurliani dardie hj nunung. Gayungpun bersambut. Tidak berselang beberapa pekan, pusling pusat akhirnya memenuhi permintaan terjun langsung. Meski waktu kedatangan belum tepat disaat masa tenang ujian akhir sekolah, Pusling yang diwakili oleh ibu Hj wati dkk disambut peserta didik di sekolahan ini dengan gembira ketika mengetahui bahwa pelayanan yang datang dari jarak yang begitu lumayan jauh.

Antusias salah satu anak terlihat dengan mempraktikkan dari hasil membaca buku sulap sederhana dan dia melakukan apa yang diintruksikan pada buku di hadapan guru dan petugas pusling. Kekecawaan terasa ketika Para siswa memilih buku dan menunggu instruksi apa boleh dipinjam untuk dibawa pulang ternyata belum mendapat respon peminjaman karena sekolah baru terdaftar dan terbentur waktu liburan sekolah. Akibatnya para siswa yang bergerombol di mobil biru pusling secara serempak mundur barisan dan kembali ke kelas masing-masing. Namun petugas pusling telah bekoordinasi bahwa pelayanan pusling bagi sekolah ini akan terjadwal dan mendapatkan hak peminjaman ketika proses awal pengenalan telah dilakukan.

Respon minat baca yang begitu terasa dan mendapatkan dukungan.. Selain itu kabar dari pihak sekolah dengan informasi adanya pembangunan perpustakaan akan segera dilakukan. Kegembiraan dan motivasi menyokong minat baca para siswa pun akan terpenuhi. Dengan ini kami mengucapkan terima kasih pula kepada pusling Pal Nam telah berkunjung.
Jadi, salah jika ada informasi perpustakaan masih tidak menjangkau daerah sendiri. Jika kita yang tidak bergerak, bagaimana pihak yang terkait mengetahui. Namun berbeda jika kita meminta dengan hormat tetapi masih dipersulit dengan adanya sistem maka jangan salahkan minat baca terdapat kendala.

Semoga tidak hanya sekolah ini menjadi bertambahnya tumbuh kembangnya minat baca. Semoga tempat lain pun turut serta menumbuhkan kepada anak akan kecintaan pembaca buku. Siapa yang tidak mengenal dengan istilah, Buku adalah jendela dunia. Salam Literasi ! eLBR

kunjungan perpustakaan PalNam
Views All Time
Views All Time
265
Views Today
Views Today
1
Previous articleVisits to School SD Negeri Bontonumpa Selayar
Next articleMGMP FISIKA MERUMUSKAN SOAL SOAL FISIKA SE KABUPATEN KARO
EL Bara Rahma nama pena dari Lilis Suryani, kelahiran Lumajang 28 April. Telah Menyelesaikan S1 FKIP UNLAM Banjarmasin jurusan Bahasa Indonesia, Sastra dan Daerah (2010). Tenaga Pendidik di MTsN 1 Kintap (2011), SMAN 1 KINTAP (2011-2018),SMAN 2 JORONG (2014-sampai sekarang), SMAS AL HIDAYAH (2011-2017). Beberapa karya puisi pernah dimuat di media lokal Banjarmasin Post (2008), Pernah memerankan salah satu tokoh di pementasan Teater Islam, Nur Rasulullah (Adjim Ariyadi,2007). Kembali berkarya lagi, antara lain Antalogi Puisi Penyair Nusantara oleh Tuas media berjudul Simbolik Diafragma Hati (2016), Bias Setitik Harapan Hati(Peserta Lomba Cipta Puisi Ruas ke-3 Indonesia-Malaysia 2016), Antalogi Puisi Pelita Tanpa Cahaya berjudul Jadi Hati Abu (Aksara Aurora Media,2016) , Antalogi Puisi Warna judul Enkripsi Warna Duniaku(WAP,2017), Karya artikel opini ' Orang Tua Hebat adalah Orang tua Terlibat' ( Radarbanjarmasin, 2017)

LEAVE A REPLY