Sebuah Kardus (Pentigraf)

0
10

Pak Darmo adalah seorang petani yang sangat sederhana, ia tinggal hanya dengan istrinya. Mereka berdua sia-siap menyambut kedatangan anak dan cucu-cucunya. Disiapinya kue gethuk singkong kesukaan anak pertamanya. Untuk makan disiapkan pecel dan soto ayam khas madiun, serta rempeyek ebi yang gurih.

Dua hari menjelang lebaran biasanya mereka sudah datang, itulah sebabnya suami istri itu hanya duduk-duduk di teras rumah saja. Pintunya dibuka lebar-lebar, lantainya bersih dan ruangan harum. Menjelang sore anak pertamanya menelepon bahwa tidak bisa pulang karena adanya pandemi Covid-19. Hanya bisa mengirimkan parcel untu menyambut hari raya di rumah. Betapa sedihnya mereka berdua.

Keesokan harinya parcel dari anaknya sudah diantar kurir ke rumahnya. Dengan berurai air mata istrinya membuka kardus besar. Pelan-pelan dibuka satu persatu isinya aneka kue kering, sarung, mukena, baju lebaran dan sebuah kotak kecil. Lekas-lekas dibukanya kotak kecil tersebut, istrinya segera memakai kaca mata untuk membuka amplop dan membaca isinya. Alangkah terkejut dan penuh haru, ketika mengetahui apa yang ada di dalamnya. Sebuah buku tabungan yang berisi senilai biaya umroh untuk Mbah Darmo dan istrinya. Rasa bahagia tercermin pada wajah keriput keduanya.

 

Malang, Mei 2021

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY