SECUIL ASA DARI PANDEMI oleh Shaddha Antani MK, S.Pd *)

0
27

Pandemi Covid-19 di Indonesia sangat berpengaruh pada semua bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Seluruh kegiatan belajar mengajar baik itu jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan sampai Perguruan Tinggi terkena dampak Covid-19. Kegiatan belajar yang semula dilakukan dengan tatap muka mendadak berganti dengan pembelajaran mode Daring. Hal ini dikarenakan anjuran pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19. Bagi sebagian kalangan pendidik, proses belajar mode Daring ini merupakan hal yang sangat baru.Banyak kendala yang muncul antara lain, sushnya sinyal, keterbatasan ketersedianya sarana konunikasi (HP), dan kemampuan SDM baik itu seorang pendidik dan peserta didik. Serta saat melakukan penilaian hasil evaluasi belajar yang rutin dialkukan oleh seorang pendidik.

Akhir bulan Juni lewat pesan singkat (WA) beredar kegiatan Webinar pendidikan yang bertajuk “Mengelola Kurikulum, Pembelajaran, dan Penilaian di massa Pandemi Covid-19”yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut. Webinar ini dilaksanakan melalui mode Daring, sebagai moderator adalah Bpk. Maslani, S.PD (kasi Kurikulum Disdikbud Tala) dengan arahan dari Bpk. Jamaluddin, M.Pd (Plt. Kepala Disdikbud Tala) dan sebagai narasumber adalah Bpk. Zaenal Fanani, M.Ed (Plt. Kepala LPMP Kalsel). Webinar ini dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Juli 2020 melalui mode daring menggunakan aplikasi zoom meeting dari pukul 09.00 sampai 12.00 WITA. Ada beberapa hal yang saya bisa tangkap dan menenangkan seorang pendidik khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Salah satunya yaitu dalam penggunaan Dana Bos bisa digunakan untuk menyediakan perlatan-peralatan kesehatan di sekolah. Adapun hal lain yaitu tentang dibentuknya Tim-tim khsusus yang dibentuk langsung oleh Bpk Maslani, S.Pd selaku Kasi Kurikulum Disdikbud Kab. Tanah Laut untuk membantu para pedidik dibawah wewenang Disdikbu Kab. Tanah Laut.  Serta arahan dari Bpk Zaenal Fanani, M.PD sebagai Plt. Kepala LPMP Provinsi Kalsel yang menginstruksikan untuk menyederhanakan kurikulum sekolah menyesuaikan dengan massa Pandemi-Covid-19. Beberapa hal tersebut menjadi semangat bagi pendidik untuk menyongsong tahun pelajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada 13 Juli 2020. Semoga Pandemi ini segera berakhir.

*) Peserta webinar pendidikan yang dilaksanakanoleh Disdikbud Tanah Laut, Rabu, 1 Juli 2020, guru dari UPTD SDN 2 Nusa Indah, Bati-Bati, Tanah Laut, Kalsel.

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Previous articleASA PENDIDIKAN DITENGAH PANDEMI Oleh Ahmad Fuad Hasan, M.Pd.I*)
Next articleUPAYA PENCAPAIAN VISI PENDIDIKAN INDONESIA 2035 DI TENGAH PANDEMI Oleh Ani Anggraini, S.Pd*)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY