Sehangat Pelukan Mama

0
22

Hari ini aku pergi takziah bersama rombongan teman SDS IT Mutiara Duri Riau ke Pekanbaru karena ibunda tercinta dari Pak jasrul telah berpulang ke rahmatullah pada kamis malam pukul 19.00 WIB.

Kebiasaan ini selalu kami laksanakan ketika salah satu diantara teman ada yang berduka dan semoga dengan takziah ini akan mempererat ikatan silaturrahmi antar sesama guru dan karyawan SDS IT Mutiara Duri Riau.

Jarak yang di tempuh  dari Duri ke Pekanbaru memakan waktu lebih kurang tiga jam perjalanan. Begitu selesai dari takziah aku dan rombongan segera pulang kembali ke Duri dan tepat pada pukul 11.25 WIB aku sampai kembali di Duri tepatnya di rumah mama karena kebiasaan malam minggu yang selalu aku habiskan bersama kedua orang tuaku meskipun suami tercintaku harus tinggal di rumah sendirian.

Terima kasih sayang atas semua pengertian yang telah dirimu berikan untukku. Semoga dengan ke ikhlasanmu akan dibalas dengan surga oleh Sang Pencipta Langit dan Bumi.

Maafkanlah istrimu yang selalu  meninggalkanmu sendirian dirumah setiap malam minggu karena kondisi papa yang telah tiga tahun ini terkena stroke.

Saat sampai di rumah mama ternyata semua anggota keluarga telah tertidur dengan lelapnya. Aku kasihan melihat Azmi yang merupakan anak adikku yang baru berumur empat tahun lelah menunggu kedatanganku.

Maafkan bunda sayang karena terlalu lama sampai ke rumah sehingga membuat dirimu tertidur dan jangan khawatir bunda telah membelikan oleh – oleh kesukaanmu. He…he….he…..

Ketika pagi menjelang aku terbangun dari tidur nyenyak dan segera melaksanakan sholat shubuh. Mama telah terlebih dahulu terbangun daripada diriku. Sepertinya Azmi juga sudah terbangun karena aku mendengar suara mungilnya memanggil diriku.

Saat bertemu dengannya, Azmi langsung menanyakan oleh – oleh yang telah aku belikan untuknya. Aku langsung pergi ke dapur dan membuka lemari es lalu mengambil kue kesukaann dan memberikan kepadanya.

Ketika kue tersebut sudah sampai di tangannya dan secara spontan Azmi mengucapkan terima kasih bunda. Senang rasanya ketika bisa membuatmu bahagia sayang.

Ketika mama ke ruang tamu dan melihat buku perdanaku sembari berkata “ Eni, apakah ini buku yang Eni tulis kemarin?” Ya mama kataku. Perlihatkanlah kepada papa karena pasti papa akan sangat senang.

Hobi papaku sebelum beliau terserang stroke adalah membaca. Begitu banyak buku bacaan yang papa punya di lemarinya. Namun saat stroke menyerang papa kebiasaan ini sedikit mulai sedikit sudah nampak pudar karena aku melihat papa lebih sering tidur di ranjangnya.

Sebenarnya hati ini sedih ketika melihat papa seperti itu namun apa mau dikata karena semua sudah garis tangan yang harus kita lalui.

Yang sabar ya papa semoga dengan sakitnya papa akan merontokkan semua dosa papa amin ya rabbal alamin. Kemudian aku memperlihatkan buku perdanaku kepada papa dan begitu terharunya mama dan papa   saat melihat serta membolak balikkan buku yang ada di tangan mereka.

Aku melihat keharuan dimata mama dan papa saat itu sembari berkata serta mengulurkan tangan memberi selamat untukku. Subhanallah ya Allah aku tidak bisa melukiskan rasa haru yang aku rasakan saat itu karena aku melihat bulir hangat jatuh di mata mama dan papa.

Penghargaan yang mama dan papa berikan untukku sehangat pelukanmu mama. Aku sangat tersanjung sekali atas penghargaan ini. terima kasih mama dan papa aku sangat mencintaimu. Semua yang aku nikmati saat ini adalah berkat doa mama dan papa yang tidak pernah putus untukku. Terima kasih atas semua doa yang telah mama dan papa persembahkan untukku. Aku akan selalu mendoakan supaya mama dan papa sehat selalu dan diberi umur yang panjang. I love you mom and dedi, miss u……..

Views All Time
Views All Time
116
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY