SEKOLAH NOL SISWA, APA KABAR?

0
35

Kembali berita yang kurang menggembirakan terkait dengan PPDB sistem zonasi tahun ajaran 2019/2020 penulis baca dari koran Banjarmasin Post, Jumat, 21 Juni 2019, pada halaman pertama dengan judul “ Ada SDN di Banjarmasin Nol Siswa”. Dalam beritanya, penerimaan peserta didik baru (PPDB)  zonasi jenjang sekolah dasar negeri (SDN)  pada 2-3 Mei 2019 silam membuat keresahan bagi sekolah sejumlah. Dari rekap terakhir Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, ternyata ada 10 SDN dari 206 sekolah yang sama sekali belum mendapatkan siswa atau nol pendaftar hingga kemarin.

Menyimak pemberitaan koran di atas, penulis heran dengan fenomena kekurangan siswa sekolah dasar negeri (SDN) yang sedemikian parah, karena tidak ada sama sekali siswa baru yang masuk sekolah. Apakah memang tidak ada anak usia sekolah atau  calon siswa baru yang ada di sekitar sekolah, atau apakah semua calon siswa baru yang ada di sekitar sekolah tersebut sudah masuk ke sekolah lain yang ada di tempat lain?. Kondisi tersebut menjadi ironis, karena sebagaimana diketahui bahwa Kota Banjarmasin memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Lalu, bagaimana mungkin ditengah kepadatan jumlah penduduk tersebut, tidak ada calon siswa baru sekolah dasar negeri (SDN) pada tahun pelajaran 2019/2020 ini ? Wallahu a’alam

Dunia pendidikan Indonesia menjelang tahun pelajaran 2019/2020 sedang mengalami permasalahan yang berkaitan dengan PPDB. Pada satu sisi, ada daerah  atau sekolah yang mengalami masalah kekurangan  calon peserta didik seperti yang terjadi di Kota Banjarmasin dan daerah lainnya di Kalimantan Selatan, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA/SMK, sebagaimana diberitakan oleh koran di atas. Sementara di sisi lain, pada sekolah-sekolah di Pulau Jawa mengalami masalah yang sebaliknya. Orangtua calon peserta didik baru berdesak-desakan untuk memamsuki sekolah yang diinginkan, hingga sampai ada yang mengantri sejak dini har, hanya untuk mendapat nomor antrean mendapatkan formulir pendaftaran.

Fenomena sekolah kekurangan siswa baru mengindikasikan adanya kondisi yang memprihatinkan kelangsungan sebuah sekolah, karena kalau terus menerus sekolah kekurangan siswa dapat berakibat sekolah tersebut ditutup atau digrouping dengan sekolah lain. Sebagaimana pernah diberitakan oleh koran ini pada tahun pelajaran lalu yang  juga terjadi di Kabupaten Batola. Menurut berita  koran Banjarmasin Post yang sama pada Rabu, 12 September 2018 yang lalu, sebagaimana dimuat pada  halaman 11, dengan judul berita “ Disdik Bingung Murid Terus Berkurang” ,dan subjudul “ 61 Sekolah Bakal Dievaluasi”.

Dari jejak pemberitaan koran di atas, ternyata fenomena sekolah  kekurangan juga melanda jenjang SD, dan pada tahun pelajaran 2019/2020 ini melanda jenjang SMP. Kekurangan siswa akan berdampak kelanjutannya dari jenjang sekolah bawah hingga ke atas, yaitu ketika pada jenjang SD siswanya sudah berkurang, maka besar kemungkinannya pada jenjang SMP dan SMA juga berkurang. Jika fenomena kekurangan siswa ini terus berlanjut setiap tahunnya, maka besar kemungkinan sekolah tersebut tidak memiliki siswa, dan akhirnya dapat ditutup atau digrouping dengan sekolah sejenjang yang terdekat.

###1525###

Views All Time
Views All Time
69
Views Today
Views Today
1
Previous articlePPDB SISTEM ZONASI YANG KONTROVERSI
Next articleBagian 3. Buku GZN : Menjadi Guru Yang Peduli
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY