SEKOLAH UNGGULAN JENJANG SMP, SEBUAH HARAPAN

0
5

Pada saat Rapat Dinas yang dilaksanakan oleh Disdikbud Tanah Laut pada  Senin, 23 Juli 2018 yang lalu, Wakil Bupati Tanah  Laut, H.Sukamta, yang juga  Bupati terpilih PILKADA 2019, memberikan arahan dalam rapat tersebut. Salah satu rencana yang disampaikan beliau terkait pendidikan di Tanah Laut ke depan adalah  keinginan mendirikan  sekolah  unggulan, baik keuanggulan dalam bidang  akademik, olahraga, seni, dan  sebagainya.

Tentu konsep atau keinginan tersebut perlu mendapat dukungan  semua pihak, karena di Kabupaten  Tanah Laut sudah berdiri sekolah unggulan jenjang SLTA, yaitu Madrasah Aliah Negeri Islam Cendekia atau MAN IC Pelaihari. Oleh sebab itu, perlu didukung dan disokong dengan sekolah unggulan pada  jenjang sekolah di bawahnya, yaitu jenjang  SMP sederajat.  Selama ini di Kalimantan Selatan sudah  memiliki  3 (tiga) sekolah unggulan pada jenjang SLTA  sederajat, seperti SMA Banua milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan  dan SMA GIBS di Kabupaten Barito Kuala yang dimiliki oleh pihak swasta.

Warga Kalimantan Selatan patut bersyukur, karena memiliki sekolah yang berpredikat unggulan, seperti SMA Banua yang berada di jalan A.Yani Km. 17   Gambut.  Sekolah merupakan  sebuah sekolah Bilingual Boarding School yang pertama dibina oleh Dinas Pendidikan Provinsi  Kalimantan Selatan. Sekolah ini memiliki visi menjadi sekolah bertaraf internasional yang berkeunggulan dalam bidang iman dan taqwa (intaq), dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Selanjutnya, SMA GIBS di Sungai Lumbah Kabupaten Barito Kuala, sekitar 15 km dari Banjarmasin. Sekolah ini juga mengusung semangat keunggulan seperti sekolah yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel tersebut. Kemudian,  di Tanah Laut, tepatnya di jl. A. Yani desa Panggung Kecamatan Pelaihari juga berdiri madrasah yang berbasis  boarding school yang bernama MAN Insan Cendikia atau MAN IC. Madrasah ini dibawah pembinaan Kementerian Agama RI.

Membangun sekolah unggulan yang modern, dengan sarana dan prasarana yang lengkap, tentunya menjadi dambaan dan kebanggaan  daerah dan masyarakat. Dengan adanya sekolah unggulan tersebut,  diharapkan dapat melahirkan calon intelektual daerah  yang mampu berbicara di kancah nasional, regional, dan bahkan internasional.  Impian tersebut tentunya sudah mulai tumbuh dan berproses dengan adanya sekolah atau madrasah unggulan yang bermunculan di Kalimantan Selatan ,khususnya pada jenjang SMA/ sederajat. Kehadiran sekolah unggulan yang statusnya telah bertaraf Nasional atau bahkan internsional karena telah memenuhi SNP (Standar Nasional Pendidikan)  , seperti SMA Banua,  tentunya tidak mengurangi perhatian dan bantuan kepada sekolah atau madrasah yang masih belum mampu memenuhi SNP tersebut.

Dengan memperhatikan dan menyikapi perkembangan sekolah unggulan jenjang SLTA , maka perlu disikapi dengan mendirikan sekolah-sekolah unggulan yang berada di bawah, atau jenjang SMP sederajat untuk menyokong sekolah unggulan jenjang SLTA, khususnya jenjang  SMP di Kabupaten Tanah Laut. Sudah ada lampu hijau dari bupati terpilih periode 2018-2023 yang menginginkan adanya sekolah unggulan di Kabupaten Tanah Laut  semasa pemerintahannya 5 (lima) tahun ke depan. Semoga.

###1042###

 

Views All Time
Views All Time
34
Views Today
Views Today
1
Previous articlePROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA HINDU-BUDDHA DI INDONESIA
Next articleAksi Anggota Gudep KBRI-KL yang Selalu Menceriakan
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY