SD IT ASSALAM PELAIHARI, SEKOLAH YANG VARIATIF MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID-19 DI TANAH LAUT JENJANG SD

0
51

Ketika pendemi Covid-19 merebak di Indonesia sekitar bulan Maret 2020, pada saat itu proses pembelajaran sedang menjalani pertengahan semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, kemudian ditindaklanjuti oleh gubernur dan bupati/wali kota, maka proses pembelajaran dialihkan ke rumah siswa dengan menggunakan pola pembelajaran BDR (Belajar Dari Rumah).

Proses pembelajaran dengan pola BDR tersebut juga berlangsung bagi sekolah yang ada di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya jenjang SD dan SMP. Pembelajaran dengan pola BDR yang dilaksanakan oleh sekolah di Kabupaten Tanah Laut tersebut berlangsung lebih dari satu bulan berdasarkan Surat Edaran Bupati Tanah Laut Nomor  800/785/Disdikbud/2020 tertanggal 26 Maret 2020,  lalu kemudian dengan Surat Edaran Kadisdikbud Tanah Laut Nomor 800/887/ Disdikbud/2020 tanggal 2 April 2020 dan 800/1119/Disdikbud/2020 tanggal 28 April 2020.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar melakukan pemanatauan atau survei terhadap sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan pola BDR dimasa pandemi Covid-19. Pemantauan tersebut dilakukan dengan mengirimkan format laporan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 secara  daring (dalam jaringan)  melalui WhatApps grup kepala sekolah dan Koordinator Wilayah (Korwil) se Kabupaten Tanah Laut.

” Dari 224 SD di Tanah Laut yang mengirimkan laporan melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, ada sebanyak 130 SD atau 58% melaksanakan pembelajaran secara daring” 

Dari hasil pemantauan atau survei saya terhadap sekolah dasar (SD), pada umumnya melaksanakan pembelajaran secara daring. Dari 224 SD di Tanah Laut yang mengirimkan laporan melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, ada sebanyak 130 SD atau 58% melaksanakan pembelajaran secara daring.

Dari 130 SD di Tanah Laut yang melaksanakan pembelajaran secara daring,  dipilih 5 (lima) sekolah yang paling banyak mengimplementasikan dan memvariasikan pembelajaran daring dengan berbagai aplikasi atau teknologi informasi (TI). Sedangkan sekolah lain pada umumnya hanya menggunakan satu atau dua aplikasi teknologi informasi (TI) saja.

” Dari 130 SD di Tanah Laut yang melaksanakan pembelajaran secara daring,  dipilih 5 (lima) sekolah yang paling banyak mengimplementasikan dan memvariasikan pembelajaran daring dengan berbagai aplikasi atau teknologi informasi (TI) “

PertamaSD Islam Terpadu (SDIT) Assalam Pelaihari. Sekolah yang dipimpin oleh Darsani melaksanakan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 merupakan sekolah yang terbanyak variatif dalam pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom, facebook, Hvicon, dan WhatApps

Kedua UPTD SDN 6 Angsau . Sekolah dasar yang berada di Kecamatan Pelaihari ini dipimpin oleh Siti Hadijah melaksanakan pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19  dengan menerapkan dan menvariasikan dalam pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi WhatApps, Youtube, dan Google Form.

Ketiga.  UPTD SDN 2 Bati-Bati. Sekolah dasar ini berada di wilayah Kecamatan Bati-Bati yang dipimpin Norhasanah.  Dalam malaksanakan pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19 menggunakan dan memvariasikan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi WhatApps, Youtube, dan Google Form.

Keempat.   UPTD SDN  1 Liang Anggang. Sekolah dasar ini dipimpin oleh Isnaniah yang berlokasi di Kecamatan Bati-Bati. Selama pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, sekolah ini menggunakan dan memvariasikan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi dan teknologi informasi berupa WhatApps, Youtube, dan TVRI.

Kelima.  UPTD SDN  1 Bentok Darat. Sekolah dasar yang dipimpin oleh H. Muhammad Nurhan ini berada di Kecamatan Bati-Bati. Dalam pelaksanaan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 , sekolah ini menggunakan dan memvariasikan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi dan teknologi informasi berupa WhatApps, Google Form, dan Vicon.

“Tentu pelaksanaan pembelajaran secara daring atau online  tersebut lebih banyak mengalami kendala di lapangan, diantaranya masalah jaringan internet yang kurang baik, kouta internet yang cepat habis, dan sebagainya”

Meski dengan segala keterbatasan dan bersifat mendadak, namun kepala sekolah dengan dukungan dari guru yang tidak pernah menyerah begitu saja dengan kondisi darurat tersebut, mampu melaksanakan proses pembelajaran daring semasa pendemi Covid-19 dengan baik dan variatif. Tentu pelaksanaan pembelajaran secara daring atau online  tersebut lebih banyak mengalami kendala di lapangan, diantaranya masalah jaringan internet yang kurang baik, kouta internet yang cepat habis, dan sebagainya.

Terima kasih atas dedikasi dan kreativitas para guru dengan dukungan dan motivasi yang luar biasa dari kepala sekolahnya. Semoga pengabdian dan dedikasinya tersebut berbuah kebajikan dan bernilai ibadah disisi Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga.

#BangkitPendidikanIndonesia

#DirumahdanMenulisAja

Views All Time
Views All Time
39
Views Today
Views Today
1
Previous articleCHARACTER BUILDING SAAT STAY AT HOME
Next articleGuru dan siswa : New Normal, Apa Mungkin?
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY