Selamat Jalan Bunda

0
8

Ibu adalah sosok wanita penuh cinta, penuh kasih serta penyabar dan penyanyang. Setiap kita dilahirkan dari rahim seorang ibu. Sudah semestinya kita semua harus patuh dan tunduk akan perintah ibu.

Aku sangat bahagia dan bangga bisa memiliki ibu sepertinya karena ibu adalah segalanya bagiku. Saat aku sedih ibulah yang selalu menghiburku. Ibu selalu berusaha membuat hari – hariku tersenyum dan bahagia. Tidak ada seindah hangat pelukan seorang ibu.

Aku sangat mencintai dan menyanyanginya. Hari – hariku selalu kuhabiskan bersamanya. Aku tidak ingin berpisah dengannya meskipun hanya sesaat. Aku ingin selalu bersamanya. Sejak bayi hingga saat ini ibulah yang menjadi sandaran hidupku. Kadang aku berpikir apakah aku akan bisa hidup tanpamu suatu saaat ibu?

Aku tidak pernah ingin jauh darimu apalagi kehilangan dirimu. Hingga suatu saat aku mengetahui penyakit yang ibu derita selama ini. aku tidak menyangka bahwa begitu besarnya rasa sakit yang ibu rasakan dan ibu pendam selama ini. aku tau, ibu pasti merahasiakannya dariku agar aku tidak pernah bersedih. Maafkan aku ibu yang selama ini tidak memperhatikanmu.

Saat ini di rumah sakit tubuhmu yang lemah dan lunglai tak berdaya terbaring di sebuah ranjang. Meskipun tubuhmu tidak berdaya namun ibu selalu memperlihatkan rasa bahagia dan menyembunyikan rasa sakit itu dariku. Ya Allah tolong selamatkanlah ibuku dan sembuhkanlah serta angkatlah semua penyakit yang ada di diri ibu.

Maafkan aku ibu yang baru tau keadaanmu yang sebenarnya. Aku sangat kaget ketika ayah dengan begitu lembut serta pelan membisikkan di telingaku bahwa saat ini ibu sangat kritis karena sudah lama mengidap penyakit kanker paru – paru.

Subhanallah ya  Allah……aku menangis di pelukan ayah saat mengetahui penyakit yang selama ini di  derita oleh ibu. Aku tidak ingin berpisah darinya ayah. Aku tidak ingin kehilangannya ayah. Tolong ibu ayah pintaku berulang – ulang kepada ayah.

Dengan pelukan penuh cinta dan sayang ayah mendekapku dan membisikkan ke telingaku, sayang mari kita doakan ibu bersama ya.

Sekarang dokter ahli telah mengangani ibu dan ibu butuh doa dari semua orang yang dicintainya termasuk dirimu. Mari kita meminta kepada Allah agar mengangkat penyakit ibu dari seluruh tubuhnya.

Sejak ibu sakit aku merasa tidak pernah ceria lagi. Disekolah aku menjadi anak yang pendiam. Aku selalu memikirkan tentang keadaan ibu. Aku tidak konsentrasi lagi dalam pembelajaran. Ayah selalu menasehati serta menghibur dan memberi support kepadaku. Apapun yang dialami oleh ibu saat ini adalah kehendak dari Allah karena itu adalah yang terbaik bagi ibu.

Hari – hari sepulang sekolah selalu kulalui bersama ibu di ruangan rumah sakit ini. aku berusaha menghibur ibu meskipun terkadang air mataku menetas dipipi saat melihat kondisinya. Dengan berusaha memperlihatkan senyumnya padaku agar aku tidak bersedih atas keadaan ini.

Hingga waktunya tiba ibu pergi untuk selamanya dariku. Aku berteriak histeris saat ayah memeluk dan membisikkan kepadaku, sayang Allah lebih menyanyangi ibu dari pada kita semua. Allah telah mengangkat penyakit yang di derita ibu makanya Allah memanggilnya agar tidak merasakan sakit lagi.

Aku menjerit  sekuat tenaga saat mendengar perkataan ayah. Aku tidak ingin ibu pergi. Aku memeluknya dan tak ingin melepaskannya. Aku sayang ibu ayah. Aku sayang ibu ayah dan aku tidak ingin kehilangan dirinya.

Allah tidak adil padaku. Allah tidak adil padaku kenapa harus ibu yang diambilnya dariku. Kenapa tidak aku saja ayah? Ayah berusaha memelukku meskipun aku tau, ayah sendiri tidak ingin kehilangan ibu.

Ya Allah……kenapa Engkau ambil ibu dariku. Ya Allah ampunilah semua dosa ibu. Aku sangat menyanyanginya. Ampunilah dosa ibu ya Allah. Mobil ambulance membawa jenazah ibu kembali ke rumah. Di rumah semua karib kerabat telah berkumpul untuk menyambuk kedatangan  jenazah ibu.

Persiapan fardhu kifayahpun dilakukan. Aku selalau menangis tak henti – henti melihat semuanya. Rasanya ingin pergi juga bersama ibu. Ayah selalu mendampingi serta menghiburku.

Saat ini untuk terakhir kalinya aku melihat wajah wanita yang penuh sabar, cinta kasih dan penyanyang yang selama ini telah merawat dan membimbingku. Untuk terakhir kalinya wajah ini kupandang tak henti – henti hingga ayah membisikkanku : sayang, mari kita selenggarakan jenazah ibu. Akan kita bawa ke masjid ya.

Aku memeluk ayah dengan erat sambil menangis. Aku mengiringi jenazah ibu dari belakang menuju masjid untuk menyembahyangkannya. Setelah selesai maka membawa ibu kepusara tempat peristirahatan terakhirnya.

Saat melihat ibu di kuburkan, aku menangis di pelukan ayah. Aku tidak ingin berpisah ayah pintaku. Banyak karib kerabat ibu yang memeluk dan menenangkanku.

Setelah selesai pemakaman dan doa bersama maka sedikit demi sedikit orang – orang yang mengantarkan ibu kembali kerumahnya masing – masing dan sekarang hanya aku dan ayah serta beberapa kerabat yang tinggal di samping pemakaman ibu.

Aku masih menangis di pemakaman ibu. Aku tidak ingin pulang dari sini ayah. Aku ingin menemani ibu ayah pintaku kepadanya. Ayah memelukku penuh cinta kasih dan membiarkanku menangis untuk melepaskan hati yang terluka dan sedih ini.

Dengan perlahan ayah membisikkan sesuatu di telingaku dan akhirnya aku mau di ajak pulang olehnya. Selamat jalan bunda bisikku……………

aku akan selalu mendokanmu bunda……………….aku menyanyangimu bunda……….

Views All Time
Views All Time
52
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY