Selamat Jalan Kekasih Hatiku

0
15

Separuh nafasku terbang bersama dirimu…. Saat kau tinggalkanku……lirik lagu dari salah satu band ternama di Indonesia ini begitu syahdu di telingaku dan tanpa terasa bulir hangat jatuh di sudut bola mata indahku. Tak terasa begitu cepat waktu memisahkan ikatan cinta dua anak manusia yang diikat oleh tali perkawinan yang telah terjalin selama bertahun – tahun meski awal mula pertemuan itu membuat diri ini ragu akan sosok tampan yang akan mengisi hari – hari ke depanku.

Usiaku yang telah bertambah membuat kedua orang tua ingin sekali memiliki menantu dan teman hidupku. Keinginan ini yang pada akhirnya mempertemukan aku dengan sosok lelaki soleh yang akhirnya membawa diriku terbang bersamanya dalam ikatan perkawinan.

Ikatan perkawinan ini lama kelamaan menumbuhkan rasa cinta suci kepada imam yang akan menemani hari – hari kehidupanku dan akan menjadi ayah dari anak – anakku kelak. Begitu besar cinta dan perhatian yang diberikan kepadaku hingga diri inipun enggan untuk berpisah denganmu meskipun hanya sesaat.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahunpun berlalu dan tak terasa sudah hampir dua puluh tahun ikatan suci tali perkawinan ini terjaga dan terjalin penuh dengan cinta dan kasih sayang hingga melahirkan buah cinta yang akan mengisi hari – hari tambah bahagia dan ceria.

Tak terasa sudah buah cinta itu beranjak tumbuh dan besar yang akan menjadi tempat bersandar kita berdua di hari tua kelak. Meskipun banyak aral yang melintang namun kekuatan cinta itu membuat kita semakin dewasa dalam mengambil keputusan. Akan aku pelihara semua cinta dan kasih sayang yang telah terjalin ini hingga maut memisahkan kita.

Jika aku boleh meminta kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi untuk memutar waktu itu kembali maka akan aku pinta kepadaNYA karena aku tidak ingin berpisah darimu kekasih hatiku. Jangankan berpisah, jauh darimu saja aku tidak sanggup namun apa boleh dikata semua telah dituliskan dalam ketetapan masing – masing oleh Sang Pencipta Langit dan Bumi.

Setelah beberapa lama dirimu sakit dan aku selalu setia menemanimu kemana saja untuk mengobati sakit yang dirimu rasakan. Seandainya aku boleh meminta kepada Sang Pencipta Langit dan bumi, biar aku saja yang menggantikan posisimu. Aku tidak sanggup melihat wajahmu yang tak berdaya serta erangan kesakitan yang dirimu rasakan. Aku tidak sanggup menyaksikan semua ini.

Subhanallah Ya Allah…..angkatlah penyakit yang di derita kekasih hatiku ini agar semua keceriaan yang selama ini ada pada dirinya kembali seperti semula. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk pengobatanmu serta akan selalu menamanimu kekasih hatiku meskipun diri ini gundah dan gelisah namun di depanmu aku akan berusaha tegar karena aku tidak ingin melihat dirimu sedih.

Meskipun hari berlalu di rumah sakit namun menemanimu saat ini adalah kewajibanku. Aku ingin dirimu cepat sembuh kekasih hatiku agar kita bisa berkumpul kembali di rumah mungil yang kita miliki saat ini bersama kedua buah cinta kita.

Cepatlah sembuh kekasih hatiku agar kedua buah cinta kita tidak resah dan sedih. Di setiap waktu, selalu kuselipkan untaian doa dan harapan untuk kesembuhanmu. Banyak cerita dan tawa yang akan kita ukir untuk menghabiskan hari – hari  bersama. Banyak hal yang belum kita lakukan untuk kebaikan buah cinta kita. Banyak hal yang mesti kita lakukan agar suatu hari kelak semua terukir indah di sanubari.

Tak terasa bulir hangat mengalir di sudut mata indahku. Saat ini di depanku tubuhmu terbujur kaku. Tubuh yang selama ini menjadi sandaranku di kala hati ini gundah. Tubuh ini yang selalu menjadi penyejuk hatiku saat diri ini sendih. Kenapa waktu begitu cepat berlalu kekasihku? Kenapa dirimu tega membiarkan aku dan anak – anak sendiri diatas bumi ini? kenapa?

Ingin rasanya diri ini marah. Ingin rasanya diri ini berteriak sekuat tenagaku namun aku tidak bisa melakukan semuanya kekasih hatiku. Kepada siapa lagi aku akan bersandar jika saat ini dirimu meninggalkan diriku beserta dua buah cinta kita? Kepada siapa lagi diri ini akan mengadu?

Sejak ikatan perkawinan itu terjalin seiring waktu, cinta kita semakin mendalam. Akan aku pelihara cinta ini kekasih hatiku. Akan aku jaga sepenuh hati buah hati yang kini sudah mulai besar. Akan aku berikan yang terbaik untuk buah hati kita sebagaimana yang telah dirimu tanamkan kepada aku dan buah hati kita.

Aku tidak ingin dirimu pergi meninggalkanku dan kedua buah cinta kita. Aku tidak ingin berpisah darimu namun aku sadar bahwa semua ini adalah kehendak Sang Pencipta Langit dan bumi. Semua sudah di tuliskan sesuai kehendakNYA.

Hanya doa yang dapat aku panjatkan seiring dengan kepergianmu semoga dirimu disana di tempatkan bersama golongan dari hamba – hambaNYA yang bertaqwa.

Semoga semua yang telah dirimu tanamkan kepadaku dan kedua buah hati kita akan selalu terpatri disanubari kami. Selamat jalan ke kasih hatiku. Selamat jalan imam yang sangat aku cintai. Selamat jalan ayah dari anak – anakku dan nantikan kami di surgaNYA agar suatu masa nanti kita akan berkumpul kembali kekasih hatiku…….

 

 

 

Views All Time
Views All Time
90
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY