SERBA-SERBI PERJALANAN PELAIHARI-KOTABARU-2019. Bagian 2. Tonggak Jembatan Penyambung Pulau Laut dan Kalimantan Nasibmu Kini

0
25

Cerita tentang upaya menyambung daratan Pulau Kalimantan dari Batulicin, Ibukota Kabupaten Tanah Laut ke Pulau Laut pada titik Tanjung Serdang, Kotabaru sepertinya masih panjang ceritanya. Ketika penulis melakukan perjalanan penyeberangan dari Batulicin ke Tanjung Serdang pada Rabu, 4 September 2019, atau ketika kembali menyeberang dari Tanjung Serdang ke Batulicin pada 5 September 2019, terlihat tiang pancang rencana jembatan yang menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut sudah mulai ditumbuhi karang laut.

Mengutip laman banjarmasin.tribune, bahwa pada sampai sekarang tidak ada kepastian target progres untuk penyelesaian pembangunan. Sementara pembangunan menggunakan sharing dana dua kabupaten (Kotabaru-Tanahbumbu) masing Rp 250 miliar, provinsi Rp 500 miliar sesuai disepakati dalam Memorandum of Understanding (MoU). Sedangkan hingga sekarang belum ada kepastian penggelontoran dana pemerintah pusat diharapkan untuk penyelesaian mega proyek tersebut. (sumber: https://banjarmasin.tribunnews.com/2019/02/26/nasib-pembangunan-jembatan-pulaulaut-tanahbumbu-terganjal-ini-penjelasan-pemkab-tanahbumbu)

Menanti terbangunnya jembatan penghubung antara Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut merupakan sebuah penantian panjang sebagaimana berita dari Banjarmasin.tribune di atas, karena dana dari pemerintah pusat untuk penyelesaian mega proyek tersebut masih belum ada kepastiannya. Pemerintah dan rakyat Kalimantan Selatan sangat berharap agar jembatan impian tersebut dalam waktu yang terlalu lama akan dapat terwujud.

Perhubung antar Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut  selama ini dilakukan dengan menggunakan kapal ferry yang lama durasi penyeberangannya sekitar satu jam dan tidak beroperasional selama 24 jam. Harapan untuk menghubungkan kedua pulau memang sudah dimulai dengan ada pondasi dan tiang pancang jembatan, namun kini masih tersendat karena masalah pendanaan yang terbatas.   Apakah harapan tersebut hanya tinggal harapan semata?

Tekad dan upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, baik Kotabaru maupun Tanah Bumbu serta Kalimantan Selatan,  sudah dibuktikan dengan adanya pondasi dan tiang pancang jembatan pada kedua sisi  pantai Batulicin dan Tanjung Serdang. Harapan yang terakhir untuk mewujudkan jembatan tersebut tentunya dari pihak pemerintah pusat,  sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan di atas. Bantuan dana dari pemerintah pusat untuk mewujudkan jembatan tersebut diharapkan tidak terlalu lama, karena dikhawatirkan pondasi dan tiang pancang yang telah dibangun tersebut tidak rusak dimakan oleh waktu. Semoga.

Views All Time
Views All Time
27
Views Today
Views Today
1
Previous articleNasehat Untuk Siswa, Berhati-hatilah Menggunakan Media Sosial
Next articleCATATAN MENGIKUTI KEGIATAN MONEV BOS 2019
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY