SERBA-SERBI PERJALANAN STUDI TOUR KE KOTABARU-2019. Bagian 1. Kotak Amplang Memenuhi Bus

0
86

Kotabaru terkenal dengan oleh-oleh khasnya, yaitu amplang. Berbagai merek amplang produksi masyarakat Kotabaru dijual di toko yang menjual oleh-oleh khas Kotabaru lainnya, seperti krupuk dan berbagai olahan ikan laut lainnya. Amplang menjadi salah satu oleh-oleh khas Kotabaru yang banyak dicari oleh para wisatawan yang sedang melakukan kunjungan di daerah ini, karena  rasanya yang enak, renyah, dan gurih , serta harganya yang relatif murah dan terjangkau oleh banyak kalangan.

Faktanya juga demikian, ketika rombongan studi tour MKKS UPTD SMP Tanah Laut ke Kotabaru yang penulis ikuti pada 20-22 September 2019 yang lalu. Kotak amplang yang dibeli oleh kawan-kawan mendominasi barang bawaan yang dimasukkan ke dalam bus. Penulis sendiri berencana mau membeli juga saat pulang nanti, namun sebelum niat tersebut tercapai, ada rezeki yang diberikan Allah Swt melalui tangan kawan penulis.

Mastur, kawan penulis yang tinggal di Kotabaru  memberikan oleh-oleh untuk dibawa pulang penulis ke Pelaihari satu kotak besar amplang yang langsung dibeli dari rumah produksinya. Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Dalam kotak atau kardus yang relatif besar tersebut terdapat sepuluh bungkus plastik amplang yang isinya cukup banyak. Kemasan  amplang dalam kotak cukup menarik dan mudah dibawa untuk oleh-oleh, meski terlihat besar tetapi tidak terlalu berat untuk dijinjing.

Ketika pulang ke Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, di dalam bus yang penulis tumpangi dan bus yang satunya lagi, di atas tempat duduk pada sisi dinding bus dipenuhi oleh puluhan kotak amplang yang disusun berjajar, karena tidak ada tempat lagi. Kotak-kotak amplang tersebut diikat dengan tali agar tidak jatuh ketika terjadi guncangan selama perjalanan. Bus yang kami gunakan tersebut tidak memiliki bagasi di atas tempat duduk, seperti di bus besar yang biasanya ada tempat penyimpanan barang di bawah atau di atas tempat duduk penumpang.

Gagasan menyusun kotak atau kardus amplang sebagaimana dipaparkan di atas berasal dari sopir bus yang penulis tumpangi, karena tidak ada bagasi untuk menyimpan kotak amplang yang relatif banyak tersebut. Hampir semua penumpang bus yang berjumlah 28 orang membeli amplang yang dimasukkan dalam kotak atau kardus, ada membeli lebih dari satu kotak. Sedangkan oleh-oleh lainnya dapat diletakkan di bawah kursi tempat duduk atau di dalam tas.

Pajangan kotak atau kardus amplang yang berjejer rapi di sisi atas bus dalam perjalanan pulang dari Kotabaru menjadi pemandangan tersendiri yang menghiasi bus, baik bus yang penulis tumpangi maupun bus yang satunya lagi. Harga yang relatif murah dibandingkan jika membeli di tempat lain di luar Kotabaru menjadi alasan utama untuk membeli amplang tersebut di Kotabaru. Pada sisi lain, ketika kawan-kawan banyak yang beli, maka rasanya kurang enak kalau tidak ikut beli juga untuk oleh-oleh atau buah tangan bagi keluarga di rumah maupun rekan sejawat di sekolah atau kantor.

###studitourktb-2019###

 

Views All Time
Views All Time
134
Views Today
Views Today
1
Previous articleVIRTUAL COORDINATOR TRAINING SEBAGAI WADAH PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BERBASIS DIGITAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Next articleKembali, 4 Orang Siswa MTsN 3 Mataram Koleksi Prestasi
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY