Sesil Selamat Dari Penculikan (Cerita Anak)

0
6

Namanya Sesil lengkapnya Sesilih Ayu Puspita. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya. Mereka tinggal di rumah sederhana. Sesil ingin sekali membantu neneknya berjualan di pasar.

Sesil berjalan ke pasar hanya sendirian. Tak lama kemudian ada seseorang berniat baik ingin memboncengnya. Ia melihat orang itu membawa sepeda motor, terlihat baik. Namun, Sesil tak mengenal orang itu. Sesil ingat pesan kakeknya. Jangan sekali-sekali ikut orang yang tidak dikenal.

Orang itu memaksa, ia memperkenalkan diri dengan mengaku sebagai saudara ibunya. Sesil tidak mau tetapi orang itu meyakinkannya. Akhirnya ia ikut dibonceng ke pasar. Sampai di pasar Sesil berteriak-teriak memanggil neneknya. Aneh sekali orang itu panik dan menurunkannya di pasar. Lalu pergi begitu saja.

Sesil ketakutan karena orang yang membonceng itu tidak berbicara sama sekali. Sesil curiga dan takut. Ia mencari akal sebelum sampai di pasar harus berteriak-teriak agar mengundang perhatian orang lain. Dengan berpura-pura melihat neneknya ia berteriak; “Nenek … aku diantar paman, Nenek … aku dibonceng paman, ” katanya semakin keras. Jika benar ia pamannya akan menurunkannya dan bertanya, mana nenek?. Ternyata ia malah memacu motornya. Sesilpun selamat dari penculikan anak.

Akhirnya Sesil masuk ke pasar dan merangkul neneknya. Lain kali jangan mengulanginya lagi, diam di rumah belajar saja, tidak usah ke luar rumah. Bantu nenek dengan belajar dan membersihkan rumah saja. Diam di rumah. Neneknya menasihati cucu yang disayanginya itu dengan bijak.

 

Malang, April 2021

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY