Si Gale-gale dalam Pembelajaran Fisika

0
56

Si Gale-gale dalam Pembelajaran Fisika

Si Gale-gale adalah Boneka Patung yang dapat bergerak dan menari seperti layaknya seorang manusia. Patung boneka si gale-gale terbuat dari pahatan kayu yang halus seperti manusia. Bahkan patung sigale-gale dahulunya dalam pertunjukkannya dapat menangis dan mengeluarkan air mata. Boneka patung si Gale-gale biasanya bergerak diringi oleh musik Batak Gondang Somba.

Boneka patung si Gale-gale ini tepatnya dapat kita jumpai di daerah Pulau Samosir yang teretak di tengah-tengah  Danau Toba. Dari hasil pengamatan penulis, boneka patung si gale-gale di gerakkan oleh seseorang di belakang patung seperti layaknya cerita wayang kulit di pulau jawa yang digerakkan oleh seorang dalang di belakang layar. Saat ini boneka patung sigale-gale di pentaskan untuk menarik pengunjung di daerah wisata pulau Samosir. Sehingga cerita boneka patung si Gale-gale menjadi cerita keunggulan budaya lokal yang perlu dikembangkan.

Cerita patung sigale-gale menurut hasil penelitian Nurelide, terdapat makna yang terkandung di sana, salah satu pesan moral dari cerita boneka patung sigale-gale dalam kehidupan bermasyarakat, berkekeluargaan pola fikir dan pola tindakannya tidak terlepas dari adat istiadat warisan leluhurnya secara turun temurun yaitu ‘Semua persoalan akan mudah penyelesaiannya jika di hadapi dengan tenang dan dengan cara bermusyawarah”. Segala perbedaan pendapat maupun perbedaan fikiran harus diselesaikan dengan cara bermusyawarah.

Jika di runut cerita boneka patung sei Gale-gale ini, maka terdapat pesan jiwa kerjasama dan sikap kegotong royongan. Sikap ini harus dikembangkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran Sains. Selain itu dengan mengimplementasikan cerita  motivasi boneka patung sigale-gale dalam setiap pelaksanaan pembelajaran fisika di kelas, baik diawal maupun diakhir pembelajaran, atau dapat juga dalam setiap penyampaian materi di selipkan cerita motivasi boneka patung si gale-gale akan dapat meningkatkan rasa cinta budaya daerah sebagai budaya keunggulan lokal.

Selama ini siswa menganggap belajar fisika itu sangat sulit dan sangat membosankan. Guru harus mengubah Mindset siswa tentang pembelajaran Fisika di kelas. Memberi motivasi, menginspirasi siswa dengan cerita si Gale-gale, dapat meningkatkan motivasi siswa belajar fisika. Sehingga standar kelulusan mata pelajaran fisika dapat tercapai. Standar kelulusan berdasarkan silabus pembelajaran bahwa siswa mampu mencapai standar kelulusan dengan jujur, mandiri, tanggung jawab, kreatif dan memiliki jiwa kegotong royongan. Sikap karaker siswa tersebut dapat tercapai dari cerita motivasi boneka patung si gale-gale.

Maka perlu di kembangkan pembelajaran Fisika melalui cerita Boneka Sigale-gale sebagai upaya menciptakan Pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Pembelajaran HOTS ini dikembangkan sebagai pembelajaran menyongsong abad 21, yaitu pembelajaran 4C: Creative, Creative Thinking, Comunikatif dan Colaboratif.

Views All Time
Views All Time
56
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnyaImplementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar
Tulisan berikutnyaPKB GURU FISIKA SMA SE KABUPATEN KARO HARI KE DUA

Nurmaulita
Lahir 27 Agustus 1974 di Simalungun tepatnya di Desa Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa.
Mengabdi sebagai Guru Fisika di SMA Negeri 1 Tanah Jawa sejak Tahun 1999.
Mendapat Gelar Sarjana Pendidikan Fisika tahun 1998 dari Universitas Negeri Medan yang dahulunya bernama IKIP Negeri Medan. Selanjutnya pada tahun 2008 melanjutkan studi S-2 di Universitas Sumatera Utara Program Studi Fisika Material, dan menyandang Gelar Magister Sains tahun 2010.
Hingga saat ini masih bertugas di SMA Negeri 1 Tanah Jawa sebagai guru. Untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai pengajar, masih aktif mengikuti event-event guru di tingkat Nasional, meskipun terkadang tidak selalu berhasil sebagai yang terbaik. Namun semangat untuk berkarya tidak harus menjadi pemenang, pemenang untuk diri sendiri, kepuasan berpartisipasi menjadi lebih yang utama.
Terakhir mendapat piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dari Bapak Anies Baswedan tahun 2015 sebagai Pemenang Simposium Guru tahun 2015. Tahun-tahun berikutnya tetap mengirim karya meskipun tidak sebagai pemenang. Bertemu dengan teman-teman guru dari segala penjuru Indonesia adalah hal yang paling mengesankan.
Guru Indonesia, Tetaplah Berkarya.

LEAVE A REPLY