siapa bilang matematikawan tak bisa menulis?

0
11

Dalam materi perkuliahan sering dosen mendiskripsikan tentang bagaimana matematika. Pada hakikatnya matematika itu memiliki pengertian yang berbeda-beda, tergantung bagaimana jawaban itu dijawab, siapa yang jawab, dimana dijawab. Matematika itu pasti. Mereka juga mengatakan matematika adalah bahasa yang numerik. Lain hal lagi menurut sahabat-sahabat kita yang tinggal di bagian barat dan selatan. Matematika adalah angka. Dari sekian banyak pendapat dari sahabat-sahabat itu semua nya benar. Dalam seluruh benua, penulisan angka 1 tetaplah 1, tidak akan pernah berbeda dan berubah. Untuk itu matematika sangatlah konsisten dalam membentuk suatu ketetapan.
Matematika sangat konsisten. Bukan saja ilmunya, namun orang yang ahli dalam matematika ini biasanya kebanyakan memiliki sifat yang konsisten dan tidak banyak bicara. Mereka lebih banyak bertindak dari pada berbicara, serta disuatu kondisi di keramaian mereka lebih suka duduk sendiri paling pojok. Entah itu alasan nya apa? Namun kebanyak demikian
Kita tanya satu, dia jawab satu. Lain pula dengan orang sosial, mereka ini memang bidangnya bergaul, berargumen, serta mendemonstrasikan banyak hal. Berpolitik adalah hobi dan lapangan pekerjaan mereka pada pilihan pertama. Ditanya satu, pasti jawab seribu
Jadi, memang bukan hal tabu lagi kita dengar kalau seorang matematikawan sulit menulis. Buku matematika kebanyakan penulis nya adalah orang fisika. Matematika itu adalah ratu dari segala ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Dengan kata lain, banyak ilmu-ilmu yang pengembangannya bergantung dari matematika. Lalu jika demikian, kenapa matematikawan sedikit menulis? Menulis ini memang kalau tidak dicoba akan terasa sangat sulit, jangan kan untuk menulis, membayangkan nya saja mungkin tidak sanggup. Kebetulan saya adalah sarjana pendidikan matematika dan sedang menjalani pendidikan pascasarjana. Saya seorang guru yang hampir setiap hari saya habiskan dengan rumus dan angka. Saya termasuk seorang yang sulit berkata-kata, apalagi menyusun sebuah kata yang manis untuk menyentuh hati para pembaca yang lebih manis. Pertama menulis itu karena tuntukan, karna sudah bebas dari tuntutan saya dapat cambuk berupa tulisan-tulisan yang sehari bisa dua atau tiga tulisan yang mereka upload. Kenapa menjadi cambuk bagi saya? Karena kenapa meraka bisa saya tidak?. pertanyaan itu serasa hantu, hantu yang selalu membangunkan saya dimalam hari ketika semua orang nyenyak tertidur malah saya larut dalam tulisan. Tetapi kesulitan itu hanya sesaat, “ habis gelap terbitlah terang” , itulah pepatah yang pas digunakan. Dorongan serta motivasi orang-orang sekitar juga sangat mempengaruhi, ingat saja motivasi itu ada karna potensi. Kesimpulannya orang yang diberi motivasi pasti berpotensi. Menulis tidak lagi hal menakutkan, melaikan kewajiban. Matematikawan perlu menulis banyak hal yang ia ketahui, matematika adalah bagian dari semua ilmu. Menulis itu hanya perlu pembiasan.

Views All Time
Views All Time
11
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY