SMK Harusnya Jadi Jawaban Tantangan Dunia Kerja dan Usaha

3
47
             Sumber Gambar : Pencarian Google

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan sekolah yang mendidik dan mengajari peserta didiknya untuk bisa terampil dalam dunia kerja dan bahkan diproyeksikan mampu juga membuka usaha setelah menyelesaikan pendidikannya berdasarkan jurusan masing-masing sesuai minat dan keinginan peserta didik tersebut. Di era industri 4.0 ini sekolah-sekolah kejuruan harusnya menjadi incaran-incaran dari perusahaan-perusahaan dan dunia industri dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan usaha-usaha kreatif dan produktif. Kegiatan pembelajaran di SMK itu sendiri sesungguhnya sudah bisa menjawab kebutuhan keahlian dari industri saat ini karena kurikulum SMK itu sendiri dibuat berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan kerja.

Namun, kenyataannya SMK belum bisa menjawab tantangan itu, bahkan ada pemberitaan yang menyatakan bahwa SMK malah menjadi penyumbang tingginya angka pengangguran. Hal ini terjadi karena konsep manajemen SMK itu masih belum ditangani secara profesional, masih bersifat normatif saja tanpa ada kreasi untuk menjemput bola menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan perusahaan-perusahaan yang profesional sesuai jursn-jurusan yang ada di SMK tersebut. Di sisi lain sesungguhnya banyak sekolah-sekolah kejuruan yang bisa dijadikan rujukan bagaimana seharusnya SMK menjadi jawaban akan tantangan dunia kerja dan usaha, karena harus diakui bahwa banyak juga SMK yang berhasil membangun sekolahnya dengan manajemen yang profesional tentunya bisa menghasilkan produk pendidikan yang siap bersaing di dunia kerja dan usaha.

Penempatan manajerial yang profesional di SMK menjadi salah satu kunci keberhasilan SMK dalam menghasilkan siswa yang siap kerja dan siap terjun dalam dunia usaha. Seleksi penerimaan manajerial di SMK harus menjadi perhatian utama pemerintah, jangan dijadikan ajang kepentingan praktis atau jual beli jabatan saja. Manajerial sebuah SMK harus bisa secara berkala memperbaharui diri dan mengikuti perkembangan teknologi sesuai jurusan masing-masing karena teknologi setiap waktu mengalami kemajuan. Sekolah kejuruan harus secara kreatif bisa memfasilitasi seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk bisa secara terus menerus berkembang seiring dengan perkembangan dunia kerja dan usaha. Dengan demikian maka Sekolah Menengah Kejuruan akan menjadi sekolah yang bisa menghasilkan produk pendidikan yang bisa mengisi kebutuhan dunia kerja dan usaha kita.

Views All Time
Views All Time
35
Views Today
Views Today
1

3 COMMENTS

  1. Persoalan tentang banyaknya pengangguran itu menjadi sesuatu yang ironis karena SMK yang sejatinya adalah sebuah konsep institusi pendidikan dengan tingkat ketrampilan yang ditonjolkan dan digadang-gadang menjadi solusi atas tingginya angka pengangguran, Namun benar justru SMK melahirkan angka pengangguran yang paling tinggi jika di bandingkan dengan jenjang SMA dan S1. Ini Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena fokus kompetensi yang tidak tepat. Beberapa bidang kompetensi yang ada di SMK mengindikasikan ketidaksinkronan dengan yang ada di dunia industri/kerja. (karena dunia industri adalah relasi yang paling dekat dengan SMK.)Penyelenggara pendidikan SMK harus lebih jeli melihat persoalan pasar ini dengan memandang dari pesrpektif lainnya.Penyelenggara SMK harus terus mengikuti informasi tentang dunia Industri agar fokus kompetensi dalam penyelenggaraan pendidikan terus dapat dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan di bidang industri. thx

  2. Terima kasih Lince Leny atas tanggapannya,,tapi menurut saya bahwa jurusan-jurusan yang ada di SMK saat ini sudah sejalan dengan dunia industri saat ini, meskipun memang mungkin masih banyak kebutuhan industri lain yang belom terakomodasi,,apalagi berdasarkan Kurikulum K-13 saat ini sudah banyak jurusan2 SMK yang diperbaharui dan juga kompetensi2 dasar yang ada dalam kurikulumnya. Persoalannya penanganan pendidikan di SMK belum ditangani sesuai dengan passion dari SMK tsb karena masih banyak orang-orang yang duduk memimpin SMK hanya menjalankan proses pendidikannya secara normatif saja atau seadanya, sehingga hal tsb yang menyebabkan banyak smk yang tidak bisa mengikuti informasi tentang perkembangan dunia industri saat ini, padahal sumber daya yang diberikan kepada smk itu juga menurut saya sudah standar untuk bisa melakukan pencapaian2 yg harusnya bisa dicapai.

  3. ” Persoalannya penanganan pendidikan di SMK belum ditangani sesuai dengan passion dari SMK tsb karena masih banyak orang-orang yang duduk memimpin SMK hanya menjalankan proses pendidikannya secara normatif saja atau seadanya,”

    Sangat Setuju dengan penjelasan ini Pak ReynoldFH ” Karena Sejatinya masih ada SMK-SMK yang membuka jurusan baru hanya karena animo masyarakat saja,, bukan karena kebutuhan Industri, artinya di sini SMK hanya mau menyelamatkan operasional sekolahnya dengan menambah jumlah jurusan untuk mendatangkan banyak siswa ( SMK Swasta) tidak memikirkan bagaimana output dari siswa setelah tammat dari SMk itu, Apakah ada lapangan kerja yang tersedia dengan jurusan mereka? Disamping itu juga kadang sekolah berani membuka jurusan baru padahal SDM (tenaga pengajar/guru kejuruan) tidak mencuupi ata memang tidak ada sama sekali ( Misalnya awalnya hanya guru-guru teknik mesin saja yang ada) tapi karena membuka jurusan baru, akhirnya guru yang bukan basic dari jurusan yang batu itu di paka untuk dikursuskan kilat (3 bulan), Nah…hasilya bagaimana, otomatis output siswa dari SMK itu tidak dapat bersaing di dunia Industri, Terjadilah pegangguran yang besar-besaran lagi. ( Senang bisa berdikusi dengan Bapak ) wassalam- thx

LEAVE A REPLY