SMPN 1 LAMPIHONG YANG PENUH KENANGAN (Gina Hafizah, Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel)

0
16

Nama saya Gina Hafizah. Saya bertempat tinggal di Desa Sungai Tabuk, tidak begitu jauh dari SMPN 1 Lampihong tempatku bersekolah. Banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan saat bersekolah di SMPN 1 Lampihong. Saya bersekolah sejak  tahun 2017 dan sekarang saya sudah kelas delapan di tahun 2019 ini. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari saya bersekolah di kelas tujuh sampai kelas delapan sekarang ini. Cerita itu dimulai saat hari pertama saya bersekolah di sekolah SMPN 1 Lampihong.

Dimulai dari adanya kegiatan tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah / PLS.  Hari pertama saya bersekolah para siswa baru diajak oleh kakak kelas dari pengurus OSIS dan Dokter Remaja untuk berkeliling dan melihat-lihat kondisi sekitar sekolah dan dilanjutkan dengan berbagai games serta kegiatan kami juga diajarkan Peraturan Baris Berbaris/PBB. Banyak lagi hal-hal lain yang dilakukan saat kegiatan tersebut dan peserta terbaik saat PLS tersebut akan diumumkan pada hari terakhir kegiatan PLS atau pada hari ketiga kegiatan berlangsung. Pada hari terakhir kegiatan, betapa terkejut dan senangnya saya, saat pengumuman saya terpilih peserta terbaik. Saya sangat senang dan tidak menduga bahwa saya akan terpilih menjadi peserta terbaik pada kegiatan tersebut. Saya mendapatkan piagam penghargaan dan juga hadiah. Hadiah yang diberikan cukup sederhana, namun sangat berkesan bagi diri saya. Hari itu saya pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat senang,  dan kedua orang tua saya pun ikut bangga dengan prestasi yang saya dapatkan tersebut. Setelah itu saya makin semangat dan makin rajin bersekolah. Saya selalu masuk sekolah dengan semangat dan juga rajin ikut kegiatan ekstrakurikuler, baik itu ekstra seni seperti lukis, olahraga ataupun ekstra Pramuka.

Saya juga suka membantu teman atau guru yang memerlukan bantuan. Saya juga senang mempunyai banyak teman yang rajin dan juga aktif dalam pembelajaran. Saya dan teman-teman saya yang rajin dan aktif dalam kegiatan sekolah banyak yang terpilih menjadi pengurus OSIS dan juga menjadi anggota Dokter Remaja. Saya sangat senang mendapatkan amanah dan tanggung jawab menjadi Dokter Remaja tersebut. Waktu kelas tujuh saya menjabat sebagai Bendahara Dokter Remaja.

Saya sangat senang bersekolah di SMPN 1 Lampihong karena setiap tanggal 17 Agustus selalu diadakan lomba untuk memperingati hari kemerdekaan. Lomba antar kelas sehabis ulangan semester dan sehabis ulangan kenaikan kelas serta lomba-lomba memperingati hari-hari besar nasional lainnya di sekolah. Sekolah kami selalu mengadakan lomba yang sangat menyenangkan seperti makan kerupuk dan lomba-lomba lainnya.

Saya juga sering ikut lomba di luar sekolah. Pengalaman pertama saya ikut lomba yaitu saat lomba lukis Hari Jadi Kabupaten Balangan. Tema lukisan waktu itu adalah tentang aktifitas membaca. Saya menggambar orang yang sedang membaca di sebuah perpustakaan. Saya mengikuti lomba tersebut dengan semangat dan sangat antusias. Meskipun saya belum berhasil menjadi juara dalam lomba tersebut. Namun,  saya tidak menyerah dan saya selalu belajar melukis atau menggambar jika ada kesempatan.

Masih banyak hal lain yang membuat saya merasa sangat senang dan bangga bersekolah di SMPN 1 Lampihong. Saya juga selalu masuk peringkat 3 besar di  kelas setiap akhir semester. Walaupun terkadang saya hanya mendapat peringkat 3 di kelas, tetapi itu tetap membuat saya dan orang tua saya bangga dan terus memotivasi saya untuk selalu rajin belajar dan semangat pergi ke sekolah.

Sekarang saya duduk di kelas delapan, pengalaman dan pengetahuan saya pun semakin bertambah luas terutama saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah /MPLS siswa baru. Saya ikut serta untuk membimbing dan mengarahkan siswa baru dalam kegiatan tersebut,  karena saya merupakan anggota dokter remaja yang diminta untuk membantu  kegiatan oleh pembina OSIS kami, Bapak Ahmadiyanto.

Tidak lama setelah itu jabatan dokter remaja yang terdahulu pun akan digantikan dengan pengurus dokter remaja yang baru,  karena sudah memasuki masa pergantian anggota. Tak disangka saya terpilih kembali menjadi dokter remaja dan saat itu saya menjabat sebagai wakil koordinator dokter remaja.

Saat semester 1 di kelas delapan yang lalu, saya juga terpilih menjadi anggota Forum Anak Daerah (FAD) Kecamatan Lampihong. Dalam Forum Anak Daerah (FAD) tersebut saya menjabat sebagai anggota tim Hubungan Masyarakat /Humas. Setiap anggota dari forum tersebut mendapatkan kain batik sasirangan berwarna merah untuk dijahit dibuat baju. Pembentukan forum tersebut mendekati Hari Anak Nasional. Anggota forum akan mengikuti lomba, dan saya ikut lomba lukis atau gambar yang bertema “Desa Layak Anak”. Tempat penyelenggaraan lomba tersebut di gedung Sanggam, Kota Paringin.

Alhamdulillah, lukis  pada lomba tersebut saya mendapat juara harapan 1 atau juara 4. Pada kegiatan itu,  saya juga mendapatkan doorprize sebuah sepeda sebagai hadiah kejutan dari pihak sponsor, yakni PT. Adaro Indonesia, karena nomor absen saya yang disebutkan saat pengambilan undian tersebut. Saya masih ingat dengan jelas nomor undian tempat duduk saya tersebut yaitu 275. Nomor  tersebut  yang menjadi nomor keberuntungan saya pada waktu itu. Saya sangat senang karena bisa menjada juara lukis dan mendapatkan doorprize berupa sebuah sepeda, dan demikian  pula dengan orang tua saya, mereka sangat senang dan menyambut dengan suka cita kedatangan saya.

Ada juga pengalaman saya ketika duduk semester satu, kelas 8 kemarin. Saya ikut lomba Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA). Saat itu,  saya bersama 5 orang teman saya berkumpul di depan Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan. Kami akan berangkat bersama dengan perwakilan siswa lain dari beberapa SMP di Balangan menuju kota Tanjung, Ibukota Kabupaten Tabalong. Jarak dari Kota Paringin ke Kota Tanjung kurang lebih 35 km dan ditempuh dengan perjalanan darat kurang lebih 40 menit.

Sambil menunggu bus yang akan mengantar kami ke kota tanjung, kami diajak Bapak Anto melihat-lihat Taman Hijau Balangan dan berfoto bersama di depan taman tersebut. Taman Hijau Balangan berada persis di samping Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan. Setelah menunggu beberapa saat, bus yang kami tunggu pun datang untuk  membawa kami ke Kota Tanjung. Dalam kegiatan tersebu, t kami belajar banyak hal dan melakukan banyak sekali percobaan sains. Saya dan teman-teman mendapatkan teman-teman baru dan mendapatkan pengalaman yang sangat berguna dan menyenangkan sekali.

Beberapa minggu kemudian, kami berenam kembali berangkat ke Kota Tanjung untuk yang kedua kalinya. Sama halnya dengan kegiatan pertama, kami juga melakukan berbagai macam percobaan, mencoba menemukan penemuan dan belajar membuat data bersama-sama siswa yang lain dari berbagai sekolah dari Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong. Kami juga belajar menjelaskan apa yang sudah kami kerjakan. Kami diajarkan untuk berpikir secara kreatif dan terampil, kami juga diajarkan untuk belajar percaya diri dan berjiwa optimis untuk menggapai cita-cita dan masa depan.

Setelah pulang dari Kota Tanjung, saya dan teman-teman saya mulai menyiapkan naskah dan apa yang ingin dibuat untuk mengikuti kegiatan Olimpiade Proyek Sains Adarao (OPSA) 2018. Setiap satu tim, beranggotakan 2 orang siswa. Saya dengan teman yang bernama Hajerah membuat perangkap tikus dari botol bekas yang dapat mengeluarkan suara jika tertutup. Kami berdua  bahu membahu bekerjasama untuk menyelesaikan proyek sains tersebut. Kami pun akhirnya berhasil  menyelesaikan apa yang ingin kami buat dan kami rancang tersebut. Setelah itu naskah proyek sains pun kami kirimkan melalui email dengan bantuan Bapak Ahmadiyanto.

Setelah menunggu beberapa minggu, pengumuman 30 besar lomba pun dilakukan. Sayangnya, saya dan Hajerah belum masuk 30 besar. Namun,  ada ada satu tim teman saya dari SMPN 1 Lampihong yang masuk finalis 30 besar,  yakni tim yang terdiri atas Muhammad agus dan Yusrijal yang membuat proyek, Power Bank Tenaga Matahari. Kami semua berdoa dan berharap semoga satu-satunya tim OPSA SMP kami ini dapat memberikan yang terbaik untuk sekolah kami nantinya saat berlaga difinal.

Bukan hanya itu saja pengalaman saya yang berkesan di sekolah SMPN 1 Lampihong. Di semester satu kemarin, tepatnya beberapa bulan lalu di penghujung tahun 2018. Sat itua kami mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka hari jadi Pramuka yang ke 57. Kami mengikuti salah satu lomba yakni lomba yel-yel. Saya turut serta di dalam lomba yel-yel tersebut. Peserta lomba ini merupakan gabungan dari beberapa  SMP sederajat yang ada di Kwaran Lampihong.

Ada juga peserta  gabungan dari sekolah lain yakni dari SMA sederajat yang akan mengikuti lomba paduan suara. Namun,  hal itu tidak menjadi hambatan kami dalam berlatih dan tampil dalam lomba. Malah itu melatih kami untuk bekerja sama dengan sekolah lain. Sayangnya, ada salah satu sekolah yang menjadi anggota tim yel-yel dan akan berlaga menyatakan tidak ikut hadir dalam latihan dan kegiatan lomba tersebut. Masalah itu tidak memudarkan semangat kami untuk terus berlatih dalam menghadapi lomba yang akan kami ikuti tersebut

Kami berangkat mengikuti lomba bersama-sama dengan titik kumpul di MAN 3 Balangan atau MAN Lampihong. Kami berangkat dari rumah masing-masing di antar oleh orang tua dan berkumpul di titik kumpul yang sudah ditentukan. Setelah semuanya berkumpul,  lalu kami berangkat bersama-sama menggunakan mobil menuju Kota Paringin yang merupakan Ibukota Kabupaten Balangan. Beberapa saat kemudian,  kami pun sampai di Kota Paringin. Saya dan seluruh anak-anak Pramuka yang ada di Balangan melangsungkan upacara Hari Jadi Pramuka. Setelah itu dilanjutkan dengan pentas seni dari masing-masing Kwartir Ranting/ Kwaran.

Setelah apel pembukaan kegiatan dan pentas seni selesai, kami pun bersiap-siap untuk makan siang dan melaksanakan Shalat Dzuhur. Berdasarkan informasi dari panitia pelaksana kegiatan, kegiatan lomba dilaksanakan setelah jam 12 siang. Lomba-lomba yang akan dilangsungkan ada berbagai macam perlombaan dari yel-yel, LKBB, paduan suara, dan lomba lainnya. Kami pun mengambil undian atau nomor tampil. Ternyata kami dapat nomor undian 2. Oleh sebab berbagai alasan yaitu adanya tim yang tidak siap dan mengundurkan diri sebelum tampil jadi kamilah yang tampil pertama. Kami tampil dengan semangat dan mengeluarkan semua kemampuan yang kami miliki walaupun dengan jumlah orang yang seadanya, karena anggota tim kami hanya berasalkan dari sekolah kami saja yaitu SMPN 1 Lampihong. Selain itu,  waktu untuk kami latihanpun juga tidak terlalu panjang. Setelah semua perlombaan selesai dilaksanakan dan semua peserta tampil, tibalah waktunya pengunguman hasil lomba. Ternyata tim kami masih belum masuk tiga besar. Tapi kami semua tetap senang dan bangga karena mendapatkan pengalaman yang begitu banyak dan menyenangkan. Kami juga banyak mendapatkan teman-teman baru dan kami pun pulang dengan rasa kebersamaan yang kuat dan mendalam.

Sekarang saya sudah berada di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Pada  awal  semester 2 ini, kami mulai membentuk dan membenahi tim futsal putri kelas 8A. Saya pun juga termasuk dalam tim futsal tersebut. Tim futsal putri dari  kelas kami termasuk tim yang lumayan disegani di sekolah.

Kami juga terkadang diajak oleh guru olahraga kami yakni Pak Aji Biworo untuk pertandingan persahabatan dengan tim futsal dari SMP lain. Biasanya waktu pertandingan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu. Kebetulan pula pada  hari Sabtu tersebut, saya ikut membantu membina kegiatan ekstra Pramuka siaga di SD dekat rumah yang merupakan sekolah saya sewaktu SD dulu. Saya merasa sangat berat hati tidak bisa ikut pertandingan futsal tersebut karena kegiatannya dilaksanakan di kota Paringin, kurang lebih 11 km dari rumahku.

Namun demikian, saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut, karena  masih banyak hari-hari yang lain untuk bermain futsal. Jadi, saya putuskan untuk lebih memilih untuk membantu membina dan membimbing anak-anak Pramuka siaga di SD. Selain itu, geliat dunia kepramukaan mulai bangun kembali di Kwartir Ranting kami. Kebetulan pula, Bapak Ahmadiyanto adalah Plh. Ketua Kwartir Ranting (Kak Kwaran) Gerakan Pramuka Lampihong. Banyak sekali kegiatan-kegiatan kepramukaan yang mulai dilaksanakan, baik perkemahan, pelantikan DKR, bakti sosial korban kebakaran dan musibah lainnya serta kegiatan bersih-bersih lingkunan dan  tempat ibadah,dan bahkan rencananya akan diadakan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) serta Pesta Siaga untuk pramuka siaga.

Kondisi tersebut di atas  yang membuat saya bersemangat untuk membenahi kepramukaan di SD yang sempat vakum beberapa waktu. Berbagi ilmu bagi saya adalah sebuah kebanggaan dan kebahagiaan. Sekarang saya dan beberapa teman sangat semangat untuk membimbing adik-adik Pramuka siaga di SDN Sungai Tabuk. Teman saya yng ikut membantu adalah Zuriatul Baidah. Kami berdua mendapatkan motivasi dan juga inspirasi dari guru saya yaitu Bapak Ahmadiyanto. Bapak Ahmadiyanto mengajarkan saya untuk tampil percaya diri dan tidak merasa malu untuk berbicara serta tampil di depan orang banyak. Saya sangat bahagia, penuh semangat dan percaya diri menjalani hari-hari saya bersekolah di SMPN 1 Lampihong.

 

 

 

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1
Previous articleNever Give Up! ( oleh Gina Safitri- Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel)
Next articleMENGAJAR DARI RUMAH SELAMATKAN ANAK SEKOLAH
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY