M.Si. (Magister Segala Ilmu)

0
13

Ucapan yang paling sering kudengar pertama kali saat memasuki pekarangan rumah ketika mudik adalah teriakan tetanggaku, “Lek Sop…babu.ne bali”
Dia selalu meneriakiku sebagai “babu” alias pembantu. Bukan tanpa dasar sebenarnya…karena dia tahu betul aktivitasku di rumah saat libur adalah mbabu…untuk orang tuaku.
(Babu yang bahagia… :D)

Buat sebagian orang dianggap sbg babu mungkin bisa diartikan sbg penghinaan atau pelecehan, tetapi karena kata babu ini diidhofahkan pada emakku, alih2 merasa dihina saya malah senang2 saja. 🙂

Suatu ketika, saat aku duduk2 santai di dapur dengan emak & bapakku, aku setengah bercanda bilang pada mereka “Mamak ro bapak keren, mamak lulusan SD, bapak SD ae gak tamat, tapi duwe babu Magister”
Biasanya mereka hy merespon dg senyuman candaanku.

Sungguh pun demikian, aku tak pernah kehilangan respect pada mereka. Aku belajar mencintai buku & membaca dari bapakku…aku belajar ttg kepedulian & kelembutan hati dari emakku. Dan masih banyak hal yg blm berhasil kupelajari dari mereka.

Meski aku lulusan biologi, meski aku pernah ikut pelatihan relawan medis, tapi saat berhadapan dg penyakit…tetap saja emakku yg jdi rujukan. Dia paling tahu ttg segala penyakit yg pernah kuderita & cra pengobatannya. Emakku yg tak pernah mengenyam pendidikan tinggi ataupun pelatihan medis tpi menguasai ilmu pengobatan praktis sederhana.
Emakku yg tk pernah belajar ilmu gizi..tpi sll tahu untk memberikan nutrisi yg terbaik untk keluarganya.
Emakku yg tak pernah bljar manajemen, tpi sll tahu bgmana mengatur keuangan yg serba terbatas agar tdk membebani suaminya scr berlebihan.
Emakku…layak dpt gelar Magister Segala Ilmu
Selamat Hari Emak…untk emakku terkasih.
Meminjam istilah anaknda Faiz “Mak..aku mencintaimu seperti aku mencintai surga” 💝💝

Views All Time
Views All Time
8
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY