Surat Cinta

0
30

Sudah tiga hari Ujian Tegah Semester berlangsung. Sudah tiga tumpuk pula kertas ujian yang harus aku periksa. Ah… kesal rasanya kalau pekerjaan bertumpuk-tumpuk ini. Tapi bagaimana lagi aku lagi dijangkiti penyakit malas. Malas untuk mengoreksi UTS anak-anak.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, ada pesan di Wa dari wakil kepala sekolah yang menyampaikan ada rapat nanti pulang sekolah. Uh… rapat lagi. Kenapa kok sekarang rapatnya pada hal aku baru kedatangan mood untuk mengoreksi UTS anak-anakku. Tapi bagaimana pun juga aku harus tetap pergi ke ruang agretasi tempat rapat diadakan. Sesampai aku di runag agretasi kulihat baru beberapa temanku yang baru datang. Aku lalu berbicara dengan teman yang sama sama mengajar di kelas dua.

“Uni dah siap koreksi UTS anak-anak” tanyaku

“Udalah tinggal memaukkan ke leger lagi dan menunggu nilai dari guru bidang studi. Kamu udah siap Fa koreksinya?” Tanya Uni lagi

“Ah moodnya lagi kabur Uni jadi belum Fa mulai lagi. Eh.. pas moodnya datang disuruh rapat pula lagi.” Kataku panang lebar

“Yang sabar Fad an usahan kamu nanti cepat koreksinya karena waktu kita untuk terima lapor udah dekat nanti nilaimu tak siap.” Jawab Uni lagi

Tak lama kemudian kepala sekolah datang dan rapat pun dimulai.

Kepala sekolah membuka rapat dengan membaca basmalah. Bismilahhirahmanirahhim semua peserta rapat mengucapkan basmalah.

Agenda rapat hari ini adalah tentang absen PTK, Mabid, dan Mukoyam.

“Nah semua untuk absen kita sekarang ini mulai dari Januari 2018 kita menggunakan absen online. Bagi Bapak Ibu yang berhalanagn hadir ke sekolah baik karena sakit,izin , dan sebagainya harus melampirkan atau membuat surat izin secara tertulis. Kalau biasa kita izinnya lewat SMS atau pesan lewat WA nah sekrang harus menggunakan surat izin yang ditulis tangan.”

Mendengar peryataan dari  kepala sekolah banyak komentar dari PTK tentang absen mereka mulai Januari dan Februari.

Tiba-tiba Bu War angkat tangan

“Bu gimana dengan absen kami bulan Januari dan Februari? Apakah kami juga harus membuat surat izinnya?”

“Untuk bulan Januari dan Febuari, kita akan buatkan surat izinnya secara global saja.” Kata kepala sekolah.

“Untuk selanjutnya mungkin Bu Farin dapat membantu untuk membuatkan contoh surat izinya,” kata kepala sekolah.

Bu Farin yang lagi berbicara dengan temnnya langsung menjawab

“Saya hanya bisa menuliskan surat cintaBu,” kata Bu Farin asal jawab.

Lantas semua isi ruangan tertawa mendengar jawaban asal dari Bu Farin.

Kulihat wajah Bu Farin merah barangkali malu karena jawaban asalnya.

Untuk itu sebelum kita menjawab atau berkata pikirkan dulu apa yang akan kita bicarakan biar tidak malu akhirnya.

 

Views All Time
Views All Time
190
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY