“Susahnya Mempertahankan Kebaikan” Hasil Kajian Mejelis Husnul Khatimah

0
55

“Susahnya Mempertahankan Kebaikan” Hasil Kajian Mejelis Husnul Khatimah

Edy Siswanto

Kegiatan weekend rutin bulanan; tak mudah. Disaat orang lain santai dengan keluarga. Pergi berlibur bersama istri, anak-anak, kolega. Maupun teman dekat. Teman sebelah bilang. “Wah” mending lembur untuk cari tambahan. Banting tulang “kejar setoran”. Namun ini tidak.

Sebagai mahluk sosial-sekaligus religius. Tak bisa dipungkiri semua manusia tak bisa hidup tanpa orang lain. Sebagai mahluk lemah tak berdaya. Bantuan kekuatan yang maha tinggi. Siapapun dan apapun “dia” naluri manusia mengkultuskan yang serba maha (gharizah tadayun). Pembelajar “sejati” terus mencari kebenaran.

Dakwah. Dialog dan diskusi mencari kebenaran. Menjadi poros kehidupan. Berputar mengelilingi kehidupannya. Mengkaji ayat-ayat Alquran. Baik tercipta (kauniyah), maupun terucap (qauliyah) tak pernah “merasa puas”. Tak mudah ditengah gemerlap “godaan dunia”.

Ada tiga hal yang tidak boleh merasa puas dan “boleh iri”. Pertama, dalam masalah ilmu. Jika orang lain berilmu-berpendidikan lebih tinggi. Kenapa kita tak bisa seperti dia. Boleh kita iri.

Kedua, dalan masalah ibadah. Kalau orang lain begitu tekun. Rajin dalam ibadah, shalatnya, puasanya dan amalan ibadan lainnya. Baik wajib sunah maupun yang mubah. Kenapa kita tidak bisa.

Ketiga dalam masalah amal, sodaqah jariyah. Boleh kita berlomba untuk memberikan amal terbaik kita. Melebihi orang lain yang kita mampu.

Dalam “poses pencarian jati diri” Diperlukan keseimbangan kehidupan. Siraman “ruhani” mantapkan qalbu. Sebagai inspirasi pencerah spiritual. Kali ini bertempat di kediaman bapak Susanto Meteseh Boja. Dalam sebuah rumah bak villa “unik” joss yang wah luar biasa. Berada diatas ketinggian. Terima kasih hidangan dan sambutannya. Hanya Allah yang bisa membalas.

Acara kali ini lebih “wah”. Selain dihadiri langsung Wakil Bupati Kendal. H. Masrur Masykur. Jumlah peserta lebih banyak dari biasanya. Ada beberapa tokoh kawakan Kendal. Beragam latar belakang.

Bertemu juga dengan mbah Tikno dan mbah Tono “guru politik” senior dari semua “tokoh Kendal”. Mantan aktivis. Berjiwa muda. Ingatannya masih tajam. Tak lekang oleh usia. Meski tak muda lagi. Sekalipun kondisi tak sehat “terserang strok”. Namun tetap semangat menghadiri kajian. Dalam majelis ilmu. Menjadi pelajaran bagi yang muda dan sehat. Untuk lebih semangat lagi mengkaji ayat Allah.

Bersama sesepuh-pinisepuh para Tokoh Kendal dalam nguri-nguri mengawal “Majelis Pengkajian Alquran Husnul Khatimah” Kabupaten Kendal.

Teruntuk Wakil Bupati Kendal, Masrur Maskur atas kesediaan kerawuhannya. Menjadi “pil segar” penyemangat. Ditengah padang “gersang” kering kerontangnya pejabat mendengar satu kata “pengajian” baca ; “pengkajian”. Menepis anggapan pejabat tak mau “ngaji” Tak hanya “ulama” namun juga “umara”.

Dialog dan diskusi membicarakan berbagai topik permasalahan dan problematika kehidupan dalam tinjauan perspektif islam. Semua sepakat kehidupan dalam arti luas perlu ada perbaikan disana-sini. Tidak cukup individu, keluarga namun juga ada jauh peran penting kenapa dua kata itu tidak pernah selesaikan problem berbagai kehidupan. Sejak merdeka berpuluh tahun lalu. Ada apakah sebenarnya. Siapakan yang salah. Individu? Keluarga? Sistem pendidikan, pemerintah, negara atau apanya? Bisakah islam diterapkan secara kafah. Begitu pertanyaan jamaah penuh antusias. Mengasah analisis kepedulian sesama kata Rasullullah : “Bukan golonganku barangsiapa bangun dipagi hari dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan”.

Bagaimana islam bisa menjawab tantangan problematika kehidupan. Masih bisakah dengan sistem kehidupan lain selain islam itu sendiri? Bagaimana islam menyelesaikan problematika kehidupan. Adalah beberapa bahasan menarik yang layak diskusikan dan boleh “diperdebatkan” untuk menuju kepada islam kafah yang seperti apa.

Narasumber ahli filsafat pendidikan Dr. Kunaryo, dibedah dalam rel tinjauan syariah. Alquran dan Alhadist sebagai “pijakan” pedoman kehidupan. Dengan berbagai pendapat masukan dari pakar ahli dibidangnya. Sesuai profesi masing-masing.

Selain mangasah intelektual. Silaturahmi. Kegiatan kajian seperti ini sangat diperlukan. Hendaknya acara seperti ini bisa dihadiri pejabat aktif. Tak hanya yang pensiunan saja.

Namun sayang anak muda sekarang. Sangat susah menemukan yang “berjiwa masjid”. Bukan apa-apa. Dicari pemuda Masjid (marbot). Yang “hatinya” tertanam di masjid. Komitmen mempertahankan keimanan. Semata menjalankan perintah agamamu.

Terbukti dari semua jamaah. Penulis yang paling muda. Mengindikasikan regenerasi belum berjalan. Jarangnya pemuda di masjid. “Susahnya mempertahankan kebaikan”. Tak mudah setiap orang bisa. Pembelajar islam tak mudah setiap orang mengembannya. Diperlukan komitmen tinggi tanpa pamrih. Ya Allah baru bisa seperti itu. Salah satu syiar dan menolong agamamu. Sehatkan dan tetapkan istoqomah di jalan-Mu.

Wallahu ‘alam bi ashawab..

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleGuru MTsN 3 Mataram Satu-satunya Dari NTB Terima Anugerah Guru Indonesia (AGI) Tahun 2019
Next articleANUGRAH GURU INDONESIA (AGI) 2019 UNTUK KABUPATEN KETAPANG
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY