Tahun Pelajaran 2019/2020, Satu Setengah Tahun. Sampai Desember 2020?

0
237

Tahun Pelajaran 2019/2020, Satu Setengah Tahun. Sampai Desember 2020?

Edy Siswanto

Pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat nasional. Akibat wabah Corona (Covid-19). Sebagai bencana nasional non alam. Sampai Tanggal 29 Mei 2020.

Dibeberapa daerah terdampak baik langsung maupun tidak. Ada pembatasan ketat. Untuk tidak keluar rumah. Sekolah diliburkan (belajar) mandiri online dirumah. Bahkan Ujian Nasional (UNBK) tahun 2020 dari SD sampai SMA/SMK, tidak hanya ditunda namun juga dihapus.

Ada pertanyaan dari kawan yang khawatir. Jika wabah Corona ini berkepanjangan. Dengan melihat tren yang setiap hari bertambah eskalasinya.

Sekalipun belum ada opsi “Lock Down”. Apakah mungkin siswa yang duduk diakhir kelas. Kelas VI, Kelas IX dan kelas XII tahun pelajaran 2019/2020. Akan tertunda ujian dan kelulusannya. Sehingga diperpanjang setengah tahun sampai Desember 2020?

Menurut cerita orang tua, sebenarnya pendidikan di Indonesia pada awal kemerdekaan, dimulai
Bulan Januari sebagai awal tahun pelajaran baru. Bulan Desember sebagai akhir tahun pelajaran.

Namun, sejak tahun 1979, kebijakan tersebut berubah. Dengan UU No. 0211/U/1978 yang mengatur tentang pengunduran tahun pelajaran baru, yaitu memulainya di Bulan Juli dan mengakhirinya di Bulan Juni. Ini yang sampai sekarang berjalan.

Perubahan tersebut terjadi saat Mendikbud dijabat Daoed Joesoef, tahun 1978-1983. Akibat perubahan kebijakan itu. Muncul ragam reaksi, pro dan kontra hal biasa. Salah satu yang menentang kebijakan Daoed Joesoef adalah Prof. Soenarjo yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Menurut Soenarjo, tak selayaknya peserta didik dijadikan kelinci percobaan akibat berubahnya sistem pendidikan.

Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu, mengkritik senada. Ia menyatakan bahwa menteri tak bisa seenaknya merubah sistem pendidikan.

Menghadapi berbagai kritik, Daoed Joesoef tetap berkukuh menyuarakan pendapatnya dengan alasan di balik pengambilan kebijakan itu. Bahkan, untuk merealisasikan pengunduran waktu tahun pelajaran baru, ia mengeluarkan kebijakan untuk mengundur kelulusan peserta didik dan mengisi waktu tunggu dengan mengajarkan materi tambahan.

Namun dengan tetap awal tahun pelajaran di Bulan Juli ada beberapa keuntungan diantaranya. Pertama, tahun pelajaran baru yang jatuh pada Bulan Januari menyulitkan proses perencanaan pendidikan. Ini sebagai bentuk pembeda. Awal tahun anggaran dengan tahun pelajaran berbeda.

Melihat dari pengalaman di tahun sebelumnya, ternyata tahun pelajaran baru yang dimulai pada Bulan Januari kontras dengan akhir tutup buku anggaran. Oleh karena itu, kebijakan ini dibuat untuk menyesuaikan dana anggaran awal tahun.

Kedua, mempertimbangkan penetapan tahun pelajaran baru di luar negeri. Daoed Joesoef kala itu mempertimbangkan masa depan anak Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri. Pasalnya, tahun pelajaran baru di luar negeri rata-rata dimulai pada Bulan Juni. Sehingga, kebijakan tahun pelajaran baru ini diharapkan bisa memudahkan peserta didik Indonesia yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Ketiga, libur panjang Bulan Desember bertepatan dengan musim hujan. Suasana sekolah hari pertama diselain dua hal di atas, salah satu yang jadi pertimbangan pak menteri adalah kondisi cuaca di Indonesia. Bulan Desember yang merupakan waktu libur panjang anak-anak bertepatan dengan musim hujan. Agar anak-anak bisa menikmati waktu liburnya.

Menjadi pertanyaan, apakah tahun ini juga akan mundur? Yang seharusnya sudah lulus di Bulan Juni 2020. Karena sesuatu sebab tidak sesuai jadwal yang ditetapkan. Ada wabah Corono, sehingga harus menunggu atau mengundur kelulusannya selama enam bulan ke depan, di Bulan Desember?

Bagaimana menurut Anda? Kira-kira apakah tahun pelajaran baru akan dikembalikan lagi diawal tahun (Bulan Januari). Siswa molor setengah tahun. Atau tetap di Bulan Juli, artinya kelulusan anak tetap berakhir Bulan Juni?

Kita tunggu saja semua kebijakan pasti ada untung rugi baik buruknya. Dan semoga tidak terjadi seperti kekhawatiran dalam pertanyaan kawan saya diatas.

Yang perlu disiapkan adalah mengikuti dan mengamankan kebijakan yang sedang berjalan ini untuk tidak keluar rumah.

Menghindari penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin menghawatirkan. Semoga kita terhindar dari virus mematikan tersebut.

Wallahu’alam bi Ashawab..

Views All Time
Views All Time
42
Views Today
Views Today
1
Previous articleHari ini “Dunia Tanpa Sekolah” betulkah?
Next articleBagaimana Pelaksanaan US, dan UKK SMK Selama Covid-19?
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY