Tantangan Guru di Masa Pandemi Covid-19

0
15

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh seorang guru di saat Pandemi Covid-19 sekarang ini, antara lain :
1. Pembelajaran Dalam Jaringan.
Pembelajaran dalam jaringan atau pembelajaran On Line sangat di pengaruhi kesiapan kouta internet yang dimiliki oleh guru dan siswa, HP android atau tablet atau juga laptop guna di pakai oleh guru atau siswa guna lancarnya proses belajar mengajar secara On Line. Meskipun Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah meluncurkan bantuan dalam bentuk Kouta Internet Gratis bagi guru dan siswa, bagi dosen dan mahasiswa demi lancarnya pembelajaran secara On Line tadi. Bantuan dari Pemerintah tadi dirasakan masih kurang karena bantuan Kouta masih terbatas, sebaiknya Pemerintah memberikan bantuan Kouta Internet dalam bentuk Kouta Internet yang besar, misal 100 GB perbulannya. Sedangkan bantuan yang ada sekarang masih dalam bentuk yang terpecah-pecah sebesar 35 GB.
2. Penguasaan Guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran On Line.
Masih banyak guru yang terkendala dalam pembelajaran jarak jauh, contohnya masih banyak guru yang belum bisa menggunakan Google Classroom, Google Meet Google Sites, Whatapps Group, Zoom Meeting, Ruang Guru, Rumah Belajar, Basaruan, dan berbagai macam aplikasi yang sangat membantu pembelajaran secara On Line. Ini terjadi karena penguasaan guru yang kurang ataupun terkendala dana yang tersedia, karena sebagai aplikasi pembelajaran yang disebutkan tadi berbayar dan tidak murah. Di harapkan sekolah memberikan fasilitas yang memadai bukan saja Wifi bagi guru yang mumpuni, tetapi juga di suport dengan aplikasi berbayar yang bisa digunakan guru untuk lancarnya proses pembelajaran jarak jauh. Pelatihan bagi guru yang masih belum mahir menggunakan Google Classroom atau aplikasi sejenis juga harus sering dilakukan oleh pihak sekolah, pihak dinas pendidikan daerah kabupaten/kota atau pun pemerintah provinsi, bahkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Kementerian Agama Republik Indonesia sebaiknya melatih para guru yang akan diserahi tugas sebagai Pelatih di daerahnya nanti. Organisasi guru seperti PGRI, IGI, PERGUNU, ataupun organisasi guru yang lain juga harus sering melalukan kegiatan diklat bagi guru, agar guru Indonesia mahir menggunakan TIK dalam Proses Belajar Mengajar.
3. Ketersediaan Dana ataupun Kouta Internet.
Dana yang tersedia dari pihak sekolah sangat mempengaruhi lancarnya proses belajar mengajar secara daring ataupun luring, karena untuk membayar internet ataupun penggandaan soal dan tugas dari guru untuk siswa memerlukan dana yang tidak sedikit. Meskipun Pemerintah sudah memberikan bantuan BOS dan bantuan BOSDA, bahkan orangtua siswa yang tergabung dalam paguyuban kelas atau Komite Sekolah juga selalu siap membantu dana jika memang harus dilakukan. Oleh karena itu kita para guru harus mau dan mampu meningkatkan kualitas diri agar bisa menguasai TIK yang akan sangat membantu kita ketika memerlukan penggunakan aplikasi tersebut dalam pembelajaran On Line. Ayo Guru Indonesia Tingkatkan Semangat dalam Menguasai Kemajuan Zaman dengan Cara Menguasai TIK dan berbagai macam ilmu demi Kemajuan dan Kejayaan Pendidikan Indonesia. Banjarbaru, 2 Desember 2020.

Views All Time
Views All Time
27
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY