“Tantangan Kepala SMK Baru” Memuluskan Regenerasi Kepemimpinan Sekolah

0
341

“Tantangan Kepala SMK Baru”
Memuluskan Regenerasi Kepemimpinan Sekolah

Edy Siswanto

Banyak pertanyaan yang masuk. Bagimana dengan regenarasi Kepala Sekolah (KS) yang terkesan lambat, kalau tidak dibilang mandeg? Beberapa daerah ratusan sekolah kosong tak ber KS. Disambi pelaksana tugas (Plt).

Siapakah KS yang baru. Kini terjawab sudah. Ya terhitung hampir sembilan bulan SMK Negeri 4 Kendal diisi seorang Plt. Plt tugas masih terbatas. Selain “wayuh” disambi dengan sekolah lain. Belum banyak bisa memutus kebijakan strategis semisal bidang kepagawaian dan keuangan. Yang memang terbentur banyak aturan.

Lebih penting lagi tentu ada perhatian. Untuk “selalu ditungguin”. Bukan berarti Plt tidak mengurusi. Bukan. Keberadaan KS sebagai pimpinan dan manajer defenitif diperlukan SMK yang penuh tantangan untuk “bergerak cepat”. Ini berbeda dengan pimpinan pada institusi lain.

“Ada kepala atau tidak jika sistem sudah jalan tak ada masalah”. Namun jika sekolah belum “mapan” ketiadaan kepala sekolah menjadi terasa “keefektifannya”. Bermuara pada kurang maksimalnya pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai “jantung” denyut “nadinya” sekolah.

Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 8 21.3/364/2019 dan 21.3/365/2019. Tertanggal 2 September 2019. Tentang pemberhentian dan pengangkatan KS pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

Dalam SK tersebut memuat dua, “memberhentikan dan mengangkat”. Ada KS yang masih diperpanjang lebih dari tiga periodesasi (dua belas tahun).  Dipindah ketempat sekolah dengan “grade lebih tinggi”. Namun ada yang diberhentikan-kembali menjadi “guru biasa” disekolah asal. Ada juga yang baru diangkat jadi KS hasil seleksi tahun 2018.

Menurut teman sebelah, belum bisa memuaskan semua pihak jika ditanya tentang regenarasi KS sesuai Permendikbud Np 6 Tahun 2018. Pengang­katan KS selalu ter­kait dengan pe­riodisasi maksimal selama tiga periode. Namun bisa diangkat kembali satu periode lagi apabila dinyatakan lulus tes kompetensi KS. Artinya KS bisa empat periode (sampai pensiun). Dengan hasil prestasi penilaian kinerja minimal baik.

Aturan tersebut terlihat “terlalu lama” “stagnan” belum memberikan ruang bagi terciptanya regenerasi dan penyegaran organisasi yang ingin “bergerak cepat”. Untuk mendorong terciptanya suasana pembelajaran baru yang kreatif dan inovatif. Jika dibanding “Rektor” disebuah perguruan tinggi yang hanya maksimal dua periode.

Dengan sistem periodisasi ini, batasan KS bisa mencapai empat periode (16 tahun). Meng­gambarkan tentang batasan hak dan kewajiban sebagai KS. Namun di sisi lain terasa “memangkas” regenerasi kesempatan guru “berprestasi” yang “berminat” untuk meniti karier sebagai KS.

Seiring banyaknya sekolah yang “kosong” disambi Plt bahkan di beberapa daerah ada ratusan sekolah yang kosong tak ber KS. Karena lambatnya regenerasi KS. Menjadi penting untuk ditinjau kembali Permendikbud 6 Tahun 2018.

Setelah ditariknya SMA/SMK ke Propinsi, konsekuensi termasuk pengangkatan dan pemberhentian KS ditangan Kepala Daerah (Gubernur). Diakui atau tidak. Jabatan KS sering menjadi taruhan “keloyalan”. Semoga sudah tak terdengar lagi. Seperti saat otonomi Kabupaten yang menjadi tarik ulur kepentingan politik daerah. Menjadi ketar-ketir setiap tahun dipindah atau tidak. Diberhentikan atau tidak. Namun kini sudah tak ada lagi selain prestasi dan profesionalitas “tentunya”

Masih menurut teman saya sebelah, menjadi KS SMK lebih susah dari sekolah lain. Harus mempunyai peran sebagai educator, manajer, leader, inovator, motivator (emaslim). Ditambah visioner, sebagai agen perubahan (agent of change),

KS juga harus memahami tupoksi utamanya sebagai seorang manajerial, pengembang kewirausahaan (berjiwa enterpreunership) dan kemampuam supervisi. Untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan berdasar delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sebuah kemampuan yang tak dimiliki oleh pemimpin lain.

Menjadi KS harus bertanggung jawab atas kualitas lulusan ratusan, bahkan ribuan siswa yang akan menjadi kunci utama dan penentu wajah masa depan bangsa.

Kedepan tantangan KS lebih berat. Seiring isue “impor guru”, impor “kepala sekolah”. Tak ayal KS bagaimana bisa memimpin sekolah di abad 21 ini. Membawa sekolah pada revolusi industri 4.0. Megawal bagaimana menuju sekolah yang berkualitas. Menjawab “kritik” dan membawa sekolah “bukan sekedar pencetak tenaga pengangguran”

KS harus memiliki komitmen yang tinggi mengambil bagian secara aktif untuk mencapai misi yang diemban Pemerintah Propinsi Jawa Tengah khususnya dan Pendidikan Nasional umumnya. Yaitu meningkatkan aksesabilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Utamanya sebagai seorang visioner, melihat jauh masa depan. berkomitmen mempersiapkan siswa untuk sukses. Menuangkan ide sekolah agar selaras dengan dunia industri, meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, pemenuhan alat sarana praktik bengkel sekolah. Peningkatan kompetensi guru, siswa, dan kesejahteraan sekolah menjadi pekerjaan utama KS baru.

Selamat datang KS baru semoga sukses mengemban misi mulia mencerdaskan anak bangsa.
#smkbisa #smkhebat #smkbisahebat

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN BIMTEK CALON INSTRUKTUR INOVASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MADRASAH 2019. Bagian 6. Bersama Merumuskan dan Membahas Juknis Kurikulum Madrasah Akademik
Next articlePelatihan Microsoft office dasar sampai bisa di Muara Plantau Kab. Barito Timur
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin Univet Semarang, tahun 2000. Lulus Cumlaude Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa tulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY