Teori Motivasi Abraham H. Maslow

0
20

Teori Motivasi Abraham H. Maslow

Untuk mencapai keberhasilan sebuah program, adalah sangat penting untuk menumbuhkan motivasi berprestasi pada guru-guru. Masalah motivasi sangat berhubungan dengan kebutuhan seseorang. Abraham H. Maslow (dalam Sugeng Paranto, 1981:4) menggolongkan kebutuhan manusia secara hirarkhi sebagai sebuah piramida dari kebutuhan yang paling mendasar sampai pada kebutuhan yang paling tinggi yaitu :

  1. Kebutuhan fisiologis : makan, minum, tidur, dan lain-lain ;
  2. Kebutuhan akan rasa aman ;
  3. Kebutuhan akan pengakuan, penerimaan, kasih sayang, dan lain-lain ;
  4. Kebutuhan akan pemahaman, penguasaan ilmu pengetahuan, keberhasilan, dan lain-lain ;
  5. Kebebutuhan akan aktualisasi diri dan keindahan, ingin tahu, kreatifitas, dan lain-lain.
  6. Peranan Motivasi

Ahmad Rohani (2004:12) mengatakan : Memang seorang individu akan terdorong melakukan sesuatu bila merasakan ada kebutuhan. Kebutuhan ini yang menimbulkan ketidakseimbangan, rasa ketegangan yang menuntut kepuasan supaya kembali pada keadaan keseimbangan (balancing).

Sehubungan pentingnya motivasi untuk mencapai sukses dalam belajar, Sardiman (1994:98) mengatakan bahwa peranan motivasi belajar yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar.

  1. Pendapat Penulis

Meningkatnya kemampuan guru-guru serta tumbuhnya komitmen guru-guru dalam membuat RPP Inovatif sangat tergantung dari seberapa besar motivasi yang dimilikinya. Motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar (motivasi ekstrinsik) tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang (motivasi instrinsik).

Sebagai supervisor, seyogyanya memperhatikan prinsip-prinsip menumbuhkan motivasi antara lain : pemberian tantangan, keterlibatan harga diri, penghargaan, persaingan, kerjasama.

Sesuai dengan teori, kebutuhan manusia berjenjang. Dengan asumsi bahwa kebutuhan dasar seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan pengakuan, penerimaan dan kasih sayang telah terpenuhi, maka kebutuhan akan penguasaan ilmu pengetahuan, keberhasilan dan lain-lain merupakan suatu kesenjangan/ ketidakseimbangan. Kesenjangan itu, jika dikelola dengan baik oleh supervisor akan menimbulkan motivasi berprestasi yang kuat.

Setidaknya supervisor pada awalnya dapat menjadi motivator ekstrinsik sebelum tumbuhnya motivasi instrinsik pada guru-guru.  Kunci keberhasilan adalah kemampuan supervisor membuat agar penyusunan RPP yang Inovatif menjadi kebutuhan guru

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
BAGIKAN
Tulisan sebelumnyaprofessional teacher
Tulisan berikutnyaMotivational Theory Abraham H. Maslow
jadi pengawai negeri dengan pangkat II c Diploma 3, Kuliah S1 Geografi, Kuliah S2 Teknologi Pembelajaran. skrg pangkat IV-D dan Tahun ini 2017 ke IV-E Pensiun Tahun 2022

LEAVE A REPLY