THE LITTLE SINGAPORE (Heri Apriadi- Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel )

0
18

Saya merasa sangat senang dapat  bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Kecamatan Lampihong yakni SMPN 1 Lampihong. Tanggal 27 Juli 2016 merupakan awal pertama kali saya bersekolah di sekolah ini. Saat itu, kami semua dikumpulkan di ruang Laboratorium IPA mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa). Saat itu kami di suruh memperkenalkan diri masing masing. Teman baru yang saya kenal untuk pertama kalinya saat itu yakni Pardiansyah dan Ahmad Maulana. Sampai sekarang kamipun masih berteman akrab.  Namun,  nasib kurang beruntung terjadi pada teman kami Pardiansyah.

Kakinya terkena beling atau papaci (dalam bahasa Banjar) saat bermain-main di sekitar tempat pembuangan sampah akhir Batu Merah yang ada di dekat rumahnya. Luka yang ditimbulkan lumayan besar ,sehingga ia harus masuk rumah sakit dan menjalani operasi ringan karena ada salah satu urat pembuluh darah utamanya yang ikut terluka. Kami semua berdoa dan sangat berharap semoga  Pardiansyah  sehat dan dapat kembali bersekolah,  karena kami beberapa bulan lagi akan mengikuti USBN dan UNBK. Pardiansyah sangat jago bermain futsal. Kami merasa sangat kehilangannya apalagi saat jam olahraga berlangsung dan ketika kami bermain futsal di lapangn sekolah kami.

Waktu saya pertama kali bersekolah, kami dibagi menjadi dua kelas. Saya masuk di kelas 7A. Di kelas  ini suasananya sangat ramai, hal ini mungkin dsebabkan teman-teman masih terbawa kebiasaan mereka sewaktu di bangku SD. Bapak dan ibu guru selalu dengan sabar memberikan nasehat dan bimbingan kepada kami semua.

Pada pembagian raport semester 1, saya mendapat ranking 10, sedangkan yang meraih ranking 1 di kelas teman kami yang bernama Yusrijal. Yusrijal anak yang rajin dan patuh kepada guru dan orang tua. Dia suka membantu saat guru atau teman lain ada yang memerlukan bantuan. Yusrijal sosok yang kalem, ramah dan tidak sombong. Dia berpenampilan sederhana dan sering ikut kegiatan ekstra Pramuka.

Pada saat pembagiaan rapot semester 2, saya mendapat ranking 8. Rasa syukur yang tidak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena peringkat kelas saya mengalami sedikit kenaikan.  Dewan guru juga selalu mengingatkan kepada kami bahwa masing-masing siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda, kembangkanlah potensi yang ada pada diri kita masing-masing secara baik dan maksimal. Sedangkan pemegang juara 1 di kelas kami, tak lain dan tak bukan, masih dipegang oleh Yusrijal.

Saat naik ke kelas 8, berdasarkan pembagian kelas yang diumumkan pihak sekolah, saya kembali satu kelas dengan Yusrijal dan duduk di kelas 8B. Saya duduk satu meja dengan Yusrijal. Waktu itu,  kami diikutkan Bapak Ahmadiyanto dalam lomba dan perkemahan PMR se Kabupaten Balangan. Kegiatan dilaksanakan di ibukota Kabupaten Balangan, yakni  Paringin.

Pagi hari kami bersiap-siap berangkat. Ada 10 orang peserta yang berasal dari sekolahku. Semua peserta adalah putra, karena adanya berbagai pertimbangan sehingga peserta putri tidak diikutkan dalam kegiatan lomba dan perkemahan PMR Madya tersebut. Kami bersiap siap untuk berangkat dan mengangkat barang-barang bawaan kami ke mobil yang sudah menunggu di depan sekolah. Sesampainya di Paringan, kami mempersiapkan tempat dan lokasi yang aman dan nyaman untuk mendirikan tenda.

Kami disuruh panitia untuk berkumpul di aula yang sudah disediakan, karena kondisi cuaca hujan dan becek, maka kegiatan dilaksanakan di aula tersebut. Di situ kami melaksanakan berbagai kegiatan lomba. Lomba-lomba yang dilaksanakan antara lainmembaca cerpen, baca puisi, dan lomba lainnya. Tidak disangka,  ternyata sekolah kami berhasil menjadi juara umum saat pengumuman kegiatan lomba dan perkemahana PMR Madya tersebut disampaikan. Kami semua merasa bangga bisa membawa harum nama sekolah.

Saat pembagian rapot semester 2 kelas 8 saya mendapat ranking 7. Alhamdulillah, ranking saya kembali mengalami kenaikan. Saat saya naik ke kelas 9, saya duduk dengan teman saya yang bernama Rabidin Nor. Rabidin Nor adalah ketua kelas kami. Badannya tinggi, rambutnya keren dan,  orangnya hebat dalam bermain voli.

Pada tahun 2020 ini sekolah kami akan melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), yang merupakan  tahun kedua sekolah kami melaksanakan UNBK. Sarana komputer di sekolah kami lumayan memadai, bahkan sekarang ditambah lagi kurang lebih 20 unit laptop bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan.  Ruang Laboratorium Komputer yang dimiliki oleh  sekolah kami sangat nyaman dan sangat mendukung kegiatan UNBK. Ruangannya juga ber AC dan terasa sangat sejuk serta jumlah komputer yang sangat memadai.

Saat simulasi pertama UNBK saya sangat senang dapat  memakai komputer. Saat simulasi tersebut saya duduk bersebelahan dengan Murniyati. Kemudian, pada aat simulasi UNBK yang kedua tidak ada perubahan posisi tempat duduk, sehingga posisi duduk saya juga tetap bersebelahan dengannnya.

Saya juga sering ikut membantu bersih-bersih lingkungan sekolah. Mengumpulkan daun-daun yang berguguran terutama dari daun pohon ketapang yang ada di sekolah kami. Daun-daun yang berguguran biasanya diminta oleh Bapak Ahmadiyanto untuk dikumpulkan  dan dimasukkan ke dalam taman-taman depan kelas yang baru selesai dibuat yang nantinya berguna sebagai pupuk kompos. Selain itu untuk mengurangi penggunaan tanah yang digali di belakang sekolah.

Kami biasanya juga membantu menggali dan mengangkut tanah di bagian belakang sekolah kami untuk mengisi taman yang baru selesai dibuat. Kami juga pernah membantu mencat jembatan yang baru selesai dibangun dengancat warna warni,  sehingga jembatan tersebut kami kenal dengan jembatan pelangi,  atau yang sering disebut Bapak Ahmadiyanto dalam bahasa Inggris “The rainbow bridge of SMPN 1 Lampihong”. Beliau selalu berpesan kepada kami, meskipun bersekolah di sekolah pinggiran, tetapi kita harus terbiasa menggunakan istilah dan kosakata dalam bahasa Inggris. Saya juga sangat bangga kepada Bapak Ahmadiyanto, karena berencana ingin membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman dan lebih bersih, atau yang biasa beliau sebut, “The little Singapore from Lampihong”.

Harapan agar sekolah kami bersih dan indah idak hanya angan dan isapan jempol belaka,  karena sekarang lingkungan sekolah kami tampak lebih bersih, lebih teduh, lebih nyaman dan lebih indah dipandang.  Di sekolah saya juga sudah dirintis adanya bank sampah. Letak bank sampah ini bersebelahan dengan green house. Kami diminta untuk membawa bibit tanaman. Satu orang siswa diharapkan membawa satu bibit tanaman maupun satu bibit sayuran. Selain itu, saya juga ikut kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Dalam kegiatanPramuka tersebut kami diajarkan kerjasama, kemandirian, dan tanggung jawab. Selain itu saya juga ikut kegiatan ekstra olahraga bulutangkis. Ekstrakurikuler di sekolah kami tersebut dilaksanakan setiap Jum‟at sore. Saya sangat senang bisa mengikuti ekstra olah raga bulutangkis  ini. Mudah-mudahan suatu saat nanti saya dapat menjadi pemain bulutangkis yang hebat dan profesional.

 

Views All Time
Views All Time
20
Views Today
Views Today
1
Previous articleSEKILAS TENTANG BDR MENURUT SURAT EDARAN SETJEN KEMDIKBUD RI NOMOR 15 TAHUN 2020.
Next articleTEHNIK PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY