THE SCHOOL THAT WAS MOST FUN FOR ME oleh Permata Indah, Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel

0
5

Nama lengkapku Permata Indah,  atau yang biasa diajarkan oleh bu Nana Herlina, guru Bahasa Inggris di sekolahku dengan istilah dengan full name atau complete name. Aku biasa dipanggil dengan sebutan Indah. Aku ingin berbagi kisah tentang pengalamanku yang paling berkesan dan menyenangkan untuk kalian semua,  meskipun aku sudah tidak lagi bersekolah di SMPN 1 Lampihong karena pindah ke sekolah lain. Aku berharap goresan pena ini akan menjadi sebuah kenangan bermakna guna selalu menyambung tali silaturahim dengan teman-teman semua.

Aku dilahirkan di salah satu provinsi tetangga Kalimantan Selatan, yakni  Kalimantan Timur. Tepatnya di Kecamatan Tanah Grogot. Aku dibesarkan disana sampai berumur kurang lebih 12 tahun. Kemudian,  kami pindah tempat tinggal ke Kalimantan Selatan pada tahun 2017. Aku pindah ke Kalimantan Selatan karena ayahku sudah tidak lagi bekerja di tempat dia bekerja. Kamipun pindah ke Kalimantan Selatan untuk mencari pekerjaan baru di tempat ini.

Tempat yang pertama kali kami tempati cukup  jauh dari ibukota Balangan. Kami tinggal disebuah kecamatan,  yakni Kecamatan Awayan. Desa yang kami tinggali tepatnya adalah  Desa Pematang. Sebelumnya,  keluarga kecilku sudah lebih dulu berangkat dan tinggal di desa tersebut, namun aku baru datang belakangan,  saat itu aku masih berada di Kalimantan Timur.

Pada saat itu aku masih duduk dibangku kelas enam SD. Seperti yang pernah dikatakan oleh kepala sekolah,  bahwa saat siswa yang sudah duduk di kelas enam tidak disarankan pindah, karena sudah memasuki semester 2 dan akan mengikuti ujian nasional.  Orang tuaku pun memutuskan untuk meninggalkanku untuk sementara waktu ditempat nenekku di Grogot dan berjanji akan menjemputku kembali ketika sudah lulus. Sedih, tentunya sudah pasti. Meskipun hanya sementara berpisah dengan kedua orang tua dan keluargaku.

Saat aku sudah pindah ke Kalimantan Selatan, aku mendaftar pada  salah satu SMP, yaitu SMPN 2 Batu Mandi. Setelah mendaftar dan melengkapi beberapa persyaratan administrasi, aku pun diterima dan diberitahukan agar pada hari Senin sudah mulai dapat bersekolah. Di sekolah ini merupakan awal aku masuk SMP. Sekolahnya memang relatif  kecil dan muridnya juga sedikit. cuma ada tiga kelas, yaitu kelas tujuh satu kelas, kelas delapan juga satu kelas dan begitu juga kelas sembilan. Saat aku pertama masuk, kami melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) selama tiga hari.

Saat kegiatan PLS tersebut aku sudah mendapat banyak teman baru. Sebulan sudah berlalu disekolah ini, aku merasakan sekolah itu adalah sekolah yang paling baik yang pernah aku temui. Disana teman-temanku tidak pernah jahil ataupun usil kepada orang lain .Guru-guru disana juga ramah dan baik hati. Namun,  semua harus sirna karena ada satu kabar  kurang baik untukku. “Aku harus pindah lagi”,,,,kenapa?. Baru sebulan aku tinggal disini, kenapa harus pindah lagi dan aku harus berpisah dengan teman-temanku, gumamku dihati.  Semua itu terpaksa akujalani karena kontrak kerja ayahku sudah habis dan tempat kerjanya akan pindah. Kami sekeluarga pun harus pindah lagi dengan berat hati.

Desa Tampang, Kecamatan Lampihong menjadi tempat baru kami sekeluarga tinggal. Didesa ini suasananya mulai agak ramai dan dekat dengan kota. Jalan desa ini merupakan jalur penghubung antara Kota Amuntai di Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kota Paringin yang merupakan Ibukota Kabupaten Balangan. Aku bersekolah di sekolahku yang baru pada tanggal 14 Agustus 2018. Nama sekolah itu adalah SMPN 1 Lampihong.

Tepatnya pada hari Senin, aku pun pergi ke sekolah baru diantar oleh ayah karena aku masih belum tahu letaknya di mana sekolah  waktu itu. Pada saat itu,  aku juga belum dapat naik motor. Setelah sudah sampai di sekolah tersebut aku masuk kelas 7A dengan didampingi oleh wali kelasku yang bernama Ibu Rabiatul Adawiyah, yang biasa di panggil Ibu Adaw. Saat pertama kali aku menginjakkan kaki di kelas, aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Aku duduk di barisan kedua paling ujung sebelah kanan. Teman yang pertama kali aku kenal bernama Novi Yanti.

Hari kedua bersekolah, aku merasa orangnya di sini kurang ramah. Teman baruku cuma dua orang, yaitu Fitri dan Novi. Tetapi pertemanan kami agak longgar, entah kenapa. Aku merasa sepi di sekolah ini, dan aku tidak tahu kenapa. Mungkin aku masih belum mampumove on dari sekolahku yang dulu. Aku sempat tidak ingin sekolah dan mau pindah,  karena orangnya kurang bersahabat. Saat itu,  aku sudah berbicara dengan orang tuaku ingin pindah namun tidak diizinkan oleh orang tuaku. Beliau menasehatiku agar bersabar dan tetap semangat sekolahnya.

Pada hari ketiga bersekolah, ternyata teman-temanku mulai bertambah dan mulai menerima keberadaanku di kelas. Hari keempat bersekolah, bertepatan hari itu dengan tanggal 17 Agustus, hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Saat itu diadakan berbagai lomba. Sayangnya, pada saat itu lomba itu aku belum dapat berpartisipasi maksimal,  karena teman-temanku masih belum terlalu kenal dengan diriku.

Setelah seminggu berlalu, barulah aku merasa betah di sekolah ini. Ternyata,  aku sudah salah menduga. Aku kira siswa-siswa disini orangnya kurang ramah, ternyata orang-orangnya lebih asyik dan lebih ramah dari teman-temanku yang terdahulu. Beberapa minggu bersekolah, aku ikut kegiatan ekstrakulikuler pramuka,  karena kegiatan ekstrakulikuler pramuka ini kegiatan ekstrakulikuler wajib yang diikuti semua siswa.

Saat mengikuti kegiatan pramuka adalah saat yang paling menyenangkan bagiku, karena banyaknya games-games yang seru dan menarik,  diantaranya games mengangkat bola dengan tali, games berjalan diatas tongkat pramuka yang diangkat oleh siswa lain. Semua itu sangat seru bagiku sehingga aku tidak dapat melupakan pengalaman saat itu.

Setelah bersekolah setahun lamanya, kamipun sudah akrab semua,  bahkan aku hampir kenal dengan semua siswa di sekolah. Sekolah ini ternyata juga merupakan salah satu sekolah adiwiyata dan sering menjadi  juara dalam beberapa kegiatan lomba. Disana juga ada jembatan warna-warni, Jembatan itu sangat bagus dan sangat berkesan bagiku. Di sekolahku juga ada tulisan besar bertuliskan “WE ❤ SMPN 1 LAMPIHONG.

Di sekolah ini juga ada guru pembina pramuka yaitu Bapak Ahmadiyanto, atau yang sering disebut Pak Anto. Pak Anto adalah guru yang ramah dan hebat bagi diriku. Beliau orangnya  kreatif, disiplin dan bertanggung jawab. Beliau juga pernah ikut kegiatan kuliah singkat ke luar negeri,  yakni ke China dan ke Negari Sakura, Jepang. Hal tersebut dapat beliau peroleh karena rajin menulis dan prestasi yang beliau raih.

Tidak lama kemudian, Ulangan Akhir Semester (UAS) dimulai, dan kami pun menjawab soal itu masing-masing. Hari Sabtu, pembagian rapot pun dilaksanakan. Pengumuman pembagian rapot dimulai dari kelas delapan,  karena kelas sembilan sudah lulus, setelah itu kelas tujuh. Seluruh siswa berwajah gugup. Pengumuman juara di kelas delapanpun sudah selesai diumumkan. Peringkat kelas diberi hadiah.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pembagian rapot kelas tujuh. Kelas 7A, juara 3 diraih oleh….”Siti Raudah”. Raudah pun dengan wajah haru dan gembira maju ke depan. Raudah adalah temanku yang paling baik. Aku pun pernah menginap dirumahnya saat ulangan. Tidak disangka dia mampu meraih juara 3. Setelah itu dilanjutkan pengumuman  juara 2. Peraih juara  diraih oleh, sambil berhenti sejenak menambah rasa gugup di dada. “Permata Indah”, terdengar suara guru menyebutkan namaku. Ternyata, aku yang meraih juara 2, tidak disangka, kembali gumamku dihati.

Sedangkan yang meraih juara pertama adalah, “Ayu Rahmadina”. Ternyata, Ayu kembali meraih juara pertama. Dia adalah sahabat kecilnya Raudah. Tidak heran jika dia juara pertama karena dia pintar, ramah dan dari dulu dia selalu masuk tiga besar. Kami selalu diingatkan agar tidak berbesar kepala dan tidak sombong dengan perolehan hasil rapot yang kami terima tersebut.

Setelah kegiatan pembagian rapot usai, ada kabar yang kurang baik lagi yang menghamprriku. Aku harus pindah lagi, “kenapa?”rintihku di hati. “Pindah, pindah dan pindah?” Kenapa aku harus selalu pindah, padahal disini aku sudah mulai betah dengan teman-teman dan guru-guruku. Lagi-lagi aku harus pindah!

Aku mencoba untuk menerima kenyatan ini. Kepindahanku dari SMPN 1 Lampihong  ini dengan pertimbangan bahwa kakak tertuaku yang bernama Ajian mau bersekolah ke SMA. Sekolahnya itu terletak di Kota Paringin. Meskipun tidak terlalu jauh dari Lampihong, namun cukup  repot juga kalau harus bolak-balik mengantar kakakku. Kebetulan juga mamaku mau mencoba mencari pekerjaan disana untuk membantu perekonomian keluarga kami. Kota Paringin itu adalah ibukota kabupaten, sehingga kalau mau mencari  pekerjaan cukup  mudah dari pada di Lampihong, papar ibuku.

Pada bulan Juli lalu, aat aku hendak pindah rumah dan pindah sekolah, aku merasa sangat berat untuk berpisah dengan sahabat dan  teman-temanku di sekolah ini. Kenapa setelah aku sudah mendapatkan teman-teman yang baik seperti mereka, disaat itu aku juga harus melepaskannya. Batinku sangat sedih waktu itu.

Pada awalnya aku tidak suka dengan sekolah ini dan siswa-siswanya. Namun,  ternyata setelah cukup  lama disini, aku baru sadar dan berpikir, ternyata “sekolah yang dulunya tidak aku inginkan menjadi sekolah yang tidak ingin aku tinggalkan”. Thank you to all who have filled my experiences.

 

 

 

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleLet’s Join Us 🙏😇🥰
Next articleASA PENDIDIKAN DITENGAH PANDEMI Oleh Ahmad Fuad Hasan, M.Pd.I*)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY