TRUK BESAR DAN INDIKASI PEREKONOMIAN KALSEL

0
10

Saya hampir 10 tahun tidak pernah lagi melintas di Jl. Lingkar Selatan yang menghubungkan  Kota Banjarmasin dengan Kota Banjarbaru. Tepatnya, jalan tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,yang menjadi pintu utama keluar masuk angkutan orang dan barang dari dan ke Kalimantan Selatan, dengan Jl. A.Yani yang berada di Simpang Tiga Liang AnggangKota Banjarbaru. Dari titik Simpang Tiga Liang Anggang ini dapat didistribusikan ke beberapa daerah dan wilayah di Kalimantan Selatan, bahkan juga sampai ke Kalimantan Timur melalui jalan trans Kalimantan sisi timur maupun selatan.

Pagi itu, mobil yang saya tumpangi bersam tiga teman meluncur di Jl. Lingkas Selatan ke arah Banjarmasin. Mobil selepas dari Simpang Tiga Liang Anggang masih dapat meluncur mulus dan cepat, namun ketika memasuki wilayah Kota Banjarmasin laju mobil mulai terhambat karena arus lalu lintas mulai padat dengan berbagai kendaraan, khususnya truk-truk besar yang jalan maupun parkir di bahu jalan . Memang, peruntukan jalan yang dilalui ini lebih diutamakan untuk pengangkutan barang oleh truk-truk besar sehingga tidak melalui jalan-jalan dalam Kota Banjarmasin yang padat.

Mendekati Jembatan Basirih Kota Banjarmasin, kondisi arus lalu lintas makin pada pada pagi, sekitar pukul 08.45 wita tersebut. Truk-truk besar dan berbagai kendaraan berat terlihat parkir di bahu-bahu jalan, baik sisi kiri maupun kanan. Kepadatan truk besar itu makin banyak ketika berada di sekitar SPBU , karena banyak yang antre untuk mengisi BBM, khususnya jenis solar yang menjadi bahan bakar utama truk-truk besar yang mau operasional hari itu.

Ketika memasuki Jembatan Basirih terlihat di perairan sungainya ada beberapa kapal klotok yang sedang beraktivitas mengarungi perairan yang sedang surut pada pagi itu. Selepas dan turun dari jembatan tersebut, mobil mulai memasuki kawasan pelabuhan yang arus lalu lintas makin padat dengan berbagai aktivitas pengendara sepeda motor dan kendaraan laonnya. Terlihat banyak peti kemas yang berada di sekitar pelabuhan, apakah mau diangkut ke kapal atau didistribusikan ke berbagai daerah menggunakan truk-truk besar? Entahlah akan dibawa kemana peti kemas yang ada tersebut, yang jelas banyak peti kemas yang berada di sana.

Selepas dari lokasi penumpukan peti kemas, mobil mendekati pintu gerbang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kondisi arus lalu lintas di sekitar pintu gerbang pelabuhan penumpang dan barang pada pagi itu terlihat sepi dan lengang, tidak terlihat banyak kendaraan yang masuk atau keluar pelabuhan. Mungkin belum ada kapal penumpang yang datang atau berangkat pada pagi itu.

Ramai atau tidaknya truk-truk besar di Jln. Lingkar Selatan tersebut mengindikasikan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dan perdagangan di wilayah Kalimantan Selatan. Demikian pula dengan arus penumpang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dapat dijadikan salah satu indakasi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Kalimantan Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya. Silakan simak vedio mengenai bahasan di atas pada link You Tube “Julax Banjar”

https://www.youtube.com/watch?v=-1XeUShUg8MArus Lalin Truk Besar di Jln.Lingkar Selatan (@JULAX Banjar )

 

 

Views All Time
Views All Time
12
Views Today
Views Today
1
Previous articleMAKIN BANYAK JEMBATAN PENGHUBUNG DI SUNGAI MARTAPURA
Next articleTulisan Ketiga dari Materi Kang Doddy : LIPUTAN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY