Tulisan Ketiga dari Materi Kang Doddy : LIPUTAN

0
6

Dalam tulisan ketiga ini, saya akan melanjutkan mengenai ‘Materi Jurnalistik’ dari Kang Doddy yang membahas mengenai LIPUTAN. Pada tulisan sebelumnya telah dibahas mengenai perbedan dan contoh tulisan jurnalistik dengan bukan jurnalistik. Saya ingin menegaskan kembali bahwa paparan materi tulisan ini diambil dari tulisan Kang Doddy dalam grup WA “ Jurdik.id Bandung Raya” yang punya jargon ““ Jurdik.id (jurnalistik pedagogik, terdidik, mendidik) sebuah blog terbuka bagi para pengajar. Grup ini dibuat untuk menggodok rencana pelatihan jurnalistik (liputan, wawancara, studi pustaka, hingga penulisan laporan jurnalistik) untuk para pendidik (guru, dosen, ajengan, kiyai, suhu, dll).

Baiklah, tidak perlu panjang lebar pengantarnya, mari kita simak dan ikuti tulisan Kang Doddy ini dengan judul LIPUTAN “

Julukan wartawan, identik dengan kegiatan liputan. Memang benar, seperti dipaparkan pada Materi Pertama, salah satu cara mengumpulkan informasi dari suatu peristiwa adalah dengan mengadakan liputan atau Bahasa kerennya covering. Terkadang, istilah liputan juga disebut dengan ‘observasi’ ke lapangan dengan mengerahkan kemampuan menyerap informasi lewat panca-indra.

Observasi dengan panca-indra, sangatlah penting untuk mengorek lebih mendalam informasi yang hendak didapat. Tapi, banyak wartawan atau jurnalis terutama pemula, hanya mengandalkan ‘mata’ dan ‘telinga’ saat melakukan observasi atau liputan itu. Memang dengan laporan pandangan mata juga informasi sudah bisa digali. Namun sebuah laporan akan lebih hidup, terutama untuk peristiwa besar, bila si peliput mengerahkan kepekaan pancaindra, malah enam indra (naluri dan intuisi).

Nah memang, dalam menuangkan laporan tertulis, hasil observasi dengan Teknik menulis ficer (feature) akan lebih lincah dan memungkinkan, dibandingkan dengan laporan Piramida Terbalik atau straight news.

Pada akhir tulisan materinya,  Kang Doddy memberikan contoh tulisan liputan yang diarahkan pada link-nya: https://jurdik.id/2022/06/09/materi-jurnalistik-liputan/

Baiklah, kiranya cukup sekian dulu materi yang dapat disampaikan dalam tulisan ini, dengan harapan dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menyusun hasil kegiatan jurnalistik yang berupa liputan. Terima kasih..dan sampai juma pada tulisan berikutnya.

 

Views All Time
Views All Time
11
Views Today
Views Today
1
Previous articleTRUK BESAR DAN INDIKASI PEREKONOMIAN KALSEL
Next articleCATATAN PERJALANAN KE PAGATAN,TANAH BUMBU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY