Ujian Nasional, Kenapa dihapus?

0
18

Saat Penulis berada di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Jumat (29/11/2019) ketika lagi nyantai menunggu panggilan untuk keberangkatan tujuan Semarang, penulis tertuju perhatian pada sebuah layar TV yang menayangkan layanan internet gratis dan pas saat itu muncul di layar situs berita online, detik.com yang bertajuk “Sejarah UN yang dikaji Dihapus: Ujian penghabisan hingga Ebtanas”. 

Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Nadiem Makarim akan mengkaji ulang keberadaan Ujian Nasional (UN) yang sudah beberapa kali mengalami perubahan nama, prosedur dan sebagainya, yang pada intinya apakah UN yang saat ini sudah berjalan akan dihapus atau tidak.

Sebagai praktisi pendidikan yang selalu bergelut sehari-hari dengan siswa dan siswi tentu akan merasakan betapa banyak hal-hal yang sangat mempengaruhi kondisi siswa saat menghadapi UN tersebut, belum lagi kondisi pemangku kebijakan di sebuah satuan pendidikan dalam.mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional tersebut dengan berbagai “titipan kepentingan” di dalamnya.

Belum lagi adanya kondisi psikologis anak yang mengalami kegagalan dalam UN tersebut dengan berbagai sikap dan perilaku siswanya.

Disamping itu, adanya sebagian guru atau panitia ujian Nasional yang “corang” terhadap hasil ujian yang dilakukannya dalam rangka menyenangkan hati pimpinannya.

Memang efek dari pelaksanaan  UN tentu juga memberikan nilai-nilai! Positif dalam perilaku anak dalam menyiapkan pembelajaran dengan mengikuti berbagai materi bimbingan belajar.

Lalu bagaimana sikap bapak Mendikbud yang baru ini? Jawabannya kita tunggu saja keputusan pemilik gojek ini. Ada banyak harapan yang ditumpukan kepadanya, mulai kesejâhteraan guru sampai ke penghapusan UN ini.

Wallahu a’lam bishshawab

 

Views All Time
Views All Time
21
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY