UJIAN NASIONAL SEMAKIN DEKAT

0
9

Ujian Nasional atau UN sebagai  perhelatan akbar tahunan dunia pendidikan Indonesia kian dekat. Berbagai persiapan teknis dan non teknis sudah dilakukan oleh sekolah, siswa, dan bahkan orangtua siswa dalam menghadapi perhelatan akbar tahunan tersebut, terlebih lagi dengan makin banyaknya sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasiona Berbasis Komputer atau UNBK. Tidak dapat dipungkiri, bahwa UNBK semakin diperhatikan dan diterapkan oleh banyak sekolah  dari tahun ke tahun, baik jenjang SMA sederajat maupun SMP sederajat.

Berdasarkan jadwal kegiatan UN yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan BSNP, bahwa pelaksanaan UN  tahun pelajaran 2018/2019 untuk jenjang SMK dilaksanakan pada  25- 28 Maret 2019,  jenjang SMA/ sederajat pada tanggal 1- 8 April 2019, jenjang SMP/MTs pada tanggal 22-25 April 2019, dan jenjang SD sederjat tanggal 22-24 April 2019. Dengan adanya UN dimaksudkan untuk kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan atau SKL.

Sebelum pelaksanaan UN, siswa juga harus mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau USBN. Adapun USBN ini merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk seluruh mata pelajaran dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar, kecuali mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok).

Kini, UN sudah semakin dekat dan tidak banyak waktu lagi bagi siswa yang akan mengikuti rangkaian ujian tersebut untuk digunakan pada hal-hal yang kurang bermanfaat. Konsentrasi penuh dalam menghadapi UN, baik yang berbasis komputer (UNBK) maupun berbasis pensil kertas (UNKP). Kesiapan fisik dan mental peserta UN sangat diperlukan, karena mengikuti UN menjadi bagian penting dalam upaya membangun rasa percaya diri dalam menghadapi persaingan yang ketat diera globalisasi ini. Meski, nilai UN tidak menjadi penentu kelulusan sekolah, namun tetap menjadi acuan dana dasar dalam menentukan ke jenjang sekolah berikutnya.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayan beserta koleganya di daerah, memiliki kepentingan tersendiri terhadap tetap berlangsungnya pelaksanaan UN. Salah satu dari kepentingan itu adalah untuk memetakan dunia pendidikan Indonesia, khususnya indikator keberhasilan pendidikan yang dilihat dari hasil  UN selama ini. Dengan melihat hasil UN yang dianggap memiliki tingkat keakuratan dan validitas tinggi, dapat diidentifikasi tingkat kemajuan dunia pendidikan di suatu daerah, bahkan sekolah yang mengikuti UN. Kemudian,  dari hasil pemetaan tersebut akan memudahkan melakukan suatu tindakan atau kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia ke depannya. Kajian dan analisis  terhadap hasil UN menjadi bahan masukan dan pertimbangan pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang berkaitan dengan dunia pendidikan Indonesia.

Kemudian, terkait dengan UNBK yang relatif dianggap lebih objektif dan jauh dari kecurangan serta  contek menyontek, maka  diharapkan akan menghasilkan data hasil penilaian pendidikan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,  sehingga  dapat menjadi bahan pertimbangan dan pengambilan kebijakan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Tercapainya peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari masukan (input) hasil penilaian yang objektif dari kegiatan UN  yang relatif  objektif pula. Dengan nilai UN  yang relatif akurat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan beserta koleganya di daerah dapat memetakan kondisi nyata pendidikan Indonesia yang lebih akurat.

Tanpa mengurangi makna dan esensi proses pendidikan itu sendiri, penilaian pendidikan dengan UNBK dapat menjadi barometer yang lebih akurat tentang bagaimana keberhasilan suatu daerah dalam dunia pendidikan yang sebenarnya. Keakuratan hasil penilaian pendidikan  melalui UNBK  dapat menjadi benang merah dari situasi dan kondisi nyata dunia pendidikan Indonesia selama ini. Selamat menyongsong dan mengikuti Ujian Nasional untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

###1419####

Views All Time
Views All Time
17
Views Today
Views Today
1
Previous articleBANTUAN dan DUKUNGAN SEMUA PIHAK KUNCI SUKSESNYA UNBK
Next articleKEBIJAKAN PEMDA KABUPATEN JAYAPURA TENTANG SARANA PRASARANA SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN (OLEH: Ridwan Said Goru)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY