Untukmu Sagusaku… Why not…

0
84

Untukmu…Sagusaku… Why not!!!
(Perjalanan Malam 9 jam di tengah rintik dan rinai hujan menuju LPMP Pekanbaru)

Bermula dari kesenanganku bercengkrama di dunia maya khususnya facebook,pada suatu hari, seorang teman facebook dari SMPN 3 Keritang, Rabiah namanya memposting status mengenai program “Sagusaku”. Aku penasaran, sangat penasaran. Rasanya istilah ini begitu asing bagiku. Dengan berbekal rasa ingin tahu yang besar, aku bertanya pada bu Rabiah tentang apa dan bagaimana program Sagusaku tersebut. Bu Rabiah kemudian mengajakku untuk mengikuti program tersebut. Tentu saja, aku sangat tertarik setelah mendengar penjelasan bu Rabiah tersebut. Sebagai orang yang haus akan ilmu pengetahuan dan juga karena terinspirasi dengan keberhasilan bu Rabiah yang sudah bisa membuat buku, aku lalu mengikuti program ini.

Program ini begitu menarik bagiku, bayangkan… satu orang guru, satu buah buku…Amazing…Dan langsung terbit…ho…ho… mau dunk…Apalagi aku tu orangnya suka nulis, meski belum satupun ku kirim atau ku coba untuk mengirimkannya ( habis,tak tau caranya,sich…).

Melalui TOC Literasi Satu Guru Satu Buku ini aku berharap aku pun juga bisa menerbitkan sebuah buku . Dan berharap bisa menambah perbendaharaan pustaka Ikatan Guru Indonesia.

Lalu mulailah melalui proses yang panjang, mulai dari saling membalas inbox,lanjut ke chatting di WA group Sagusaku Pekanbaru,lalu lanjut lagi dengan proses transfer mentransfer dan perjalanan malam 9 jam,akhirnya sampailah aku di LPMP Pekanbaru. Rasanya tak sabar menunggu pagi dan bergabung dengan guru-guru hebat se -Riau dan tentu saja pengen banget dapat ilmunya dari Master Coach Mr.Slamet Riyanto,pengen mengenal motivator-motivator handal seperti bu Noerbad,bu Yuli slalu smart dan bu Rabiah juga… Dan,ternyata…oh ternyata…begitu bertemu dan mengikuti program ini,rasanya semakin terinspirasi dan semakin berhamburan ide untuk menulis sampai tak tau mau milih yang mana. Jadi teringat pesan bu Noerbad di WA…pertama-tama memang kaku,lama-lama akan lentur sendiri,katanya. Ya… benar,bu…malah jadi berdesakan mau jatuh semua jadi tulisan saking lenturnya. Teringat juga pesan dari bu Yuli… tulis saja, mau bagus atau tidak,mau orang suka atau tidak, mau di baca atau tidak,tulis dulu…maka,mengingat itu semua, makin mantaplah niatku untuk menulis.

Harapan selanjutnya melalui program ini, aku berharap semoga kedepannya semakin banyak guru yang semakin berani untuk berkarya,semakin banyak yang mampu menulis dan membuat buku… Dan tentu saja akan semakin maju dunia pendidikan Indonesia

Hidup IGI…
Hidup Sagusaku…
Hidup Literasi Indonesia…

Salam Cinta dari Negeri Seribu Jembatan,Tembilahan

Terimalah,satu puisi di sepertiga perjalanan malam di tengah rinai dan rintik hujan menuju Negeri Seribu Jembatan

Cerita Sepenggal Jalan
Untukmu…Sagusaku

Antara lena dan kantuk
Di sepertiga perjalanan malam
Terukir cerita sepenggal jalan
Terbersit sebuah asa
Ku persembahkan sebuah cerita

Untukmu Sagusaku
Ku tahan kantuk yang menderaku
Ketika sebuah ide terbersit di kepala
Berdesakan mencari rupa
Membentuk wujud dlm goresan pena
Menulis cerita tentang cinta kita

Untukmu “Sagusaku”
Ku persembahkan rangkaian cerita ini
Lelah dan kantuk telah menjadi sirna
Menjadi lembaran cinta merah muda

Untukmu Sagusaku
Terimalah salam cinta dari kami yang haus akan ilmu
Berharap akan menjadi insprirator kedepan
dari negeri s3ribu jembatan

(Suatu malam di sepertiga perjalanan malam antara Pekan baru-Tembilahan)

Laila Suryani,S.Pd (laila.suryani01@gmail.com)
SMPN 2 Tembilahan Hulu

Views All Time
Views All Time
169
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY