UPAYA MENUMBUHKAN RASA NASIONALISME YANG SUDAH PUDAR DI KALANGAN REMAJA

0
1972

RASA NASIONALISME YANG SUDAH PUDAR

DI KALANGAN REMAJA

Oleh

Asmi Rahayu

(Sagusaku Medan)

 

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu  bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan  yang sama. Dengan demikian masyarakat suatu  bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap  bangsa itu sendiri. Sekarang rasa nasionalisme dan kebangsaan sebagian besar dari kita telah memudar, memudarnya rasa cinta terhadap tanah air ini dilihat minimnya pemahaman remaja akan nilai-nilai budaya. Remaja sekarang lebih cenderung mengikuti budaya barat yang sangat jauh  perbandingannya dengan norma dan adat istiadat bangsa Indonesia. Remaja sekarang lebih senang memakai produk-produk impor dibanding dengan produk lokal sendiri. Mereka bangga jika menggunakan baju atau barang-barang dari merk luar negeri. Mereka malu menggunakan produk lokal yang mereka anggap produk lokal itu tidak mengikuti perkembangan zaman. Penyebab utama dari memudarnya semangat nasionalisme dan kebangsaan dari generasi penerus bangsa terutama disebabkan contoh yang salah dan kurang mendidik yang diperlihatkan generasi tua atau kaum tua yang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya daripada mendahulukan kepentingan bangsa dan rakyat. Kaum tua juga tidak memberikan contoh sikap disiplin dan rasa tanggungjawab terhadap suatu apapun.Berikut ini adalah penyebab memudarnya nasionalisme dikalangan generasi muda :

Faktor Internal

  1. Sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan patriotisme, sehingga para pemuda meniru sikap tersebut.
  2. Demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun dan maraknya unjuk rasa, telah menimbulkan frustasi di kalangan  pemuda dan hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois dan, emosional.
  3. Timbulnya etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik dari suku-suku lainnya, membuat para pemuda lebih mengagungkan daerah atau sukunya daripada persatuan bangsa.

Faktor Eksternal

  1. Para  pemuda kini dikuasai oleh narkoba dan minum-minuman keras, sehingga sangat merusak martabat bangsa Indonesia
  2. Semakin hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri. Sebab, sudah semakin banyaknya produk luar negeri baik berupa makanan, pakaian dan sebagainya yang membanjiri dunia pasar.

Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. Masyarakat kita, khususnya anak muda, banyak yang lupa mengenai identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Selain itu, globalisasi juga mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara orang kaya dan miskin. Ini disebabkan karena adanya  persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Pengaruh-pengaruh di atas memang tidak secara langsung  berdampak terhadap nasionalisme. Akan tetapi, secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi  berkurang atau bahkan hilang. Sebab, globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apapun yang ada di luar negeri dianggap baik serta mampu memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Berdasarkan analisa dan uraian di atas, pengaruh negatif globalisasi lebih  banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu, diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

Upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi  muda  bangsa ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah sebagai  penyelenggara negara namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Peran Keluaga

  1. Memberikan contoh atau tauladan tentang rasa kecintaan dan  penghormatan pada bangsa misalnya dengan menunjukkan para  pahlawan pendahulu yang telah merebut kemerdekaan.
  2. Memberikan pengawasan yang menyeluruh kepada anak terhadap lingkungan sekitar dan memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang baik.
  3. Selalu menggunakan produk dalam negeri dan merasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

 Peran Pendidikan

  1. Menanamkan sikap cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan dengan mengadakan upacara Bendera.
  2. Menyanyikan lagu-lagu nasional pada sebelum pelajaran mulai.
  3. Memberikan pendidikan moral, sehingga para pemuda tidak mudah menyerap hal-hal negatif yang dapat mengancam ketahanan nasional. Dengan cara ini diharapkan para pemuda tidak mudah terpengaruh dengan berbagai hal yang dapat menghancurkan bangsa.

 Peran Pemerintah

  1. Menggalakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme seperti seminar dan pameran kebudayaan.
  2. Penguatan Pendidikan Kharakter di kalangan instansi pemerintah
  3. Penguatan Pendidikan Kharakter di kalangan instansi pendidikan.

Penanaman jiwa nasionalisme serta penguatan karakter bangsa bagi seluruh pelajar dan mahasiswa di Indonesia akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka mewujudkan NKRI yang kuat dan kokoh serta berkepribadian. Dalam rangka membentuk dan menumbuhkan rasa nasionalisme serta karakter bangsa bagi pelajar dan mahasiswa di perlukan suatu sarana yang dapat melengkapi penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sajian informasi berupa materi yang menarik dan relevan dengan semangat kemudahan pelajar dan mahasiswa, perlu dikembangkan dengan tepat. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya  potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Yuhan Yang Maha Esa, berkhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta  bertanggungjawab.

Tujuan tersebut merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Rumusan tujuan pendidikan nasional inilah yang menjadi landasan  pengembangan karakter bangsa. Dimana, pendidikan karakter bersifat terus menerus dan berkelanjutan   (continuous)  dimulai dari pendidikan usia dini agar terinternalisasi dengan baik dalam diri anak didik.

Program konkret Kemendiknas dalam membangun karakter bangsa yakni dengan menggalakkan program dan kegiatan pendidikan karakter  pada seluruh satuan dan kewarganegaraan, baik kurikuler maupun ekstra, merevitalisasi kembali kelompok mata pelajaran kepribadian agar menjadi sumber progresif, dengan member dan memperkuat

value of character & value of orientation for the future, mengembangkan program pendidikan karakter dan aneka ragam pelatihan yang tepat dan efektif. Landasan dasar pendidikan karakter adalah nasionalisme dengan memberikan orientasi nilai (value of orientation) bagi kemajuan peradaban  bangsa dan Negara kedepan dengan mengintegrasikan semangat nasionalisme dengan kebutuhan kemajuan bangsa di masa depan. Sehingga dengan pendidikan karakter inilah terciptanya satu perubahan dari sekadar good menjadi great yang dibutuhkan bagi kesuksesan membangun peradaban bangsa di masa depan. Great character, great  personality, and great achievement for the future dapat dijabarkan secara konkrit. Sejatinya kepribadian dan citra diri bangsa menjadi kekuatan etos, semangat etik dan moral yang diharapkan bagi kemajuan bangsa ini.

 

Views All Time
Views All Time
1082
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY